DreamHost Paksa Penyetelan Ulang Kata Sandi Pengguna Akibat “Insiden” Keamanan Berkelanjutan

Penyedia layanan web hosting DreamHost telah memaksa penggunanya untuk melakukan penyetelan ulang (reset) kata sandi pada layanan email dan FTP/SFTP menyusul sebuah insiden keamanan yang mengganggu koneksi ke antarmuka File Manager mereka.
Berdasarkan pembaruan terbaru dari pihak perusahaan, seluruh pemilik akun yang terdampak telah menerima instruksi pemulihan. Para pengguna yang bernaung di bawah akun-akun tersebut dipastikan tidak akan dapat masuk (login) hingga pemilik akun utama mengatur kredensial yang baru.
Sebagai informasi, DreamHost merupakan penyedia layanan hosting dan pendaftar domain asal Amerika Serikat yang menawarkan hosting WordPress, email bisnis, Virtual Private Server (VPS), dedicated server, hingga layanan cloud. Menurut keterangan di situs resminya, DreamHost melayani lebih dari 400.000 pelanggan di lebih dari 100 negara dan menopang setidaknya 1,5 juta situs web serta aplikasi, termasuk 750.000 instalasi WordPress.
Gangguan File Manager dan Indikasi Peretasan Email
DreamHost pada awalnya melaporkan adanya masalah konektivitas yang memengaruhi antarmuka File Manager mereka pada tanggal 23 Oktober 2026. Namun, dampak dari insiden tersebut meluas dengan cepat ke berbagai layanan lainnya.
Sebagai tanggapan, perusahaan memutuskan untuk memblokir akses seluruh pengguna hingga mereka menyelesaikan proses reset kata sandi—sebuah tindakan yang diklaim sebagai langkah pencegahan (precaution). Sepanjang akhir pekan lalu, perusahaan telah mengirimkan instruksi pemulihan secara bertahap dan memberi tahu seluruh pemegang akun yang terdampak. Hingga berita ini diturunkan, insiden tersebut masih berlangsung dan akses ke File Manager tetap belum tersedia.
Dalam notifikasi yang dikirimkan kepada pemegang akun, DreamHost turut menyarankan pengguna untuk meninjau kembali pengaturan setiap alamat email, khususnya pada aturan penerusan pesan (forwarding rules), dan segera menghapus alamat tujuan penerusan yang tidak dikenal.
Instruksi spesifik ini mengindikasikan kemungkinan kuat bahwa sejumlah akun email telah dibobol dan diekspos kepada pihak eksternal. Sayangnya, pihak DreamHost tidak memberikan rincian lebih lanjut mengenai seberapa jauh penetrasi yang terjadi.
Keluhan Pelanggan dan Minimnya Transparansi
Kurangnya transparansi informasi dari pihak DreamHost menuai banyak keluhan, terutama dari para pelanggan lama, yang pada akhirnya memicu spekulasi mengenai apa yang sebenarnya terjadi pada infrastruktur penyedia hosting tersebut.
“Sangat mengganggu menerima email-email ini dengan nol penjelasan tentang apa yang sedang terjadi, dan sangat membuat frustrasi ketika komunitas pengguna harus menebak-nebak sendiri,” keluh salah seorang pelanggan.
Perusahaan juga menyatakan bahwa mereka tidak memiliki kemampuan untuk menghubungi pengguna kotak masuk email atau FTP individual secara langsung. Oleh karena itu, mereka mendesak para pemilik akun utama untuk menginformasikan masalah ini kepada pengguna layanan mereka masing-masing melalui panggilan telepon, pesan teks, atau metode lain di luar email, mengingat pengguna yang kata sandinya disetel ulang tidak akan dapat mengakses akun email mereka sama sekali.
Selain itu, para pengguna sangat disarankan untuk segera mengubah kata sandi di platform atau layanan lain apabila mereka menggunakan kata sandi yang sama (reused passwords) dengan yang digunakan di DreamHost. Hingga saat ini, pihak DreamHost masih belum memberikan tanggapan resmi kepada media terkait jumlah pasti akun yang terdampak maupun apakah ada berkas atau pesan pelanggan yang terekspos akibat insiden ini.
Sumber: BleepingComputer








