Bug DNS Client Picu Reboot Berulang pada Sejumlah Switch Cisco

Sejumlah model switch Cisco dilaporkan mengalami reboot loop secara tiba-tiba setelah mencatat kesalahan fatal pada layanan DNS client. Gangguan ini mulai terlihat sekitar pukul 02.00 waktu setempat dan berdampak serius pada operasional jaringan di berbagai lingkungan.
Berdasarkan laporan administrator jaringan, perangkat yang terdampak terus melakukan restart setiap beberapa menit. Sebelum reboot terjadi, sistem mencatat pesan kesalahan fatal dari tugas DNSC (DNS Client) yang gagal melakukan resolusi nama, termasuk saat mencoba mengakses domain internal seperti www.cisco.com maupun server waktu NTP. Kesalahan resolusi DNS tersebut diperlakukan sebagai kondisi fatal oleh firmware, sehingga memicu restart berulang.
Dampak gangguan ini terasa luas. Administrator menyebut siklus reboot yang berulang membuat layanan jaringan tidak stabil dan sulit dipertahankan dalam kondisi produksi. Indikasi kuat menunjukkan masalah ini bukan insiden terisolasi, karena kegagalan muncul hampir bersamaan di berbagai jaringan yang berbeda, mengarah pada pemicu global atau kondisi berbasis waktu.
Beragam model switch Cisco dilaporkan terdampak, mencakup lini CBS dan Catalyst kelas entry hingga SMB. Di antaranya termasuk seri CBS250, CBS350 (termasuk CBS350-24P-4G), Catalyst C1200, SG350, SG350X, serta SG550X. Sejumlah pengguna juga menyebutkan bahwa masalah serupa terjadi pada varian Catalyst 1300, memperluas spektrum perangkat yang berpotensi terkena dampak.
Hingga saat ini, Cisco belum mengumumkan akar penyebab secara resmi. Namun, beberapa pelanggan menyatakan bahwa dukungan teknis Cisco telah mengakui adanya insiden yang memengaruhi switch seri CBS, SG, serta Catalyst 1200/1300. Informasi ini menguatkan dugaan bahwa bug berada pada komponen firmware yang sama—khususnya modul DNS client internal.
Sambil menunggu perbaikan resmi, komunitas administrator menemukan sejumlah solusi sementara untuk menghentikan reboot loop. Langkah-langkah tersebut meliputi menonaktifkan resolusi DNS pada switch, mematikan sinkronisasi waktu melalui SNTP, atau memblokir akses internet keluar dari antarmuka manajemen perangkat. Menariknya, beberapa pengguna melaporkan bahwa menonaktifkan DNS saja sudah cukup untuk menghentikan reboot, meskipun server DNS yang digunakan sebenarnya berfungsi normal.
Temuan ini mengindikasikan bahwa kegagalan bukan terletak pada ketersediaan server DNS, melainkan pada cara firmware menangani kegagalan resolusi tertentu. Sampai ada pembaruan atau hotfix resmi dari Cisco, administrator disarankan menerapkan mitigasi sementara yang paling sesuai dengan kebijakan keamanan dan kebutuhan operasional masing-masing.
Insiden ini kembali menegaskan pentingnya pengujian ketat pada komponen dasar seperti DNS dan sinkronisasi waktu dalam perangkat jaringan. Bagi organisasi yang terdampak, pemantauan lanjutan serta kesiapan rencana mitigasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas jaringan hingga perbaikan resmi dirilis.








