Security

Pengadilan Texas Sempat Larang Samsung Melacak Aktivitas Menonton TV, Namun Putusan Dibatalkan

Sebuah pengadilan di Texas sempat mengeluarkan perintah darurat yang melarang Samsung mengumpulkan data aktivitas menonton pengguna smart TV di wilayah Texas. Namun, hanya berselang satu hari, pengadilan yang sama memutuskan untuk membatalkan perintah tersebut, sehingga larangan tersebut tidak lagi berlaku.

Kasus ini bermula ketika Negara Bagian Texas memperoleh temporary restraining order (TRO) yang melarang Samsung mengumpulkan data audio dan visual terkait tayangan yang ditonton konsumen melalui televisi pintar mereka. Perintah tersebut ditujukan kepada Samsung Electronics America Inc. dan Samsung Electronics Co., Ltd., dan sempat berlaku hingga 19 Januari.

Seperti produsen TV besar lainnya, Samsung menggunakan teknologi Automated Content Recognition (ACR). Teknologi ini bekerja dengan mengambil tangkapan layar secara berkala, menganalisis aktivitas menonton, serta mengidentifikasi preferensi konten pengguna. Data tersebut kemudian dimanfaatkan untuk keperluan periklanan yang lebih tertarget.

Jaksa Agung Texas, Ken Paxton, menuding bahwa praktik ACR dilakukan tanpa pengetahuan atau persetujuan yang memadai dari konsumen. Dalam gugatannya, Texas mengklaim bahwa sistem tersebut dapat mengambil tangkapan layar setiap 500 milidetik, dan proses persetujuan yang diterapkan Samsung dinilai menyesatkan serta tidak transparan.

Pengadilan Distrik Collin County menilai bahwa proses pendaftaran ACR berpotensi melanggar Texas Deceptive Trade Practices Act. Dalam dokumen TRO, hakim menyebut bahwa konsumen tidak diberi penjelasan yang jelas mengenai seberapa banyak data yang dikumpulkan, bagaimana data tersebut digunakan, serta adanya kekhawatiran bahwa data pengguna Amerika Serikat dapat diakses oleh pihak di Tiongkok. Pengadilan juga menyoroti desain antarmuka persetujuan yang dinilai membingungkan, mendorong pengguna untuk menyetujui pengumpulan data melalui pola desain manipulatif, dan menyulitkan pengguna untuk benar-benar keluar dari sistem pengumpulan data tersebut.

Namun, sehari setelah perintah tersebut dikeluarkan, hakim yang sama secara sua sponte memutuskan bahwa TRO tersebut tidak seharusnya tetap berlaku dan secara resmi membatalkannya. Dengan keputusan ini, larangan sementara terhadap Samsung pun gugur.

Pihak Samsung kemudian mengonfirmasi bahwa perintah darurat tersebut telah dibatalkan pada 6 Januari. Meski demikian, sidang lanjutan terkait gugatan dari Negara Bagian Texas tetap dijadwalkan berlangsung pada 9 Januari. Pembatalan TRO ini tidak serta-merta mengakhiri perkara hukum yang sedang berjalan, tetapi memastikan bahwa aktivitas pengumpulan data yang dituduhkan tidak dihentikan oleh perintah pengadilan untuk saat ini.

Kasus ini menjadi bagian dari langkah hukum yang lebih luas dari Texas terhadap sejumlah produsen TV pintar lainnya, menyusul kekhawatiran atas praktik pengumpulan data, transparansi persetujuan pengguna, serta isu perlindungan privasi konsumen di era perangkat pintar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button