Gaming

Valve Ungkap Pengembangan Steam Deck 2 Makin Dekat, Namun Efisiensi Daya Masih Jadi Kendala Utama

Setiap kali Valve berbicara mengenai kemungkinan kehadiran konsol genggam (handheld) generasi terbaru, Steam Deck 2, perusahaan selalu menegaskan bahwa mereka masih menunggu momentum lompatan performa antar-generasi (generational leap) yang masif. Hingga saat ini, lompatan performa yang ideal tersebut dinilai belum benar-benar terwujud di pasar semikonduktor.

Namun, menyusul peluncuran perangkat konsol mini Steam Machine terbaru, insinyur senior Valve, Pierre-Loup Griffais, membagikan perkembangan menarik mengenai proyek Steam Deck 2 dalam sebuah sesi wawancara eksklusif bersama media game IGN. Untuk pertama kalinya, perwakilan Valve tersebut mengonfirmasi bahwa arah pengembangan Steam Deck 2 kini sudah berjalan ke rute yang tepat, meskipun produk akhirnya masih belum sepenuhnya siap untuk diproduksi.

Menurut penjelasan sang pengembang, jajaran prosesor seluler (mobile CPU) yang ada di pasar saat ini memang mulai menunjukkan potensi performa yang menjanjikan. Kendati demikian, masalah efisiensi konsumsi daya kini justru bergeser menjadi rintangan terbesar yang harus dipecahkan oleh tim insinyur Valve.

Dilema Performa Keripik Laptop pada Perangkat Handheld

Pierre-Loup Griffais menjelaskan bahwa posisi tim pengembang saat ini sudah jauh lebih dekat dengan cetak biru Steam Deck 2 jika dibandingkan dengan waktu terakhir kali mereka membahasnya bersama publik. Proses riset dikonfirmasi terus mengalami kemajuan yang berarti.

Namun, ia memberikan catatan kritis mengenai arsitektur kepingan cip (chips) baru yang mulai bermunculan di industri saat ini. Menurutnya, rata-rata prosesor tersebut masih bekerja pada batas daya (power envelope) yang kurang ideal dan tidak sesuai untuk segmentasi sebuah perangkat handheld murni yang menuntut kenyamanan portabilitas tinggi.

Lebih lanjut, ia menilai bahwa mayoritas cip yang ada di pasar saat ini sejatinya merupakan prosesor untuk laptop kelas bawah (low-end laptop chips) atau dirancang untuk form factor serupa, yang kemudian dialihfungsikan secara paksa untuk mentenagai perangkat genggam. Pendekatan fabrikasi seperti ini dinilai tidak mampu menghasilkan titik temu atau kompromi (trade-off) yang diinginkan oleh Valve, khususnya dalam menjaga keseimbangan antara performa komputasi, konsumsi daya, serta daya tahan baterai perangkat.

Strategi Penggunaan Cip Komersial dan Antisipasi Krisis Komponen

Berdasarkan berbagai rumor teknis yang beredar sebelumnya, Valve diprediksi bakal memilih jalur penggunaan silikon komersial siap pakai (off-the-shelf silicon) yang ada di pasar untuk mentenagai Steam Deck 2. Langkah ini berbeda dengan strategi generasi pertama, di mana Valve harus mengalokasikan investasi besar dan waktu rekayasa yang panjang bersama AMD untuk merancang cip semikustom khusus (semi-custom chip).

Dengan memilih jalur komponen komersial, Valve kini sangat bergantung pada para produsen prosesor global untuk merilis CPU arus utama (mainstream) yang memiliki kombinasi performa dan efisiensi yang tepat. Salah satu contoh yang mulai mendekati standar tersebut adalah platform Intel Arc G3 terbaru, meskipun ekosistemnya dinilai belum sepenuhnya matang untuk standar kualitas Valve.

Meskipun memastikan bahwa tim internal terus bekerja keras menuju pengembangan konsol generasi berikutnya, Griffais mengindikasikan bahwa pengumuman resmi mengenai Steam Deck generasi baru ini baru akan dilakukan dalam beberapa tahun ke depan. Hal ini mengisyaratkan bahwa perilisan komersial produk ini masih memakan waktu yang cukup lama.

Di samping pematangan urusan hardware, Valve tampaknya sangat berhati-hati agar tidak terjerembab ke dalam jebakan strategi harga yang sama seperti insiden peluncuran Steam Machine. Seperti diketahui, peluncuran Steam Machine yang bertepatan dengan krisis pasokan memori DRAM global membuat harga jual perangkat melonjak tinggi, hingga sempat dicap gagal di awal rilis (dead on arrival) oleh sebagian komunitas gamer. Mengingat krisis rantai pasok global yang masih membayangi industri, tidak mengejutkan jika Valve memilih untuk menahan diri dan menunda peluncuran Steam Deck 2 sampai masalah pasokan serta stabilitas harga komponen dunia kembali normal.

Sumber: Valve via IGN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button