
NVIDIA dikabarkan akan meluncurkan platform RTX Spark pada 7 Oktober, menandai langkah perusahaan memasuki pasar laptop dan mini PC berbasis Arm secara lebih langsung. Jadwal tersebut muncul melalui teaser yang dipublikasikan akun Windows milik Microsoft dan diperkuat oleh akun NVIDIA RTX Spark.
Platform baru ini akan menggunakan NVIDIA N1X, SoC berbasis Arm yang menggabungkan CPU Grace dengan integrated GPU berarsitektur Blackwell. Sejumlah produsen PC besar juga disebut akan menjadi launch partner, termasuk Acer, ASUS, Dell, MSI, HP, Microsoft, dan Lenovo.
Salah satu perangkat yang sebelumnya telah diperlihatkan adalah ASUS ProArt 16 terbaru untuk segmen creator, yang disebut akan menggunakan SoC NVIDIA RTX Spark N1X.
RTX Spark Meluncur 7 Oktober
Teaser terbaru memberikan tanggal 7 Oktober sebagai jadwal peluncuran lini RTX Spark untuk laptop dan mini PC.
Kehadiran platform ini menarik karena NVIDIA selama ini lebih dikenal sebagai pemasok discrete GPU untuk PC, sementara RTX Spark memperluas perannya melalui SoC yang menggabungkan CPU dan GPU dalam satu platform.
NVIDIA juga telah mempersiapkan software ecosystem untuk mendukung silicon tersebut.
Perusahaan baru-baru ini memperkenalkan RTX Kit 2026.3 bersama RTX Mega Geometry SDK 2.0, yang menyediakan berbagai teknologi untuk neural rendering dan path tracing.
Dukungan software menjadi bagian penting dari strategi tersebut karena hardware RTX Spark akan membawa GPU Blackwell ke perangkat berbasis Arm.

NVIDIA N1X Punya CPU Grace hingga 20 Core
NVIDIA N1X dilaporkan akan tersedia dalam dua konfigurasi.
Varian tertinggi disebut menggunakan CPU Grace 20 core yang dipadukan dengan GPU Blackwell berisi 6.144 CUDA core.
Konfigurasi ini dirancang untuk digunakan pada laptop maupun mini PC.
NVIDIA disebut menyiapkan dukungan LPDDR5X unified memory mulai 24 GB hingga 128 GB. Kapasitas hingga 128 GB menjadi salah satu aspek menarik karena CPU dan GPU dapat mengakses memory pool yang sama.
Unified memory juga berpotensi memberikan keuntungan pada workload yang membutuhkan kapasitas memory besar, termasuk artificial intelligence, content creation, rendering, dan aplikasi profesional tertentu.
Varian Kedua Gunakan 18 Core dan 5.120 CUDA Core
Konfigurasi N1X kedua dilaporkan sedikit lebih rendah dengan CPU Grace 18 core.
GPU Blackwell pada varian ini memiliki 5.120 CUDA core, sementara kapasitas LPDDR5X unified memory disebut berada pada rentang 24 GB hingga 32 GB.
Berbeda dengan varian tertinggi yang dapat digunakan pada laptop maupun mini PC, konfigurasi 18 core dilaporkan secara khusus diarahkan untuk laptop.
Perangkat berbasis chip tersebut nantinya akan masuk dalam kategori Copilot+ PC dan menjalankan Windows 11 for Arm.
Kehadiran N1X berpotensi menambah persaingan di ekosistem Windows on Arm yang sebelumnya banyak mengandalkan platform Qualcomm Snapdragon, sementara AMD dan Intel tetap mendominasi pasar Windows PC berbasis x86.
GPU Blackwell Terintegrasi dalam SoC
Salah satu aspek penting RTX Spark adalah penggunaan GPU berbasis arsitektur Blackwell langsung di dalam SoC.
Pada konfigurasi tertinggi, jumlah 6.144 CUDA core menunjukkan bahwa NVIDIA tidak hanya menargetkan kebutuhan grafis dasar seperti integrated GPU konvensional.
Platform ini berpotensi digunakan untuk workload yang memanfaatkan CUDA, neural rendering, ray tracing, serta AI acceleration.
Namun, jumlah CUDA core saja belum cukup untuk menentukan performa sebenarnya. Faktor seperti clock speed, memory bandwidth, power limit, cooling, dan konfigurasi final masing-masing perangkat akan sangat memengaruhi performa.
Benchmark independen tetap diperlukan untuk mengetahui bagaimana N1X dibandingkan dengan CPU dan GPU laptop konvensional.
ASUS hingga Dell Siapkan Perangkat RTX Spark
NVIDIA dikabarkan telah mendapatkan dukungan dari sejumlah produsen PC besar untuk peluncuran RTX Spark.
Nama yang disebut mencakup Acer, ASUS, Dell, MSI, HP, Microsoft, dan Lenovo, bersama sejumlah OEM lainnya.
ASUS menjadi salah satu produsen yang telah memberikan petunjuk mengenai produk berbasis platform tersebut melalui ProArt 16 terbaru.
Laptop creator itu dijadwalkan hadir pada Oktober dengan SoC NVIDIA N1X.
Keterlibatan banyak OEM sejak tahap awal dapat menjadi faktor penting dalam menentukan seberapa cepat RTX Spark memperoleh tempat di pasar laptop Windows.
NVIDIA Masuk Lebih Dalam ke Pasar PC Berbasis Arm
RTX Spark berpotensi menjadi salah satu ekspansi hardware terbesar NVIDIA di pasar consumer PC.
Perusahaan tidak lagi hanya menyediakan GPU untuk dipasangkan dengan prosesor dari Intel atau AMD, tetapi menawarkan platform yang menggabungkan CPU Arm Grace, GPU Blackwell, dan unified memory dalam satu desain.
Konfigurasi tertinggi dengan CPU 20 core, 6.144 CUDA core, serta LPDDR5X hingga 128 GB menunjukkan bahwa platform tersebut juga dapat diarahkan untuk workload profesional dan AI yang lebih berat.
Sementara itu, konfigurasi 18 core dengan 5.120 CUDA core dan memory hingga 32 GB lebih difokuskan pada laptop Copilot+ PC.
Detail final mengenai spesifikasi, performa, konsumsi daya, serta perangkat pertama berbasis RTX Spark diperkirakan akan menjadi lebih jelas saat platform tersebut diperkenalkan pada 7 Oktober.
Sumber: NVIDIA dan Microsoft








