Kubota Ungkap Peretas Bertahan di Jaringan Selama Lebih dari Sebulan, Data Karyawan Berpotensi Bocor

Kubota North America Corporation mengungkap bahwa pelaku serangan siber berhasil mengakses sebagian sistem jaringannya selama lebih dari satu bulan pada awal tahun ini. Hasil investigasi menunjukkan bahwa peretas memiliki akses ke sistem perusahaan antara 16 Maret hingga 20 April 2026.
Selama periode tersebut, pelaku diketahui mengakses sejumlah file yang berisi informasi pribadi milik karyawan beserta anggota keluarga yang menjadi tanggungan mereka.
Akses Berlangsung Lebih dari Sebulan
Kubota menyatakan bahwa penyelidikan internal berhasil mengidentifikasi rentang waktu ketika pelaku berada di dalam jaringan perusahaan.
Meski belum mengungkap bagaimana pelaku memperoleh akses awal maupun teknik yang digunakan selama intrusi, perusahaan memastikan bahwa sejumlah data sensitif berhasil diakses.
Hingga saat ini belum ada kelompok ransomware maupun geng pemerasan data yang mengaku bertanggung jawab atas insiden tersebut.
Data Sensitif yang Berpotensi Terekspos
Menurut pemberitahuan resmi Kubota, data yang kemungkinan terdampak meliputi:
- Nama lengkap karyawan dan anggota keluarga.
- Nomor Social Security Number (SSN).
- Tanggal lahir.
- Nomor identitas wajib pajak.
- Nomor SIM maupun identitas pemerintah lainnya.
- Informasi rekening bank untuk pembayaran gaji (direct deposit).
- Informasi kartu pembayaran perusahaan.
- Data pendaftaran program tunjangan serta sebagian informasi klaim manfaat.
Kubota menjelaskan bahwa jenis data yang terekspos berbeda-beda untuk setiap individu.
Korban Mulai Diberi Pemberitahuan
Sejak 30 Juni 2026, Kubota mulai mengirimkan pemberitahuan melalui email kepada seluruh individu yang terdampak.
Setiap notifikasi berisi rincian mengenai jenis informasi pribadi yang kemungkinan diakses selama insiden tersebut.
Perusahaan juga menawarkan layanan perlindungan identitas dari Kroll guna membantu korban mengurangi risiko penyalahgunaan data pribadi.
Imbauan untuk Memantau Aktivitas Keuangan
Dalam surat pemberitahuannya, Kubota meminta seluruh penerima untuk lebih waspada terhadap berbagai aktivitas yang mencurigakan, terutama pada:
- Rekening bank.
- Informasi layanan kesehatan dan klaim asuransi.
- Aktivitas yang melibatkan penggunaan identitas pribadi.
Apabila ditemukan transaksi atau aktivitas yang tidak dikenal, korban diminta segera melaporkannya kepada pihak berwenang.
Operasional Tidak Terganggu
Kubota menyatakan bahwa insiden ini tidak menyebabkan gangguan terhadap aktivitas operasional maupun proses bisnis perusahaan.
Meski demikian, perusahaan mengaku telah menerapkan sejumlah langkah keamanan tambahan untuk memperkuat perlindungan sistem dan mencegah insiden serupa terjadi di masa mendatang.
Produsen Alat Berat Global
Kubota merupakan perusahaan manufaktur asal Jepang yang dikenal sebagai produsen berbagai peralatan pertanian dan konstruksi.
Perusahaan beroperasi di sekitar 120 negara, memiliki lebih dari 52.000 karyawan, dan mencatat pendapatan tahunan sekitar US$20 miliar.
Di Amerika Utara, Kubota mengoperasikan berbagai fasilitas produksi yang memproduksi traktor, mesin pemotong rumput, hingga kendaraan utilitas.
Hingga berita ini dipublikasikan, Kubota belum mengungkap identitas pelaku maupun metode serangan yang digunakan. Investigasi masih terus berlangsung.
Sumber: Kubota USA








