Gamers Lebih Pilih Pangkas Kapasitas RAM Dibanding Menggunakan SSD di Bawah 512 GB

Dalam sebuah kunjungan media di kantor pusat Lexar di Tiongkok, Grace Su selaku General Manager Lexar Eropa mengungkapkan tren menarik mengenai perilaku belanja para pemain gim saat ini. Berdasarkan temuan internal perusahaan, para pengguna PC ternyata jauh lebih selektif dalam memilih kapasitas penyimpanan dibandingkan memori sistem (RAM).
Meski harga komponen DRAM dan NAND Flash terus mengalami fluktuasi, Lexar mencatat bahwa kit RAM berkapasitas rendah masih tetap laku di pasaran. Sebaliknya, unit SSD dengan kapasitas di bawah 512 GB justru tidak mendapatkan minat yang baik dari konsumen. Hal ini menunjukkan adanya pergeseran prioritas di mana kapasitas penyimpanan menjadi aspek yang tidak bisa dikompromikan.
Menariknya, para antusias dilaporkan lebih memilih untuk kembali menggunakan HDD (Hard Disk Drive) demi mendapatkan ruang penyimpanan yang luas daripada harus terjebak dengan SSD berkapasitas kecil. Pilihan ini sangat masuk akal mengingat ukuran gim modern saat ini sudah lazim menyentuh angka ratusan gigabyte untuk satu judul saja. Memaksakan SSD kecil hanya akan menyulitkan pengguna dalam mengelola perpustakaan gim mereka.
Di sisi lain, lonjakan harga RAM saat ini memang menjadi beban tersendiri bagi para perakit PC. Walaupun 16 GB dianggap sebagai standar minimum untuk menjalankan sistem operasi Windows 11 dengan lancar, kebutuhan untuk gim dan tugas berat lainnya mulai mendorong standar ke angka 32 GB. Sayangnya, harga untuk kit 32 GB saat ini berada di level yang sangat tinggi jika dibandingkan dengan tahun lalu.
Sebagai gambaran, pasar spot untuk modul DDR4 sempat mengalami kenaikan harga yang sangat drastis, mencapai ribuan persen dalam setahun terakhir, dengan koreksi harga yang sangat minim. Meskipun ada harapan untuk penurunan harga di masa mendatang, permintaan industri terhadap teknologi AI yang terus meroket diprediksi akan tetap menjaga harga memori di level yang tinggi untuk waktu yang lebih lama.








