Security

Kubota Ungkap Peretas Bertahan Lebih dari Sebulan di Jaringan, Data Karyawan Berpotensi Bocor

Kubota North America Corporation mengungkapkan bahwa pelaku peretasan berhasil mengakses sebagian sistem jaringannya selama lebih dari satu bulan pada awal tahun ini. Insiden tersebut berpotensi mengekspos berbagai data pribadi milik karyawan beserta anggota keluarga mereka.

Perusahaan menyatakan bahwa investigasi internal menemukan akses tidak sah berlangsung antara 16 Maret hingga 20 April 2026.

Akses Berlangsung Lebih dari Sebulan

Kubota merupakan produsen peralatan pertanian dan konstruksi asal Jepang yang beroperasi di lebih dari 120 negara, memiliki lebih dari 52.000 karyawan, dan mencatatkan pendapatan tahunan sekitar US$20 miliar.

Divisi Kubota North America mengoperasikan sejumlah fasilitas produksi untuk berbagai produk, seperti:

  • traktor,
  • mesin pemotong rumput,
  • serta kendaraan utilitas.

Setelah melakukan investigasi forensik, perusahaan memastikan bahwa pelaku berhasil mengakses file yang berisi informasi pribadi milik karyawan dan tanggungan mereka selama periode tersebut.

Data Sensitif yang Berpotensi Bocor

Menurut pemberitahuan resmi Kubota, jenis data yang mungkin terdampak berbeda pada setiap individu. Namun secara umum, informasi yang berpotensi terekspos meliputi:

  • nama lengkap karyawan dan anggota keluarga;
  • nomor Social Security (SSN);
  • tanggal lahir;
  • nomor identitas wajib pajak;
  • nomor SIM atau identitas pemerintah lainnya;
  • informasi rekening bank untuk direct deposit;
  • data kartu pembayaran perusahaan;
  • data pendaftaran manfaat karyawan serta sebagian informasi klaim kesehatan.

Kubota mulai mengirimkan pemberitahuan individual melalui email kepada pihak yang terdampak sejak 30 Juni 2026. Setiap pemberitahuan menjelaskan jenis data yang kemungkinan terekspos sesuai kondisi masing-masing korban.

Kubota Sediakan Layanan Perlindungan Identitas

Sebagai langkah mitigasi, Kubota menawarkan layanan perlindungan identitas dari Kroll kepada para korban.

Perusahaan juga mengimbau mereka untuk:

  • memantau aktivitas rekening bank secara berkala;
  • memperhatikan tagihan maupun klaim layanan kesehatan;
  • segera melaporkan aktivitas mencurigakan kepada pihak berwenang apabila ditemukan indikasi penyalahgunaan data.

Kubota menyatakan telah menerapkan langkah-langkah keamanan tambahan untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang.

Belum Ada Kelompok Hacker yang Mengaku Bertanggung Jawab

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada kelompok ransomware maupun pelaku pemerasan data yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Kubota juga tidak menyebutkan adanya gangguan terhadap operasional maupun aktivitas bisnis sebagai dampak dari insiden keamanan ini.

Sementara itu, BleepingComputer telah meminta keterangan tambahan kepada Kubota terkait metode serangan dan identitas pelaku, namun perusahaan belum memberikan tanggapan.


Sumber: Kubota USA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button