Produsen Pakaian Levi’s Alami Peretasan, Data Internal Perusahaan Diembat Peretas

Raksasa produsen pakaian global Levi Strauss & Co. (Levi’s) mengonfirmasi telah menjadi korban serangan siber setelah peretas melancarkan aksi rekayasa sosial (social engineering) terhadap tiga karyawannya. Insiden tersebut memungkinkan pelaku mengakses serta menguras data internal perusahaan yang tersimpan di dalam perangkat kerja karyawan tersebut.
Pengungkapan insiden ini disampaikan langsung oleh manajemen Levi’s melalui berkas dokumen resmi yang diserahkan kepada Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC). Pihak perusahaan menegaskan bahwa langkah tanggap darurat yang cepat berhasil mengisolasi serangan sehingga tidak ada data konsumen yang ikut terdampak atau terkompromi.
Berdasarkan hasil investigasi awal, perusahaan meyakini informasi korporat tertentu telah diakses dan dieksfiltrasi oleh peretas. Kendati demikian, intervensi cepat dari tim keamanan siber internal diklaim telah berhasil menghentikan akses tak berizin tersebut sepenuhnya.
Perusahaan yang terkenal dengan lini produk jip 501 ini juga memastikan bahwa insiden peretasan tidak menimbulkan gangguan pada operasional bisnis harian mereka. Seluruh jaringan toko yang mencakup lebih dari 3.300 gerai di seluruh dunia tetap beroperasi secara normal, baik layanan ritel fisik maupun platform penjualan daring.
Hingga saat ini, investigasi mendalam masih terus berjalan untuk mengidentifikasi cakupan pasti dari data internal yang berhasil diambil. Berdasarkan temuan sementara, pihak Levi’s menilai insiden ini tidak memberikan dampak material yang signifikan terhadap kondisi finansial maupun kelangsungan bisnis perusahaan.
Meskipun belum ada kelompok peretas yang secara terbuka mengklaim bertanggung jawab atas peretasan ini, sejumlah pengamat industri mengaitkan modus rekayasa sosial tersebut dengan kelompok pemeras siber UNC6671. Kelompok ini belakangan memang marak melancarkan serangan voice phishing (vishing) yang menyasar ratusan organisasi dan perusahaan global.
Sumber: U.S. Securities and Exchange Commission (SEC)








