Kelompok Siber ShinyHunters Bocorkan Data 12,9 Juta Akun Pelanggan dan Karyawan Carhartt di Dark Web

Kelompok pemeras siber (extortion group) ternama ShinyHunters merilis arsip data sensitif milik raksasa produsen pakaian kerja dan streetwear asal Amerika Serikat, Carhartt, ke situs kebocoran data di dark web. Menurut analisis platform pemantau kebocoran data Have I Been Pwned, insiden pembobolan ini berdampak langsung pada lebih dari 12,9 juta akun.
Tindakan penyebaran berkas berukuran lebih dari 50 GB tersebut dilakukan ShinyHunters setelah upaya pemerasan senilai 3,3 juta dolar AS ditolak secara tegas oleh pihak Carhartt melalui perunding internal mereka.
Kompromi Platform Analitik Databricks dan Rincian Data yang Terekspos
Berdasarkan investigasi Troy Hunt, pendiri Have I Been Pwned, kebocoran data ini berakar dari penyusupan ke platform analitik berbasis komputasi awan Databricks milik Carhartt:
- Informasi Pribadi Pelanggan (PII): Berkas yang bocor memuat data identitas pelanggan asli secara masif, meliputi alamat email unik, nama lengkap, nomor telepon, alamat fisik, serta metadata program loyalitas (royalty info).
- Data Karyawan Internal: Ditemukan lebih dari 15.000 data karyawan aktif dengan domain resmi @carhartt.com di dalam basis data yang dicuri.
- Penyaringan Data Sintetis: Laporan mengonfirmasi bahwa jutaan data buatan/sintetis (synthetic records) untuk pengujian sistem turut terbawa dalam arsip curian, namun telah dipisahkan dari penghitungan total 12,9 juta akun individu riil yang terdampak.
Rekam Jejak Operasi Serangan Siber ShinyHunters
Kelompok ShinyHunters dikenal luas atas rangkaian serangan pencurian data korporasi berskala global. Selama beberapa periode terakhir, kelompok ini tercatat mengklaim bertanggung jawab atas sejumlah insiden siber besar:
- Eksploitasi Zero-Day & Cloud Platform: Membobol belasan pelanggan platform Snowflake, ratusan pengguna Salesforce (kampanye Salesforce Aura dan Salesloft Drift dengan klaim 1,5 miliar rekaman), serta eksploitasi celah zero-day Oracle PeopleSoft yang menyerang lebih dari 100 organisasi.
- Deretan Korban Multinasional: Menargetkan berbagai entitas global ternama seperti Komisi Eropa, Google, Cisco, Match Group, Rockstar Games, McGraw Hill, hingga jaringan ritel 7-Eleven.
Hingga saat ini, pihak manajemen Carhartt belum memberikan pernyataan resmi publik terkait rincian langkah hukum dan mitigasi lanjutan atas kebocoran basis data analitik tersebut.








