Palo Alto Networks Peringatkan Celah Keamanan RCE PAN-OS yang Dieksploitasi dalam Serangan

Palo Alto Networks secara resmi merilis pembaruan keamanan mendesak untuk menambal kerentanan Remote Code Execution (RCE) berstatus keparahan tinggi (high-severity) pada sistem operasi PAN-OS. Celah keamanan zero-day yang dilacak dengan kode identifikasi CVE-2026-0322 ini dilaporkan telah dieksploitasi secara aktif dalam serangan siber yang menargetkan perangkat firewall.
Berdasarkan buletin keamanan yang dipublikasikan pada hari Rabu, kerentanan tersebut berdampak langsung pada antarmuka manajemen (management interface) PAN-OS, di mana penyerang yang telah mengantongi kredensial serta memiliki akses jaringan dapat mengeksekusi kode berbahaya sebagai root pada perangkat yang rentan.
Palo Alto Networks mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mendeteksi adanya eksploitasi terbatas di lapangan. Menurut catatan perusahaan, serangan tersebut terdeteksi menyasar antarmuka manajemen perangkat keras dan virtual milik mereka.
Celah keamanan yang mengantongi skor tingkat keparahan 8.6 ini berdampak pada lini perangkat firewall seri PA-Series dan VM-Series, serta perangkat manajemen Panorama versi virtual dan perangkat keras M-Series. Meski demikian, pihak Palo Alto memastikan bahwa layanan Cloud NGFW dan Prisma Access aman dari celah ini dan tidak terdampak.
Syarat Eksploitasi dan Langkah Mitigasi
Agar dapat mengeksploitasi kerentanan CVE-2026-0322, penyerang membutuhkan dua syarat utama, yakni kepemilikan kredensial yang sah serta akses jaringan menuju antarmuka manajemen PAN-OS. Oleh karena itu, Palo Alto Networks sangat menyertakan rekomendasi keras agar para administrator segera membatasi akses ke antarmuka manajemen hanya pada alamat IP internal yang tepercaya (trusted internal IP addresses).
Pihak pengembang telah meluncurkan patch perbaikan untuk berbagai versi PAN-OS yang mencakup seri 10.2, 11.1, 11.2, 12.1, dan 12.2. Sementara itu, pembaruan khusus untuk versi PAN-OS 11.2.16 dijadwalkan akan dirilis pada tanggal 15 Oktober ini. Bagi pelanggan yang masih menjalankan versi perangkat lunak lama yang sudah tidak didukung (unsupported versions), mereka diwajibkan untuk segera melakukan upgrade ke rilis yang masih aktif menerima dukungan.
Palo Alto menyatakan bahwa tidak ada solusi alternatif (workarounds) permanen selain melakukan pembaruan sistem. Kendati demikian, bagi pelanggan yang telah berlangganan layanan Threat Prevention, mereka dapat mengaktifkan signature tertentu untuk memberikan perlindungan terbatas terhadap pola serangan yang sudah dikenali.
Meskipun demikian, pihak keamanan memperingatkan bahwa cakupan perlindungan dari Threat Prevention ini bersifat terbatas. Artinya, meskipun ID ancaman yang berlaku saat ini dapat mengidentifikasi pola serangan yang umum, variasi serangan baru mungkin saja lolos dari deteksi. Jika lingkungan jaringan terdampak oleh CVE-2026-0322 dan memenuhi konfigurasi terekspos, langkah mutlak yang harus diambil adalah segera memperbarui sistem ke versi yang tidak rentan.
Kerentanan kritis ini pertama kali ditemukan secara internal oleh Suraj Siddharudh, selaku senior principal product security researcher di Palo Alto Networks. Bersamaan dengan rilis penambalan ini, perusahaan turut mempublikasikan tiga alamat IP yang terdeteksi aktif mengeksploitasi celah tersebut, yaitu 66.42.72[.]14, 208.83.239[.]114, dan 149.248.47[.]234.
Menanggapi eskalasi ancaman ini, Badan Keamanan Siber dan Infrastruktur Amerika Serikat (CISA) telah memasukkan CVE-2026-0322 ke dalam katalog kerentanan yang dieksploitasi secara aktif (Known Exploited Vulnerabilities / KEV). CISA memberikan instruksi wajib bagi seluruh instansi sipil federal di AS untuk segera memitigasi kerentanan ini paling lambat tanggal 17 Oktober.
Sumber: Palo Alto Networks Security Advisory








