News

Mengenal Windows 11 Pro for Workstations, Versi “Pro Max” dengan Fitur Kelas Server

Sebagian besar pengguna PC hanya mengenal dua edisi utama Windows 11, yaitu Windows 11 Home dan Windows 11 Pro. Namun, Microsoft sebenarnya memiliki edisi lain yang ditujukan untuk workstation berperforma tinggi, yaitu Windows 11 Pro for Workstations.

Sistem operasi ini pertama kali diperkenalkan pada era Windows 10 pada 2017 dan kemudian hadir sebagai penerusnya di Windows 11 sejak 2021. Posisinya berada di antara Windows 11 Pro dan Windows Server, sehingga sering dianggap sebagai versi “Pro Max” karena menawarkan sejumlah kemampuan yang tidak tersedia pada edisi Pro biasa.

Dibuat untuk Workstation Profesional

Windows 11 Pro for Workstations dirancang untuk menangani beban kerja berat seperti rendering 3D, simulasi ilmiah, komputasi teknik, pengembangan perangkat lunak berskala besar, hingga pemrosesan AI.

Salah satu perbedaannya adalah sistem operasi ini hadir dengan lebih sedikit aplikasi bawaan maupun konten promosi yang biasanya ditemukan pada Windows edisi konsumen.

Selain itu, Microsoft juga menyertakan sejumlah fitur eksklusif yang berfokus pada performa, skalabilitas, dan keandalan sistem.

Mendukung ReFS

Salah satu fitur unggulan Windows 11 Pro for Workstations adalah dukungan terhadap ReFS (Resilient File System).

ReFS merupakan penerus NTFS yang dirancang untuk memberikan ketahanan lebih tinggi terhadap kerusakan data, terutama pada media penyimpanan berkapasitas besar maupun konfigurasi Storage Spaces.

File system ini banyak digunakan pada lingkungan workstation dan server yang membutuhkan reliabilitas tinggi.

Dukungan Hardware yang Lebih Besar

Windows 11 Pro memang sudah cukup untuk sebagian besar pengguna, tetapi edisi Workstations meningkatkan batasan hardware secara signifikan.

Perbedaannya meliputi:

  • Mendukung hingga 4 soket prosesor, dibandingkan Windows 11 Pro yang hanya mendukung maksimal 2 soket.
  • Mendukung kapasitas memori hingga 6 TB RAM, sementara Windows 11 Pro dibatasi hingga 2 TB.

Meski kemampuan tersebut mungkin tidak relevan bagi pengguna rumahan, konfigurasi seperti ini umum digunakan pada workstation profesional dan server kelas enterprise.

Mendukung SMB Direct dan RDMA

Windows 11 Pro for Workstations juga mendukung SMB Direct berbasis RDMA (Remote Direct Memory Access).

Teknologi ini memungkinkan transfer data antar komputer dengan latensi sangat rendah dan penggunaan CPU yang minimal. Fitur tersebut sangat bermanfaat pada lingkungan komputasi performa tinggi (HPC), server penyimpanan, hingga klaster AI.

Dukungan RDMA menjadi salah satu alasan mengapa sistem operasi workstation dan server mampu menawarkan performa jaringan yang jauh lebih tinggi dibandingkan Windows 11 Pro standar.

Mendukung NVDIMM-N

Microsoft juga menyertakan dukungan untuk NVDIMM-N (Non-Volatile Dual In-line Memory Module).

Teknologi memori persisten ini memungkinkan data tetap tersimpan meskipun listrik mati, sehingga sangat berguna untuk berbagai skenario profesional seperti:

  • Kompilasi perangkat lunak berukuran besar.
  • Simulasi ilmiah dan engineering.
  • Cache rendering berkecepatan tinggi.
  • Database dengan kebutuhan pencatatan transaksi berlatensi rendah.

Fitur ini tidak tersedia pada Windows 11 Pro biasa.

Masih Belum Mendapat Driver NVMe Seperti Windows Server

Menariknya, Windows 11 Pro for Workstations masih belum menggunakan driver NVMe bawaan yang saat ini dimiliki Windows Server.

Driver tersebut sempat hadir pada Windows 11 versi konsumen melalui pembaruan awal tahun ini, namun kemudian ditarik kembali oleh Microsoft pada Patch Tuesday bulan Maret.

Berdasarkan pengujian komunitas, driver NVMe bawaan Windows Server mampu meningkatkan performa random access SSD NVMe hingga sekitar 80%, karena dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat NVMe tanpa perlu melalui lapisan translasi NVMe-to-SCSI yang masih digunakan Windows 11 saat ini demi menjaga kompatibilitas dengan aplikasi lama.

Harga Lebih Mahal dari Windows 11 Pro

Seluruh fitur tambahan tersebut tentu memiliki konsekuensi pada harga lisensi.

Microsoft membanderol Windows 11 Pro for Workstations dengan harga sekitar US$310, atau sekitar US$100 lebih mahal dibandingkan Windows 11 Pro reguler.

Bagi mayoritas pengguna, Windows 11 Pro sudah lebih dari cukup. Namun bagi profesional yang menjalankan workstation kelas berat dengan kapasitas memori sangat besar, multi-prosesor, penyimpanan enterprise, atau kebutuhan komputasi berperforma tinggi, Windows 11 Pro for Workstations menawarkan fitur-fitur yang selama ini hanya ditemukan pada sistem operasi server.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button