Security

Peretasan Sakura Internet Berpotensi Membocorkan Data hingga 1,36 Juta Akun

Penyedia layanan cloud dan data center asal Jepang, Sakura Internet, mengungkapkan bahwa hacker berhasil mendapatkan akses ke sistem manajemen penjualan yang menyimpan informasi kontrak dan keanggotaan pelanggan.

Dalam pembaruan terbaru, perusahaan mengatakan insiden tersebut berpotensi berdampak terhadap hingga 1.360.563 akun anggota. Namun, jumlah pasti akun yang terdampak masih belum dapat dipastikan karena investigasi masih berlangsung.

Sakura Internet merupakan salah satu penyedia infrastruktur digital utama di Jepang yang menawarkan layanan web hosting, VPS, public cloud, data center, serta GPU computing.

Perusahaan juga telah dipilih sebagai salah satu penyedia domestik untuk program Japan Government Cloud, sehingga Sakura Internet memiliki posisi strategis dalam upaya Jepang mengurangi ketergantungan terhadap hyperscaler asing.

Hacker Mengakses Sistem pada 9 Agustus

Menurut Sakura Internet, akses tidak sah terhadap sistem IT perusahaan terjadi pada 9 Agustus 2026.

Insiden tersebut ditemukan ketika perusahaan sedang melakukan investigasi terhadap pelanggaran keamanan lain yang sebelumnya terjadi pada layanan Sakura Rental Server.

Insiden pada layanan tersebut melibatkan login tidak sah ke 583 akun, akses terhadap sistem yang berhadapan langsung dengan pelanggan dan data client, serta pemasangan malware ke sejumlah sistem Sakura.

Sakura mengatakan credentials yang disalahgunakan telah dinonaktifkan dan malware yang ditemukan juga telah dihapus.

Namun, penemuan akses terhadap sistem manajemen penjualan membuat skala insiden menjadi jauh lebih besar dibandingkan kasus sebelumnya.

Hingga 1,36 Juta Akun Berpotensi Terdampak

Berdasarkan data yang telah dikumpulkan selama investigasi, sebanyak 1.360.563 akun berpotensi terdampak.

Meski demikian, Sakura Internet belum dapat memastikan bahwa seluruh akun tersebut benar-benar mengalami pencurian data.

Perusahaan juga menyatakan bahwa hingga saat ini belum ada bukti yang mengonfirmasi data telah dieksfiltrasi dari sistem yang dikompromikan.

Artinya, jumlah 1,36 juta akun merupakan jumlah maksimum akun yang berpotensi terekspos berdasarkan sistem dan data yang dapat diakses attacker, bukan jumlah akun yang telah dipastikan datanya dicuri.

Sakura telah melaporkan insiden tersebut kepada otoritas terkait dan mulai menghubungi pelanggan yang terdampak secara individual untuk memberitahukan kemungkinan paparan data mereka.

Password Pelanggan Disebut Sudah Di-hash

Sakura Internet mengatakan password yang tersimpan dalam sistem telah melalui proses hashing.

Dengan demikian, meskipun data password ikut terekspos, informasi tersebut seharusnya tidak dapat dengan mudah dikembalikan ke bentuk password asli.

Perusahaan juga menegaskan bahwa sistem yang berhasil diakses hacker tidak menyimpan informasi kartu kredit.

Hal ini membatasi jenis informasi finansial yang berpotensi terdampak secara langsung dari insiden tersebut.

Meski begitu, hashing password tidak menghilangkan seluruh risiko. Jika attacker memperoleh hash, mereka tetap dapat mencoba melakukan cracking secara offline, terutama terhadap password yang lemah atau digunakan kembali pada layanan lain.

Karena itu, pengguna yang terdampak tetap disarankan mengganti password dan memastikan password yang sama tidak digunakan pada akun lain.

Malware Ditemukan, tetapi Bukan Ransomware

Sakura Internet belum mengungkap secara rinci jenis malware yang ditemukan dalam infrastrukturnya.

Namun, dalam pembaruan terbaru, perusahaan memastikan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan ransomware dan tidak disertai permintaan tebusan.

Sakura mengatakan belum dapat mengungkapkan detail lebih lanjut mengenai malware yang digunakan karena pertimbangan keamanan.

Hingga saat ini juga tidak ditemukan kelompok ransomware atau data extortion yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Tidak ada indikasi bahwa insiden menyebabkan gangguan terhadap operasional maupun ketersediaan layanan Sakura Internet.

Investigasi Masih Berlangsung

Sakura Internet masih melakukan investigasi untuk menentukan secara lebih tepat cakupan akses attacker dan jumlah akun yang benar-benar terdampak.

Karena itu, angka 1.360.563 akun masih dapat berubah apabila penyelidikan menemukan informasi tambahan.

Perusahaan telah mengambil sejumlah tindakan untuk membatasi dampak insiden, termasuk menonaktifkan credentials yang disalahgunakan dan menghapus malware yang ditemukan di sistem.

Pelanggan yang menerima pemberitahuan dari Sakura Internet sebaiknya tetap waspada terhadap kemungkinan phishing dan penyalahgunaan informasi akun.

Serangan terhadap penyedia cloud dan data center seperti Sakura Internet juga menunjukkan bahwa kompromi terhadap satu penyedia infrastruktur dapat berpotensi memberikan dampak terhadap jumlah pengguna yang sangat besar, bahkan ketika belum terdapat bukti bahwa seluruh data tersebut telah dieksfiltrasi.

Sumber: [Sakura Internet]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button