Microsoft Naikkan Harga Konsol Xbox Secara Radikal Mulai Agustus 2026 Akibat Krisis DRAM

Kabar kurang menyenangkan datang bagi para calon pembeli konsol Microsoft. Setelah sempat melakukan penyesuaian harga akibat kelangkaan komponen beberapa waktu lalu, Microsoft resmi mengumumkan gelombang kenaikan harga baru yang sangat signifikan untuk lini konsol Xbox Series X|S yang akan berlaku mulai 1 Agustus 2026.
Kenaikan harga ini terbilang cukup drastis, di mana varian penyimpanan rendah akan membengkak ratusan dolar. Selain itu, Microsoft juga memutuskan untuk menghentikan produksi (discontinue) varian Xbox berkapasitas 2 TB, kemungkinan besar karena kalkulasi harga jualnya sudah tidak masuk akal lagi untuk pasar komersial.
Lonjakan Harga Komponen Memori Jadi Biang Keladi
Dalam rilis resminya, Microsoft menunjuk krisis pasokan memori (DRAM crisis) global yang tengah berlangsung sebagai penyebab tunggal di balik kebijakan ini.
“Biaya produksi untuk penyimpanan (storage) dan memori konsol telah meningkat lebih dari 2,5 kali lipat, dan kami memproyeksikan harga komponen ini akan berlipat ganda lagi pada musim gugur tahun 2027 mendatang,” ungkap perwakilan Microsoft.
Imbas dari krisis rantai pasok tersebut, per 1 Agustus 2026 seluruh varian Xbox dengan kapasitas 512 GB akan mengalami kenaikan harga sebesar $100, sementara varian berkapasitas 1 TB akan melonjak lebih mahal $150 dari harga eceran saat ini.
Struktur Harga Baru Xbox Series X|S Per Agustus 2026
Berikut adalah rincian penyesuaian harga terbaru untuk seluruh lini keluarga konsol Xbox mulai bulan Agustus mendatang:
- Xbox Series S (512 GB): $499.99 (Sekitar 8,2 juta rupiah)
- Xbox Series S (1 TB): $599.99 (Sekitar 9,8 juta rupiah)
- Xbox Series X Digital Edition (512 GB): $749.99 (Sekitar 12,3 juta rupiah)
- Xbox Series X (1 TB): $799.99 (Sekitar 13,1 juta rupiah)
Perbandingan dengan Ekosistem Sony PlayStation 5
Kenaikan harga radikal dari Microsoft ini otomatis mengubah peta persaingan harga konsol di pasar global. Jika dikomparasikan dengan sang rival utama, Sony—yang sebelumnya juga sudah menaikkan harga konsol mereka—posisi harga Xbox kini menjadi jauh lebih premium:
| Model Konsol | Harga Pasar (USD) |
| PlayStation 5 Digital Edition | $599.99 |
| Xbox Series S (1 TB) | $599.99 |
| PlayStation 5 Standar (Drive Disk) | $649.99 |
| Xbox Series X Digital (512 GB) | $749.99 |
| Xbox Series X Standar (1 TB) | $799.99 |
| PlayStation 5 Pro | $899.99 |
Dampak Pasar dan Kondisi Internal Xbox
Pengumuman ini dilemparkan ke publik hanya berselang beberapa pekan sebelum penutupan tahun fiskal 2025 bagi divisi Xbox. Kebijakan kenaikan harga ini akan langsung dieksekusi sesaat setelah laporan keuangan tahunan tersebut diterbitkan secara resmi.
Belajar dari momentum kompetitor, saat Sony mengumumkan kenaikan harga PS5 beberapa waktu lalu, pasar justru merespons dengan terjadinya fenomena panic buying (aksi borong masif) dari para konsumen yang ingin mengamankan konsol dengan harga lama sebelum tenggat waktu kenaikan berlaku. Hal tersebut sempat membuat angka penjualan PS5 memecahkan rekor tertinggi sepanjang tahun 2026. Microsoft kemungkinan memprediksi pola perilaku konsumen yang sama dalam beberapa pekan ke depan.
Di sisi lain, situasi internal Xbox dikabarkan sedang mengalami tekanan berat. Bersamaan dengan pengumuman kenaikan harga hardware ini, muncul laporan internal yang menyoroti adanya rencana pemutusan hubungan kerja (layoffs) berskala besar di tubuh Xbox Game Studios. Langkah efisiensi ketat ini terpaksa diambil manajemen menyusul adanya penurunan pendapatan (revenue) secara menyeluruh pada sektor bisnis gaming Microsoft belakangan ini.
Sumber: Xbox Hardware Division Announcement








