Microsoft: Perubahan Windows Server 2025 Dapat Menyebabkan Aplikasi Crash

Microsoft memperingatkan pelanggan mengenai masalah kompatibilitas pada Windows Server 2025 yang dapat menyebabkan aplikasi mengalami crash setelah adanya perubahan pada sistem manajemen memori.
Masalah yang diketahui tersebut memengaruhi aplikasi yang menggunakan Address Windowing Extensions (AWE), yaitu sekumpulan ekstensi yang memungkinkan aplikasi menggunakan memori fisik lebih dari 4 GB dalam ruang alamat virtual 32-bit.
Microsoft menjelaskan bahwa perubahan pada mekanisme memory management Windows Server 2025 dapat memengaruhi aplikasi yang masih mengandalkan perilaku pengelolaan memori seperti yang tersedia pada versi Windows Server sebelumnya.
“Applications running on Windows Server 2025 might experience access violations, memory corruption, or unexpected termination.”
Dengan demikian, dampaknya tidak hanya berupa aplikasi berhenti bekerja, tetapi juga dapat mencakup memory corruption dan access violation.
SQL Server Termasuk Aplikasi yang Terdampak
Salah satu aplikasi yang diketahui dapat terkena masalah ini adalah Microsoft SQL Server, khususnya ketika sistem menggunakan kebijakan Windows Lock Pages in Memory (LPIM).
LPIM digunakan untuk membantu meningkatkan performa SQL Server pada skenario tertentu dengan mencegah halaman memori SQL Server dipindahkan ke disk melalui paging.
Pada sistem yang terdampak, administrator dapat menemukan sejumlah gejala, antara lain:
- Memory corruption.
- Access violation dengan kode error 0xC0000005.
- Kegagalan ketika menjalankan operasi maintenance database seperti DBCC CHECKDB.
- SQL Server menghasilkan crash dump.
- Service SQL Server berhenti atau melakukan restart secara tidak terduga.
- Pesan “Using locked pages in the memory manager.” muncul pada error log ketika sistem melakukan startup.
Masalah ini dapat menjadi perhatian khusus bagi server database yang menjalankan workload penting karena crash atau restart SQL Server secara tidak terduga berpotensi mengganggu layanan aplikasi yang bergantung pada database tersebut.
Masalah Berasal dari Perubahan Memory Management
Microsoft mengatakan akar masalahnya adalah perubahan pada memory management di Windows Server 2025.
Perubahan tersebut dapat memengaruhi aplikasi yang menggunakan AWE dan masih bergantung pada perilaku pengelolaan memori yang terdapat pada versi Windows Server sebelumnya.
AWE sendiri merupakan teknologi yang memungkinkan aplikasi 32-bit memanfaatkan memori fisik lebih dari 4 GB meskipun ruang alamat virtual yang tersedia terbatas.
Karena tidak semua aplikasi menggunakan mekanisme tersebut, masalah ini tidak berdampak pada seluruh aplikasi maupun seluruh instalasi Windows Server 2025.
Microsoft Menyediakan Workaround Sementara
Microsoft belum menyediakan perbaikan permanen untuk masalah tersebut. Namun, administrator SQL Server dapat menggunakan workaround dengan menonaktifkan kebijakan LPIM untuk akun service SQL Server.
Langkah ini perlu dipertimbangkan dengan hati-hati karena menonaktifkan LPIM dapat memengaruhi performa SQL Server dan perilaku pengelolaan memori.
Untuk aplikasi lain yang mengalami masalah serupa, Microsoft menyarankan administrator memeriksa apakah penggunaan AWE dapat dinonaktifkan.
Workaround tersebut bukan solusi permanen. Microsoft mengatakan mereka sedang mengembangkan perbaikan yang akan disertakan dalam pembaruan Windows Server di masa mendatang.
Windows Server 2025 Sebelumnya Juga Mengalami Sejumlah Masalah
Masalah memory management ini menambah daftar persoalan yang sebelumnya muncul pada Windows Server 2025.
Pada April 2026, Microsoft merilis emergency update untuk mengatasi masalah yang menyebabkan security update KB5082063 gagal diinstal pada sebagian sistem Windows Server 2025.
Kemudian pada Juni, Microsoft memperbaiki bug yang menyebabkan sebagian perangkat Windows Server 2025 masuk ke BitLocker recovery setelah memasang security update April 2026.
Untuk masalah terbaru ini, Microsoft belum memberikan jadwal pasti kapan perbaikan permanen akan tersedia. Administrator Windows Server 2025 yang menjalankan SQL Server dengan LPIM atau aplikasi berbasis AWE perlu memperhatikan gejala yang telah diidentifikasi dan mempertimbangkan workaround sesuai kebutuhan lingkungan mereka.
Sumber: Microsoft








