Security

Operator Taksi Terbesar di Jepang Lumpuh Sebagian Akibat Serangan Siber

Operator taksi terbesar di Jepang, Nihon Kotsu, mengonfirmasi bahwa sistem internal perusahaan menjadi korban serangan siber yang memaksa mereka mematikan sebagian infrastruktur untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

Insiden yang terjadi pada Sabtu dini hari tersebut mengganggu berbagai layanan penting, termasuk sistem pemesanan dan dispatch taksi yang hingga kini masih belum sepenuhnya pulih.

Sistem Internal Terinfeksi Malware

Dalam pernyataan resminya, Nihon Kotsu menyebut bahwa pihaknya mendeteksi adanya akses ilegal dari pihak luar yang disertai infeksi malware pada sistem internal perusahaan.

Segera setelah insiden terdeteksi, perusahaan mengambil langkah darurat dengan memutus koneksi sejumlah sistem guna mencegah penyebaran serangan.

Saat ini, perusahaan masih bekerja sama dengan pakar keamanan siber eksternal untuk melakukan investigasi sekaligus memulihkan layanan yang terdampak.

Berbagai Layanan Tidak Dapat Digunakan

Akibat serangan tersebut, sejumlah layanan utama Nihon Kotsu mengalami gangguan, antara lain:

  • Sistem dispatch atau pengiriman armada taksi.
  • Layanan pemesanan kendaraan melalui telepon.
  • Pemesanan kendaraan melalui website.
  • Sistem manajemen reservasi.
  • Beberapa sistem operasional internal perusahaan.

Sebagai solusi sementara, pelanggan tetap dapat memesan kendaraan melalui aplikasi GO Taxi atau langsung mendatangi pangkalan taksi Nihon Kotsu terdekat.

Layanan Khusus Ibu Hamil Ikut Dihentikan

Perusahaan juga mengumumkan penghentian sementara layanan labor taxi, yaitu layanan transportasi khusus bagi ibu hamil yang akan menuju rumah sakit menjelang proses persalinan.

Gangguan layanan ini berlaku di beberapa wilayah, yaitu:

  • Tokyo
  • Musashino
  • Mitaka
  • Tachikawa
  • Yokohama
  • Saitama

Belum ada informasi mengenai kapan layanan tersebut akan kembali beroperasi.

Investigasi Kebocoran Data Masih Berlangsung

Selain memulihkan sistem, Nihon Kotsu juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya pencurian data selama insiden berlangsung.

Hingga saat ini perusahaan menyatakan belum menemukan bukti bahwa data pelanggan telah bocor, namun kemungkinan tersebut masih terus diselidiki.

Apabila nantinya ditemukan adanya kebocoran informasi, Nihon Kotsu berjanji akan memberikan pemberitahuan resmi kepada pelanggan yang terdampak.

Pelanggan Diminta Waspada Phishing

Selama proses investigasi berlangsung, Nihon Kotsu mengimbau pelanggan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi serangan lanjutan.

Pelanggan diminta agar:

  • Tidak membuka lampiran email yang mencurigakan dan mengatasnamakan Nihon Kotsu.
  • Tidak mengklik tautan dari pesan yang tidak dapat dipastikan keasliannya.
  • Hanya mengikuti informasi yang dipublikasikan melalui kanal resmi perusahaan.

Belum Ada Kelompok Hacker yang Mengaku Bertanggung Jawab

Hingga artikel ini ditulis, belum ada kelompok ransomware maupun geng pemerasan siber yang mengklaim bertanggung jawab atas serangan terhadap Nihon Kotsu.

Motif serangan serta dampak sebenarnya terhadap sistem dan data perusahaan masih menunggu hasil investigasi lebih lanjut.

Sumber: Nihon Kotsu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button