NVIDIA RTX 6000D Terungkap Menjelang Peluncuran di Tiongkok, Hadir sebagai Varian Blackwell yang Dipangkas

Model akselerator AI NVIDIA khusus pasar Tiongkok kembali mencuat setelah sebuah entri Geekbench mengungkap keberadaan RTX 6000D, versi yang tampaknya merupakan turunan dari seri workstation Blackwell. Sebelumnya, laporan pada pertengahan September menyebut bahwa RTX PRO 6000D kemungkinan ditolak oleh otoritas dunia maya Tiongkok (CAC), menempatkan masa depannya dalam posisi tidak menentu. Namun, kemunculan data benchmark terbaru memberi sinyal bahwa NVIDIA mungkin masih menyiapkan model pengganti yang lebih disesuaikan.
Berbeda dari rumor awal, GPU yang muncul kali ini tidak lagi memakai label “PRO”, hanya RTX 6000D. Akselerator tersebut tercatat memiliki 156 SM, setara 19.968 CUDA core. Angka ini menunjukkan konfigurasi yang dipangkas cukup signifikan dibanding RTX PRO 6000 Blackwell standar yang berbasis chip GB202 penuh dengan 24.064 CUDA core.



Tidak hanya jumlah inti yang lebih rendah, RTX 6000D juga hadir dengan:
- Clock sekitar 2.430 MHz, lebih rendah dari varian PRO yang mampu 2.600+ MHz
- 84 GB GDDR7, dibandingkan 96 GB pada versi penuh
- Diduga menggunakan bus 448-bit, bukan 512-bit seperti model standar
Pengujian Geekbench menunjukkan bahwa GPU ini mencapai skor 390.656 poin dalam OpenCL pada sistem Linux berbasis Rocky Linux 9.4, dipadukan dengan prosesor AMD EPYC 9654. Sistem pengujian teridentifikasi sebagai AIC CB502-NM, yang kemungkinan merupakan workstation atau server evaluasi.
Pemangkasan spesifikasi ini konsisten dengan strategi NVIDIA di pasar Tiongkok selama beberapa tahun terakhir—di mana regulasi ekspor teknologi AI AS memaksa vendor GPU merilis model khusus dengan performa yang diturunkan agar sesuai batasan. Meski begitu, keberadaan RTX 6000D menunjukkan upaya NVIDIA untuk tetap mempertahankan kehadiran di pasar workstation dan akselerator AI Tiongkok tanpa melanggar aturan yang berlaku.
Dengan bocoran ini, spekulasi bahwa RTX 6000D akan segera dirilis semakin menguat. Namun, masih harus dilihat apakah model ini akan menjadi lini utama pengganti RTX PRO 6000D yang sebelumnya dikabarkan menghadapi pembatasan.
Sumber: Geekbench Browser, VideoCardz, Wccftech








