
NVIDIA kembali menjadi sorotan setelah muncul laporan bahwa perusahaan tidak lagi menerima pesanan baru untuk GeForce RTX 5090 dari salah satu mitra produsen kartu grafisnya. Informasi ini muncul di tengah rumor penghentian produksi GPU flagship berbasis arsitektur Blackwell tersebut, meskipun NVIDIA sebelumnya telah membantah bahwa RTX 5090 memasuki masa End of Life (EOL).
Laporan terbaru berasal dari overclocker dan pengulas hardware asal Jerman, Roman Hartung, yang lebih dikenal sebagai der8auer. Berdasarkan informasi yang diperolehnya dari mitra Add-in Board (AIB) NVIDIA, pemesanan paket GPU GB202 beserta memori GDDR7 berkapasitas 32 GB yang digunakan pada RTX 5090 kini tidak lagi tersedia.
Situasi tersebut berbeda dari kelangkaan komponen sebelumnya, ketika produsen kartu grafis masih diperbolehkan melakukan backorder untuk mendapatkan pasokan pada kemudian hari.
Kini, opsi tersebut dilaporkan sudah tidak tersedia, sehingga memunculkan pertanyaan mengenai kelanjutan produksi GeForce RTX 5090 menjelang 2027.
Mitra NVIDIA Tidak Bisa Lagi Memesan GPU GB202 dan GDDR7 32 GB
Dalam laporannya, der8auer mengungkap pernyataan dari salah satu mitra AIB NVIDIA yang identitasnya tidak dipublikasikan.
Produsen tersebut mengonfirmasi bahwa NVIDIA belum mengirimkan pemberitahuan resmi mengenai penghentian produksi GeForce RTX 5090.
Namun, perusahaan mengaku saat ini tidak dapat lagi memesan paket lengkap yang terdiri dari GPU GB202 dan memori GDDR7 berkapasitas 32 GB.
Kedua komponen tersebut merupakan bagian utama yang dibutuhkan produsen untuk merakit kartu grafis RTX 5090 versi custom.
Mitra AIB juga mengaku tidak mengetahui apakah NVIDIA akan kembali membuka pemesanan komponen tersebut pada masa mendatang.
Yang menarik, kondisi ini disebut berbeda dari situasi kelangkaan pasokan yang sebelumnya pernah terjadi.
Dalam beberapa kesempatan terdahulu, NVIDIA memang pernah mengalami keterbatasan pasokan GPU. Namun, mitra AIB tetap dapat menempatkan pesanan melalui mekanisme backorder dan menunggu hingga komponen tersedia.
Kali ini, mekanisme pemesanan tersebut dilaporkan tidak dapat digunakan.
Hal ini menimbulkan dugaan bahwa NVIDIA mungkin telah mengubah kebijakan distribusi GPU GB202 atau sedang mengurangi alokasi komponen untuk kartu grafis GeForce RTX 5090.
Meski demikian, laporan dari satu mitra AIB belum cukup untuk memastikan bahwa pembatasan serupa berlaku terhadap seluruh produsen kartu grafis NVIDIA.
Produsen Cooler Juga Laporkan Penurunan Pesanan RTX 5090
Indikasi berkurangnya aktivitas produksi RTX 5090 juga muncul dari industri komponen pendukung kartu grafis.
Der8auer memperoleh informasi dari salah satu produsen sistem pendingin yang memasok heatsink untuk kartu grafis RTX 5090.
Menurut perusahaan tersebut, dua mitra AIB telah mengurangi proyeksi pemesanan heatsink RTX 5090 secara signifikan untuk kuartal pertama 2027 dibandingkan kuartal ketiga 2026.
Bahkan, hingga laporan ini disampaikan, produsen pendingin tersebut belum menerima pesanan heatsink RTX 5090 untuk kuartal kedua 2027.
Informasi ini menjadi perhatian karena produsen kartu grafis biasanya melakukan perencanaan pengadaan komponen beberapa bulan sebelum proses produksi.
Heatsink dan sistem pendingin merupakan komponen penting bagi RTX 5090, mengingat kartu grafis tersebut memiliki Total Graphics Power (TGP) sebesar 575 watt.
Kebutuhan pendinginan yang tinggi membuat produsen AIB harus merancang sistem heatsink khusus untuk mempertahankan stabilitas temperatur GPU dan memori selama beroperasi.
Penurunan proyeksi pemesanan komponen pendingin dapat mengindikasikan bahwa mitra AIB memperkirakan volume produksi RTX 5090 akan menurun pada tahun depan.
Namun, tidak adanya pesanan dari dua mitra kepada satu pemasok belum membuktikan bahwa seluruh produksi RTX 5090 akan dihentikan.
Perubahan pemasok, penyesuaian inventaris, maupun penundaan jadwal produksi juga dapat memengaruhi jumlah pesanan komponen.
NVIDIA Sebelumnya Bantah RTX 5090 Akan Dihentikan
Sebelum laporan terbaru muncul, NVIDIA telah memberikan tanggapan terhadap rumor yang menyebut GeForce RTX 5090 akan dihentikan produksinya.
Perusahaan menegaskan bahwa RTX 5090 belum memasuki status End of Life dan masih menjadi bagian dari jajaran produk GeForce yang dipasarkan.
NVIDIA juga mengakui adanya keterbatasan kapasitas rantai pasokan yang membuat ketersediaan kartu grafis tersebut lebih terbatas.
Pernyataan ini sebelumnya disampaikan ketika rumor mengenai penghentian produksi RTX 5090 mulai beredar, termasuk dugaan bahwa GPU tersebut akan dipensiunkan pada Januari 2027.
