ShinyHunters Klaim Bobol Database DMV Florida dan Mencuri Lebih dari 200.000 Data Pengemudi

Kelompok pemerasan siber ShinyHunters mengklaim telah membobol platform database Departemen Kendaraan Bermotor Florida yang dikenal sebagai DAVID (Driver and Vehicle Information Database) dan mencuri lebih dari 200.000 data pengemudi.
Sebagai bukti dugaan pembobolan, kelompok tersebut mempublikasikan screenshot salah satu catatan DMV milik Jeffrey Epstein. Data yang terlihat dalam screenshot tersebut mencakup informasi pribadi dan kendaraan yang terdaftar.
Namun, hingga saat ini klaim ShinyHunters tersebut belum dikonfirmasi secara independen oleh otoritas Florida atau FBI.
DAVID menyimpan informasi penting pengemudi
DAVID merupakan database yang dioperasikan oleh Florida Highway Safety and Motor Vehicles (FLHSMV). Sistem ini digunakan oleh aparat penegak hukum dan pejabat terkait untuk mencari informasi mengenai pengemudi maupun kendaraan tertentu.
Platform tersebut tidak hanya berfungsi sebagai database administrasi kendaraan. DAVID juga menjadi mekanisme utama pelaporan Fatalities and Serious Bodily Injury (FSBI) di Florida.
Karena digunakan untuk kebutuhan penegakan hukum dan menyimpan informasi sensitif, akses tidak sah terhadap sistem tersebut dapat menimbulkan risiko besar bagi privasi masyarakat.
Data yang diduga dicuri sangat sensitif
Screenshot yang dipublikasikan ShinyHunters memperlihatkan bahwa database DAVID dapat berisi berbagai informasi pribadi.
Dalam catatan yang mereka jadikan bukti, terlihat informasi seperti:
- Nama dan alamat
- Social Security number
- Tanggal lahir
- Nomor SIM
- Tanggal penerbitan dan kedaluwarsa SIM
- Kendaraan yang terdaftar
Sistem DAVID juga memiliki sejumlah bagian lain yang menyimpan informasi tambahan, termasuk riwayat transaksi SIM, alamat, data asuransi, kendaraan sebelumnya, serta izin parkir.
Jika klaim pencurian lebih dari 200.000 record tersebut benar, dampaknya dapat jauh lebih besar daripada sekadar kebocoran informasi kendaraan karena sejumlah data yang tersimpan berkaitan langsung dengan identitas seseorang.
ShinyHunters mengklaim memanfaatkan kelemahan password reset
Menurut keterangan ShinyHunters kepada BleepingComputer, mereka memperoleh akses ke DAVID melalui kelemahan pada mekanisme password reset.
Kelompok tersebut mengklaim kerentanan itu memungkinkan mereka mengambil alih beberapa akun di dalam sistem. Akun yang disebut terdampak diduga milik sejumlah pegawai DMV dan bahkan seorang agen FBI.
Setelah memperoleh akses, penyerang mengklaim dapat melakukan iterasi terhadap ID record untuk mengambil data pengemudi. Mereka kemudian mengunduh halaman HTML dan gambar yang berkaitan dengan setiap record.
Menurut kelompok tersebut, aktivitas ini memungkinkan mereka mengumpulkan lebih dari 200.000 record sejak pembobolan dimulai pada 3 September 2026.
ShinyHunters kemudian mengatakan mereka sudah kehilangan akses ke database dan kelemahan password reset yang digunakan dalam serangan tersebut sedang diperbaiki.
Florida DMV dimasukkan ke situs kebocoran ShinyHunters
Pada malam sebelum laporan tersebut diterbitkan, ShinyHunters menambahkan FLHSMV ke dalam data leak site milik mereka.
Kelompok tersebut mengancam akan mempublikasikan data yang diklaim telah dicuri apabila pihak Florida tidak bersedia melakukan negosiasi.
