Inggris Dakwa Lima Tersangka di Balik Platform Spoofing Panggilan “Russian Coms”

Otoritas Inggris secara resmi mendakwa lima orang yang diduga terlibat dalam operasional Russian Coms, sebuah platform spoofing nomor telepon yang digunakan oleh pelaku penipuan untuk menyamarkan identitas saat menghubungi korban.
Menurut National Crime Agency (NCA), layanan tersebut telah digunakan untuk melakukan lebih dari 1,8 juta panggilan penipuan sejak beroperasi pada 2020 dan menyebabkan kerugian finansial hingga puluhan juta pound sterling.
Lima Orang Didakwa
Kelima tersangka yang didakwa adalah:
- Ayoub Sehailia (28)
- Zakkaria Sehailia (30)
- Usman Din (30)
- Denis Ozmus (29)
- Fadila Salem (53)
Seluruhnya berasal dari London dan dijadwalkan menjalani sidang perdana di Westminster Magistrates’ Court pada 14 Agustus 2026.
Mereka menghadapi sejumlah dakwaan, di antaranya:
- Konspirasi menyediakan sarana untuk melakukan penipuan.
- Pencucian uang melalui pemindahan atau konversi hasil kejahatan.
- Khusus Zakkaria Sehailia juga didakwa karena menolak memberikan kode sandi ponselnya kepada penyidik.
Menyediakan Layanan Spoofing Nomor Telepon
NCA menjelaskan bahwa Russian Coms awalnya dipasarkan dalam bentuk perangkat khusus sebelum berkembang menjadi aplikasi berbasis web.
Platform tersebut memungkinkan pelaku kejahatan untuk:
- Menyamarkan nomor telepon yang digunakan.
- Menampilkan nomor milik bank, operator telekomunikasi, atau lembaga pemerintah.
- Menyembunyikan identitas asli saat menghubungi korban.
Dengan teknik caller ID spoofing tersebut, korban lebih mudah percaya bahwa panggilan benar-benar berasal dari institusi resmi.
Digunakan dalam Skala Global
Sejak diluncurkan pada 2020, Russian Coms disebut telah digunakan oleh ratusan pelaku kriminal.
Untuk mengakses layanan tersebut, pelanggan membayar biaya langganan selama enam bulan sebesar £1.200 hingga £1.400 menggunakan mata uang kripto.
Sebelum dibongkar oleh aparat, platform ini telah digunakan untuk:
- Melakukan lebih dari 1,3 juta panggilan.
- Menargetkan sekitar 500.000 nomor telepon unik.
- Beroperasi di lebih dari 107 negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Selandia Baru, Norwegia, dan Prancis.
Rata-rata kerugian yang dialami setiap korban diperkirakan melebihi £9.400.
Secara keseluruhan, investigasi terbaru menyebut jumlah panggilan penipuan telah melampaui 1,8 juta panggilan.
Menawarkan Berbagai Fitur untuk Pelaku Penipuan
Russian Coms dipromosikan melalui berbagai media sosial seperti:
- Telegram
- Snapchat
Platform tersebut menawarkan sejumlah fitur yang dirancang untuk membantu aktivitas kriminal, antara lain:
- Panggilan terenkripsi.
- Web phone.
- Kebijakan tanpa penyimpanan log.
- Panggilan internasional.
- Pengubah suara (voice changer).
- Penghapusan data perangkat secara instan.
- Dukungan teknis selama 24 jam.
Fitur-fitur tersebut membuat identitas pelaku semakin sulit dilacak oleh aparat penegak hukum.
Modus Penipuan Mengatasnamakan Bank
Salah satu modus utama yang menggunakan Russian Coms adalah menyamar sebagai pihak bank.
Pelaku akan menghubungi korban menggunakan nomor telepon yang tampak resmi, kemudian mengklaim bahwa rekening korban sedang digunakan untuk aktivitas mencurigakan.
Korban lalu dibujuk untuk segera memindahkan seluruh dana ke rekening yang dikendalikan pelaku dengan alasan menjaga keamanan tabungan mereka.
Bagian dari Operasi Henhouse
Platform Russian Coms dibongkar pada Maret 2024 setelah investigasi panjang oleh NCA bersama sejumlah mitra internasional dan Europol.
Saat itu, aparat menangkap tiga orang di wilayah Newham, London, yang diduga berperan sebagai administrator dan pengembang utama platform.
Penindakan tersebut merupakan bagian dari Operation Henhouse, operasi besar yang menghasilkan 290 penangkapan di Inggris, Skotlandia, Wales, dan Irlandia Utara.
NCA juga menegaskan bahwa penyelidikan terhadap para pengguna layanan Russian Coms masih terus berlanjut, sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada dakwaan tambahan terhadap pihak lain yang memanfaatkan platform tersebut untuk melakukan penipuan.
Sumber: National Crime Agency (NCA)