Meski NVIDIA telah membantah rumor tersebut, laporan terbaru dari mitra AIB menunjukkan adanya perbedaan antara status produk secara resmi dan ketersediaan komponen untuk produksi.
Secara teknis, sebuah produk masih dapat berstatus aktif meskipun pasokan baru ke produsen atau distributor sedang dibatasi.
Kondisi ini memungkinkan kartu grafis tetap tersedia melalui stok yang sudah diproduksi sebelumnya, sementara aktivitas produksi baru berjalan dalam volume lebih kecil.
Karena itu, laporan mengenai penghentian penerimaan pesanan belum dapat disamakan dengan konfirmasi bahwa NVIDIA telah menghentikan produksi RTX 5090.
Pasokan Memori GDDR7 Diduga Menjadi Salah Satu Faktor
Salah satu kemungkinan yang muncul adalah perubahan mekanisme distribusi GPU dan memori kepada mitra AIB.
Selama ini, produsen kartu grafis dapat memperoleh paket GPU beserta memori yang dibutuhkan melalui skema pasokan dari NVIDIA.
Untuk RTX 5090, paket tersebut terdiri dari GPU GB202 berbasis Blackwell dan memori GDDR7 berkapasitas 32 GB.
Apabila NVIDIA tidak lagi menyediakan paket tersebut secara lengkap, mitra AIB mungkin harus mencari sumber pasokan memori secara terpisah.
Namun, skenario ini masih bersifat spekulatif karena belum ada konfirmasi mengenai perubahan resmi kebijakan distribusi komponen.
Di sisi lain, meningkatnya kebutuhan memori untuk infrastruktur AI dan data center juga menjadi perhatian industri semiconductor.
Permintaan tinggi terhadap berbagai jenis memori berpotensi memengaruhi kapasitas produksi dan prioritas alokasi dari pemasok.
NVIDIA sendiri memiliki portofolio GPU profesional dan workstation berbasis arsitektur Blackwell, termasuk RTX PRO yang menyasar kebutuhan komputasi AI dan aplikasi profesional.
Hal tersebut memunculkan spekulasi bahwa NVIDIA dapat memprioritaskan sebagian kapasitas produksi GPU untuk produk profesional dengan nilai jual lebih tinggi.
Namun, belum terdapat bukti resmi bahwa GPU GB202 yang sebelumnya dialokasikan untuk RTX 5090 telah dialihkan ke lini produk tersebut.
Apakah GeForce RTX 5090 Akan Berakhir pada Januari 2027?
Rumor mengenai penghentian produksi GeForce RTX 5090 sebenarnya telah beredar sebelum munculnya laporan terbaru dari der8auer.
Sejumlah informasi tidak resmi menyebut bahwa NVIDIA berencana mengakhiri produksi RTX 5090 pada Januari 2027.
Apabila rencana tersebut benar, NVIDIA berpotensi mulai mengurangi distribusi komponen kepada mitra AIB sebelum akhir 2026.
Penurunan pemesanan heatsink untuk awal 2027 serta tidak tersedianya opsi backorder GPU dapat dianggap sejalan dengan skenario tersebut.
Namun, kedua indikasi tersebut belum memberikan kepastian mengenai waktu penghentian produksi.
NVIDIA juga belum mengumumkan produk pengganti RTX 5090 untuk segmen gaming kelas tertinggi.
Dengan demikian, belum dapat dipastikan apakah perusahaan sedang mempersiapkan transisi menuju kartu grafis baru atau hanya melakukan penyesuaian sementara terhadap kapasitas produksi.
Jadwal Januari 2027 juga masih sebatas rumor dan belum menjadi tanggal End of Life resmi.
Ketersediaan RTX 5090 Berpotensi Semakin Terbatas
Bagi konsumen, persoalan utama dari laporan ini adalah kemungkinan semakin terbatasnya ketersediaan GeForce RTX 5090 di pasar.
RTX 5090 merupakan kartu grafis gaming flagship NVIDIA dengan GPU Blackwell GB202, 21.760 CUDA Cores, serta memori GDDR7 sebesar 32 GB melalui memory interface 512-bit.
Kartu grafis tersebut diluncurkan dengan harga resmi mulai US$1.999, meskipun harga model custom dan penawaran di pasar dapat jauh lebih tinggi.
Jika mitra AIB kesulitan memperoleh GPU dan memori untuk produksi baru, ketersediaan RTX 5090 di tingkat distributor dan retailer berpotensi semakin bergantung pada stok yang sudah ada.
Dalam kondisi permintaan yang tetap tinggi, keterbatasan pasokan dapat memberikan tekanan tambahan terhadap harga jual.
Namun, dampaknya terhadap harga masih bergantung pada inventaris yang tersedia, permintaan konsumen, dan kemampuan produsen mempertahankan distribusi produk.
Untuk saat ini, konsumen sebaiknya tidak menganggap laporan tersebut sebagai konfirmasi bahwa RTX 5090 sudah dihentikan produksinya.
Informasi dari mitra AIB menunjukkan adanya kendala pasokan yang lebih serius dibandingkan sebelumnya, tetapi status resmi GeForce RTX 5090 masih belum berubah.
NVIDIA tetap menyatakan bahwa kartu grafis tersebut belum dihentikan dan pengirimannya akan terus berlanjut.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada apakah NVIDIA kembali membuka pemesanan GPU GB202 dan GDDR7 untuk mitra AIB, atau justru mengumumkan perubahan resmi terhadap kelanjutan produksi RTX 5090.
Sumber: Does NVIDIA Even Care About Gamers? The End of RTX 5090 – der8auer








