News

Microsoft Uji Coba Fitur Quick Machine Recovery Lebih Cepat di Windows 11

Microsoft kini tengah menguji versi terbaru dari fitur Quick Machine Recovery (QMR) di Windows 11 yang diklaim lebih cepat dan efisien dalam menangani kegagalan boot sistem. Selain itu, pembaruan ini juga membawa peningkatan pada Smart App Control (SAC), memungkinkan pengguna mengaktifkan atau menonaktifkan fitur tersebut tanpa perlu melakukan clean install Windows.


🔹 Pemulihan Cepat Tanpa Akses Fisik

QMR dirancang untuk membantu administrator TI memperbaiki kegagalan boot Windows dari jarak jauh — tanpa harus memiliki akses langsung ke perangkat.

Ketika sistem gagal melakukan boot akibat perubahan konfigurasi atau pembaruan driver bermasalah, Windows akan secara otomatis masuk ke Windows Recovery Environment (WinRE) dan meluncurkan Quick Machine Recovery Tool. Melalui koneksi internet, alat ini mengirimkan data kerusakan ke Microsoft untuk mendiagnosis masalah, menghapus pembaruan bermasalah, serta menyesuaikan pengaturan sistem agar perangkat dapat kembali menyala normal.

Dalam versi terbaru yang dirilis untuk pengujian Windows Insider Build 26220.7070 (KB5070300), Microsoft mengubah cara kerja QMR agar melakukan pemindaian satu kali saja, alih-alih berulang-ulang dalam loop seperti versi sebelumnya.

“Pada PC yang memiliki pengaturan quick machine recovery dan automatically check for solutions aktif, QMR kini menjalankan pemindaian satu kali secara default,” jelas tim Windows Insider. “Jika perbaikan tidak tersedia segera, QMR akan langsung menampilkan opsi pemulihan lain yang paling sesuai agar pengguna dapat kembali bekerja secepat mungkin.”

Peningkatan ini diharapkan mengurangi waktu pemulihan dan meningkatkan keandalan sistem pada skenario di mana Windows tidak dapat memulai akibat kesalahan pembaruan atau konflik konfigurasi.


🔹 Latar Belakang: Respons atas Insiden Global 2024

Fitur QMR pertama kali diperkenalkan pada November 2024 sebagai bagian dari inisiatif Windows Resiliency Initiative, setelah insiden besar pada Juli 2024 yang disebabkan oleh pembaruan cacat CrowdStrike Falcon. Insiden tersebut membuat ratusan ribu perangkat Windows di seluruh dunia tidak bisa melakukan booting.

Sejak Maret 2025, Microsoft mulai melakukan uji coba internal QMR pada Windows Insider Beta Channel, dengan fokus utama pada pemulihan otomatis berbasis cloud untuk perangkat organisasi dan pengguna enterprise.


🔹 Smart App Control Kini Bisa Diatur Tanpa Instal Ulang

Selain peningkatan QMR, Microsoft juga memperbarui fitur Smart App Control (SAC) — sistem keamanan bawaan Windows 11 yang memblokir aplikasi tidak tepercaya atau berpotensi berbahaya di tingkat proses.

Kini, pengguna dapat mengaktifkan atau menonaktifkan SAC secara langsung melalui menu:
Windows Security > App & Browser Control > Smart App Control Settings,
tanpa perlu melakukan instalasi ulang sistem operasi.

Sebelumnya, pengguna harus melakukan clean install untuk mengubah status SAC, karena fitur ini diaktifkan selama proses instalasi Windows berdasarkan evaluasi keamanan sistem.


🔹 Uji Coba Melalui Windows Insider

Fitur QMR yang lebih cepat dan SAC yang lebih fleksibel saat ini tersedia untuk Windows Insiders di Dev dan Beta Channels melalui Windows 11 Insider Preview Build 26220.7070 (KB5070300).

Selain itu, Microsoft juga tengah menguji fitur tambahan yang akan merekomendasikan pengguna melakukan pemindaian memori otomatis setelah munculnya Blue Screen of Death (BSOD), guna meningkatkan deteksi dini terhadap kerusakan kernel dan memperbaiki stabilitas sistem.


🔹 Kesimpulan

Langkah Microsoft memperbarui QMR dan SAC menunjukkan fokus berkelanjutan perusahaan pada ketahanan sistem dan keamanan pengguna. Dengan kemampuan pemulihan otomatis berbasis cloud serta kontrol keamanan yang lebih mudah, Windows 11 diharapkan menjadi platform yang lebih tangguh menghadapi kegagalan sistem, tanpa mengorbankan kenyamanan pengguna.


Sumber: Microsoft, Windows Insider Blog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button