Hingga laporan ini dibuat, FLHSMV maupun FBI belum memberikan konfirmasi mengenai apakah pembobolan tersebut benar-benar terjadi atau seberapa besar dampaknya.
Pihak terkait telah dihubungi untuk meminta keterangan mengenai insiden tersebut.
DMV negara bagian lain juga disebut menjadi target
Sebuah sumber mengatakan bahwa aktor yang menggunakan nama ShinyHunters juga sedang menargetkan platform DMV di negara bagian lain menggunakan social engineering.
Ketika ditanya apakah mereka sedang menargetkan DMV tambahan, ShinyHunters mengatakan bahwa mereka memperkirakan akan mengumumkan pembobolan lainnya dalam beberapa minggu mendatang.
Jika klaim tersebut terbukti benar, serangan terhadap DAVID dapat menjadi bagian dari kampanye yang lebih luas untuk memperoleh data sensitif dari sistem pemerintahan.
Siapa ShinyHunters?
Nama ShinyHunters telah lama dikaitkan dengan kelompok threat actor yang melakukan pencurian data dan pemerasan terhadap perusahaan maupun layanan online.
Kelompok ini dikenal menargetkan web application dan lingkungan cloud SaaS. Dalam berbagai operasi sebelumnya, aktor yang menggunakan nama ShinyHunters dikaitkan dengan pembobolan sejumlah perusahaan besar.
Pada awalnya, aktivitas mereka banyak berfokus pada Salesforce dan lingkungan SaaS lainnya. Namun, dalam setahun terakhir, nama ShinyHunters muncul dalam berbagai insiden yang melibatkan perusahaan seperti Google, Cisco, PornHub, dan Match Group.
Salah satu pola yang sering digunakan adalah membobol perusahaan penyedia integrasi pihak ketiga, kemudian memanfaatkan authentication token yang dicuri untuk memperoleh akses ke layanan SaaS yang terhubung.
ShinyHunters semakin mengandalkan phishing terhadap akun SSO
Belakangan, aktor yang menggunakan nama tersebut juga semakin aktif melakukan voice phishing atau vishing untuk mencuri akun single sign-on (SSO) milik pengguna Okta, Microsoft, dan Google.
Pelaku biasanya menyamar sebagai staf dukungan IT dan membujuk korban agar memasukkan kredensial serta kode multi-factor authentication (MFA) pada situs phishing.
Mereka juga diketahui menggunakan teknik device code phishing untuk mendapatkan authentication token akun Microsoft.
Setelah kredensial dan token diperoleh, penyerang dapat mengambil alih akun SSO dan menggunakannya untuk masuk ke berbagai layanan enterprise yang terhubung, termasuk Salesforce, Microsoft 365, Google Workspace, SAP, Slack, Adobe, Atlassian, Zendesk, dan Dropbox.
Kelompok tersebut juga pernah dikaitkan dengan pencurian data besar-besaran dari Instructure Canvas pada Mei yang menyebabkan gangguan signifikan terhadap platform tersebut.
Penangkapan tidak menghentikan aktivitas dengan nama ShinyHunters
Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah penangkapan telah dikaitkan dengan aktor yang menggunakan nama ShinyHunters. Beberapa kasus berhubungan dengan serangan pencurian data Snowflake, pembobolan PowerSchool, serta pengoperasian forum Breached v2.
Meski demikian, penggunaan nama ShinyHunters masih terus muncul dalam berbagai serangan.
Dalam kasus DAVID, penting untuk membedakan antara klaim kelompok penyerang dan fakta yang telah dikonfirmasi. Saat ini ShinyHunters mengklaim berhasil mencuri lebih dari 200.000 data pengemudi, tetapi belum ada konfirmasi publik dari FLHSMV atau FBI mengenai validitas klaim tersebut.
Jika pembobolan tersebut benar terjadi, sensitivitas data yang tersimpan di DAVID membuat insiden ini berpotensi menjadi salah satu kebocoran data publik yang serius.
Sumber: ShinyHunters








