Gaming

Grand Theft Auto VI Dilaporkan Bakal Dilarang Tayang di Beberapa Negara

Bukan rahasia lagi jika waralaba Grand Theft Auto selalu lekat dengan kontroversi di setiap peluncuran seri terbarunya. Tren ini tampaknya akan kembali berlanjut pada seri Grand Theft Auto VI (GTA VI). Menjelang jadwal perilisan resminya yang tinggal menghitung bulan, game ambisius besutan Rockstar Games ini dilaporkan bakal dilarang rilis (banned) di sejumlah negara.

Kabar mengenai pembatasan wilayah ini terendus secara tidak langsung melalui pembaruan dokumen FAQ (Pertanyaan yang Sering Diajukan) pada halaman produk resmi GTA VI di PlayStation Store. Di dalam dokumen tersebut, Sony merilis daftar wilayah hukum yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (ineligible) untuk mengklaim bonus gratis satu bulan layanan GTA+ dari pemesanan awal (pre-order).

Negara-negara yang masuk dalam daftar hitam pembatasan tersebut meliputi:

  • Bahrain
  • China
  • Kuwait
  • Lebanon
  • Oman
  • Qatar
  • Federasi Rusia
  • Taiwan

Meskipun pengumuman resmi tersebut baru membatasi akses distribusi untuk bonus digital GTA+, para pengamat industri menilai bahwa daftar negara tersebut menjadi indikator kuat di mana game fisik maupun digital GTA VI tidak akan dipasarkan secara resmi di wilayah-wilayah tersebut akibat terganjal regulasi lokal.

Dampak Distribusi dan Cara Alternatif bagi Pemain

Adanya kebijakan boikot atau pelarangan ini dipastikan akan membuat toko retail game konvensional di negara-negara tersebut mustahil untuk memajang atau menjual kepingan Blu-ray fisik GTA VI secara legal.

Kendati demikian, kebijakan banned di tingkat negara ini bukan berarti menutup total peluang para gamer setempat untuk mencicipi petualangan Jason dan Lucia. Sejarah mencatat bahwa para pemain di wilayah terlarang biasanya tetap bisa memainkan game ini melalui dua jalur alternatif:

  1. Impor Kepingan Fisik: Membeli kepingan kaset fisik yang diimpor secara independen dari negara tetangga yang tidak menerapkan kebijakan boikot.
  2. Manipulasi Wilayah Akun Digital: Menggunakan akun PlayStation Network (PSN) atau Xbox Live yang didaftarkan menggunakan domisili negara lain yang status distribusinya legal (seperti wilayah Amerika Serikat atau Singapura) untuk membeli versi digital.

Alasan di Balik Kebijakan Boikot

Hingga saat ini, baik pihak Rockstar Games maupun pemerintah dari masing-masing negara terkait belum memberikan pernyataan resmi mengenai alasan spesifik di balik pemblokiran wilayah ini. Namun, jika berkaca pada rekam jejak seri-seri terdahulu, lini game GTA kerap memicu sensor ketat karena menyajikan konten eksplisit, kekerasan vulgar, referensi zat terlarang dan alkohol, komedi satir politik, hingga unsur seksualitas yang berseberangan dengan norma hukum di beberapa negara berdaulat.

Sebagai contoh pada kasus terdahulu, konten ekspansi Diamond Casino & Resort pada GTA Online di tahun 2019 lalu juga sempat dilarang beroperasi di puluhan negara karena dianggap melanggar undang-undang anti-perjudian setempat. Mengingat GTA VI digadang-gadang akan menjadi evolusi open-world yang jauh lebih realistis, tidak mengherankan jika konten di dalamnya memicu alarm sensor yang lebih sensitif bagi negara-negara yang memiliki hukum sensor ketat.

Sumber: PlayStation Store Product Page Advisory

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button