Warga Negara Tiongkok Diekstradisi Terkait Sindikat Penipuan Kripto Senilai $36 Juta

Seorang warga negara Tiongkok telah disidangkan di California setelah diekstradisi dari Belanda atas dugaan keterlibatannya dalam sindikat penipuan investasi mata uang kripto yang meraup hampir $37 juta dari 174 korban di Amerika Serikat.
Dalam skema penipuan yang sering disebut sebagai pig butchering atau romance baiting ini, pelaku kejahatan siber menghubungi target melalui pesan teks acak, media sosial, situs kencan, dan aplikasi pesan singkat untuk membangun kepercayaan. Setelah target lengah, pelaku memikat mereka ke dalam platform investasi palsu dan mencuri uang korban alih-alih menginvestasikannya seperti yang dijanjikan.
Pihak jaksa penuntut menyatakan bahwa tersangka bernama Zhen Zhao (44 tahun), bersama komplotannya di Amerika Serikat dan Kamboja, memperdaya para korban untuk mentransfer dana dalam jumlah besar ke rekening yang dikendalikan oleh pelaku. Komplotan ini merancang situs web palsu yang menyerupai platform perdagangan kripto sungguhan, serta memanipulasi dasbor akun agar seolah-olah nilai investasi aset digital korban terus meningkat.
Alur Pencucian Uang Lintas Negara
Menurut Departemen Kehakiman AS (DOJ), para korban tercatat telah mentransfer dana lebih dari $36,9 juta dari berbagai rekening bank AS ke sebuah rekening di Deltec Bank di Bahama yang dibuka atas nama perusahaan Axis Digital Limited.
Setelah dana masuk, Zhao dan komplotannya mengatur agar Deltec Bank mengonversi uang para korban menjadi stablecoin Tether (USDT). Dana yang telah berbentuk aset kripto tersebut kemudian ditransfer ke dompet digital yang dikendalikan dari Kamboja. Dari titik tersebut, komplotan di Kamboja mendistribusikan USDT kepada para pimpinan pusat penipuan (scam centers) yang tersebar di seluruh kawasan regional.
Status Hukum dan Peningkatan Kasus Penipuan
Zhen Zhao sebelumnya telah didakwa pada Agustus 2025 atas konspirasi untuk melakukan pencucian uang. Jika terbukti bersalah, ia menghadapi ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Delapan kaki tangannya yang merupakan bagian dari sindikat kejahatan internasional yang sama telah mengaku bersalah, di mana dua di antaranya telah dijatuhi hukuman masing-masing 51 bulan dan 46 bulan penjara.
Kasus penipuan berkedok investasi digital kini menjadi salah satu ancaman finansial terbesar. Berdasarkan Laporan Kejahatan Internet FBI tahun 2025, pelaku penipuan investasi berhasil mencuri lebih dari $8,6 miliar sepanjang tahun lalu (berdasarkan 72.984 pengaduan), mencatatkan lonjakan signifikan dari angka $6,5 miliar pada tahun 2024.
Sumber: Department of Justice








