Microsoft Tarik Aplikasi Samsung dari Microsoft Store Usai Ganggu Akses Drive C: di Windows 11

Microsoft mengambil langkah tegas dengan menarik aplikasi Samsung Galaxy Connect dari Microsoft Store setelah ditemukan menyebabkan gangguan serius pada sejumlah perangkat berbasis Windows 11. Masalah ini terutama terjadi pada beberapa model Samsung Galaxy Book 4 dan desktop Samsung.
Langkah tersebut diambil setelah Microsoft menerima laporan terkait kegagalan aplikasi hingga hilangnya akses pengguna terhadap drive utama sistem, yaitu C:.
Gangguan Akses Sistem yang Krusial
Dalam penjelasannya, Microsoft mengungkapkan bahwa pengguna terdampak akan menemukan pesan kesalahan āC:\ is not accessible ā Access denied.ā Kondisi ini membuat pengguna tidak dapat mengakses file penting serta menghambat jalannya berbagai aplikasi utama.
Tidak hanya itu, sejumlah aplikasi penting seperti Outlook, paket Microsoft Office, browser, hingga utilitas sistem dan Quick Assist juga dilaporkan tidak dapat dijalankan akibat masalah ini.
Gangguan ini tentu berdampak signifikan, terutama bagi pengguna yang mengandalkan perangkat mereka untuk produktivitas sehari-hari.
Perangkat yang Terdampak
Masalah ini diketahui memengaruhi berbagai model perangkat Samsung yang menjalankan Windows 11. Beberapa di antaranya meliputi seri Galaxy Book 4 dan desktop Samsung dengan kode model seperti NP750XGJ, NP750XGL, NP754XGJ, NP754XFG, NP754XGK, DM500SGA, DM500TDA, DM500TGA, dan DM501SGA.
Pada perangkat-perangkat tersebut, pengguna mengalami berbagai kendala, mulai dari gagal membuka aplikasi, kesulitan mengakses file, hingga tidak dapat menjalankan tugas administratif.
Dalam beberapa kasus, pengguna juga mengalami kegagalan saat mencoba meningkatkan hak akses (privilege escalation), menghapus pembaruan, maupun mengumpulkan log sistem akibat masalah perizinan.
Penyebab: Aplikasi Samsung Galaxy Connect
Setelah melakukan investigasi bersama, Microsoft dan Samsung mengidentifikasi bahwa sumber masalah berasal dari aplikasi Samsung Galaxy Connect. Aplikasi ini sendiri dirancang untuk mendukung fitur seperti screen mirroring, berbagi file, serta transfer data antara perangkat Galaxy dan PC Windows.
Sebagai langkah pencegahan, Microsoft memutuskan untuk sementara menghapus aplikasi tersebut dari Microsoft Store guna mencegah instalasi lebih lanjut pada perangkat lain.
Samsung kemudian merilis kembali versi lama aplikasi yang dinilai lebih stabil untuk menghindari masalah serupa pada pengguna lain.
Belum Ada Solusi Pasti
Hingga saat ini, Microsoft dan Samsung masih terus mengembangkan solusi untuk mengatasi masalah ini secara menyeluruh. Sayangnya, opsi pemulihan bagi perangkat yang sudah terdampak masih sangat terbatas.
Pengguna yang mengalami kendala disarankan untuk langsung menghubungi dukungan resmi Samsung guna mendapatkan bantuan sesuai dengan perangkat masing-masing.
Pembaruan Keamanan Tambahan
Di sisi lain, Microsoft juga merilis pembaruan darurat (out-of-band update) untuk memperbaiki celah keamanan pada alat manajemen Routing and Remote Access Service (RRAS). Kerentanan ini berdampak pada perangkat Windows 11 Enterprise yang menggunakan mekanisme pembaruan hotpatch.
Langkah ini menunjukkan komitmen Microsoft dalam menjaga stabilitas sekaligus keamanan sistem operasinya di tengah munculnya berbagai isu teknis.








