Produsen DRAM Digugat di AS, Samsung, SK Hynix, dan Micron Dituduh Atur Harga Memori

Tiga produsen DRAM terbesar di dunia, yakni Samsung Electronics, SK hynix, dan Micron Technology, menghadapi gugatan class action di Amerika Serikat atas dugaan praktik price-fixing dan perilaku menyerupai kartel yang dituding menyebabkan harga memori komputer tetap tinggi di pasaran.
Gugatan tersebut menuduh ketiga perusahaan secara bersama-sama membatasi pasokan DRAM untuk menjaga harga tetap tinggi, sehingga konsumen harus membayar jauh lebih mahal dibandingkan kondisi pasar yang kompetitif.
Harga DDR5 Disebut Melonjak Drastis
Dalam dokumen gugatan disebutkan bahwa harga DDR5 untuk konsumen mengalami kenaikan yang sangat tajam dalam kurun waktu sekitar satu tahun.
Salah satu penyebab yang disoroti adalah perubahan fokus produksi para produsen DRAM yang kini lebih banyak mengalokasikan kapasitas manufaktur untuk memproduksi High Bandwidth Memory (HBM).
HBM saat ini menjadi komponen yang sangat dibutuhkan pada GPU AI berperforma tinggi, sehingga permintaannya meningkat pesat seiring berkembangnya industri kecerdasan buatan.
Selain itu, gugatan juga menyebut bahwa sebagian besar kapasitas produksi telah dipesan melalui kontrak jangka panjang yang bahkan disebut berlangsung hingga tahun 2030. Kondisi tersebut dinilai mengurangi pasokan DRAM konvensional untuk pasar PC dan perangkat konsumen.
Menuntut Produksi DRAM Konsumen Dipulihkan
Melalui gugatan tersebut, para penggugat meminta agar produsen memulihkan kapasitas produksi DRAM yang ditujukan untuk konsumen sehingga ketersediaan modul memori di pasar kembali meningkat.
Menurut mereka, kelangkaan pasokan yang terjadi saat ini bukan semata-mata akibat permintaan pasar, melainkan karena keputusan produksi yang dianggap sengaja membatasi suplai.
Apple Ikut Disebut dalam Gugatan
Sebagai salah satu contoh dampak kenaikan harga memori, gugatan tersebut juga menyinggung keputusan Apple yang baru-baru ini menaikkan harga berbagai produknya, termasuk Mac dan iPhone.
Dalam gugatan disebutkan bahwa meningkatnya biaya komponen memori menjadi salah satu faktor yang memengaruhi kenaikan harga perangkat tersebut.
Dugaan Praktik Kartel
Para penggugat menuduh Samsung, SK hynix, dan Micron melakukan koordinasi harga yang mengarah pada praktik kartel.
Mereka juga mengutip kasus serupa yang pernah terjadi pada awal tahun 2000-an. Saat itu, Departemen Kehakiman Amerika Serikat (U.S. Department of Justice) menjatuhkan denda ratusan juta dolar kepada sejumlah produsen DRAM terkait praktik penetapan harga.
Selain sanksi finansial, beberapa eksekutif perusahaan pada masa itu juga dijatuhi hukuman pidana.
Belum Ada Putusan Pengadilan
Hingga berita ini diterbitkan, gugatan tersebut masih berada pada tahap awal proses hukum.
Belum ada putusan pengadilan yang menyatakan Samsung, SK hynix, maupun Micron terbukti melakukan pelanggaran hukum. Ketiga perusahaan juga belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan dalam gugatan tersebut.
Apabila gugatan ini berlanjut, proses persidangan diperkirakan akan menjadi perhatian industri semikonduktor global karena melibatkan tiga produsen DRAM terbesar yang menguasai sebagian besar pasar memori dunia.
Sumber: Wccftech








