News

HTC VIVE Eagle Hadir dengan Kacamata Pintar AI yang Mengutamakan Privasi

HTC memperkenalkan VIVE Eagle, kacamata pintar berbasis AI yang dirancang untuk membantu pengguna berinteraksi dengan teknologi tanpa harus terus melihat layar smartphone.

Mengusung pendekatan privacy-first, VIVE Eagle menggabungkan kamera, mikrofon, speaker open-ear, serta fitur AI untuk berbagai kebutuhan seperti penerjemahan bahasa secara real-time, pembuatan catatan rapat, pengenalan informasi visual, hingga pengoperasian fungsi AI pada smartphone.

HTC juga menempatkan perlindungan data sebagai salah satu aspek utama dalam desain VIVE Eagle, termasuk bagaimana perangkat merekam, menyimpan, dan mengirimkan data pengguna.

VIVE AI Tidak Menggunakan Data Pengguna untuk Pelatihan

HTC mengatakan VIVE AI tidak menggunakan data pengguna untuk tujuan training. Perusahaan juga menerapkan sejumlah mekanisme untuk melindungi privasi pengguna maupun orang-orang di sekitar mereka.

Saat kamera digunakan untuk mengambil foto atau video, sebuah notification LED akan menyala atau berkedip. Tingkat kecerahan LED tersebut dapat disesuaikan secara otomatis berdasarkan kondisi lingkungan agar tetap terlihat.

VIVE Eagle juga menggunakan sistem multi-sensor yang dirancang untuk mencegah perangkat merekam apabila notification LED tertutup, rusak, atau mengalami gangguan.

Perangkat juga tidak dapat melakukan perekaman ketika kacamata tidak sedang dikenakan.

HTC bahkan menyediakan opsi agar orang di sekitar pengguna dapat meminta penghentian perekaman dengan mengucapkan perintah “Stop filming”.

Permintaan AI ke OpenAI dan Google Gemini Disamarkan

VIVE Eagle dapat menggunakan layanan large language model (LLM) pihak ketiga seperti OpenAI dan Google Gemini.

HTC mengatakan permintaan pengguna akan melalui proses de-identification ketika dikirim ke layanan tersebut. Tujuannya adalah mengurangi kemampuan penyedia LLM dalam membangun profil pelacakan yang akurat berdasarkan identitas pengguna dan data mereka.

Foto dan video yang dihasilkan VIVE Eagle juga dienkripsi dan disimpan secara lokal di perangkat.

Pengguna kemudian menentukan sendiri apakah data tersebut akan diimpor secara manual ke aplikasi VIVE Connect atau layanan penyimpanan foto berbasis cloud yang terhubung.

Data yang tersimpan di VIVE Eagle juga tidak dapat diakses pengguna lain hanya dengan memasangkan kacamata ke smartphone berbeda. Data tetap dikunci ke akun pengguna awal.

HTC menyebut perusahaan telah memiliki sertifikasi ISO 27001 dan ISO 27701, yang berkaitan dengan pengelolaan keamanan informasi serta privasi data.

Kamera 12 MP Bisa Merekam Video 3K

Untuk kebutuhan fotografi dan video, VIVE Eagle dibekali kamera 12 MP yang mampu merekam video hingga resolusi 3K serta video slow-motion.

Pengambilan gambar didukung electronic stabilization dan pemrosesan AI agar pengguna dapat mengambil foto atau video secara spontan tanpa harus menghentikan aktivitas.

Pengguna dapat mengaktifkan kamera melalui perintah suara “Hey VIVE” atau menekan tombol shutter yang dapat diprogram.

Foto dan video juga dioptimalkan dalam format vertikal sehingga lebih mudah dibagikan ke platform media sosial.

VIVE Eagle memiliki empat mikrofon, termasuk satu directional microphone, yang dikombinasikan dengan algoritma noise cancellation untuk meningkatkan kualitas suara ketika merekam video maupun melakukan panggilan.

Untuk penggunaan di luar ruangan, kacamata ini memiliki sertifikasi IP54 sehingga lebih terlindungi dari debu dan percikan air.

Terjemahan Real-Time Lebih dari 96 Bahasa

Salah satu fitur utama VIVE Eagle adalah kemampuan AI untuk membantu pengguna berkomunikasi lintas bahasa.

VIVE AI mendukung live translation lebih dari 96 bahasa untuk percakapan secara real-time.

Kamera juga dapat digunakan untuk menerjemahkan teks dari lingkungan sekitar. Pengguna dapat mengarahkan kacamata ke papan informasi, rambu jalan, atau menu restoran untuk mendapatkan terjemahan dari lebih dari 70 bahasa melalui teknologi image-to-text translation.

VIVE Eagle juga dapat digunakan untuk merekam audio rapat dan menghasilkan catatan rapat yang lebih terstruktur sehingga pengguna tidak perlu terus-menerus mencatat secara manual.

Untuk memperluas kemampuan AI, kacamata ini dapat dipasangkan dengan Google Gemini pada smartphone Android maupun Siri pada perangkat iOS.

RAM 4 GB dan Kontrol Fisik

HTC membekali VIVE Eagle dengan RAM 4 GB untuk mendukung berbagai fungsi AI dan membuka ruang bagi pengembangan fitur baru di masa mendatang.

Interaksi dapat dilakukan melalui perintah suara maupun tombol fisik yang dapat diprogram.

Pendekatan tersebut memungkinkan pengguna tetap melakukan berbagai aktivitas tanpa harus mengeluarkan smartphone, misalnya ketika bersepeda, berjalan-jalan, menjelajahi kota baru, atau mengunjungi museum.

HTC juga menekankan bahwa VIVE Eagle dirancang agar teknologi tetap berada di latar belakang sehingga pengguna dapat lebih fokus pada lingkungan di sekitarnya.

Speaker Open-Ear dengan Audio Directional

VIVE Eagle menggunakan speaker open-ear directional sehingga pengguna dapat mendengarkan audio tanpa sepenuhnya kehilangan kesadaran terhadap lingkungan sekitar.

HTC mengatakan sistem ini menghasilkan suara stereo dengan peningkatan bass sekaligus berusaha mengurangi kebocoran suara kepada orang-orang di sekitar.

Konsep tersebut memungkinkan pengguna menerima panggilan atau mendengarkan musik sambil tetap dapat mendengar kondisi lingkungan.

Baterai hingga 6 Jam Penggunaan Aktif

Untuk penggunaan aktif, VIVE Eagle menawarkan daya tahan sekitar 4–6 jam, misalnya ketika digunakan untuk mendengarkan musik secara terus-menerus.

Dalam kondisi standby, daya tahan baterainya mencapai sekitar 36 jam.

HTC menggunakan sistem pengisian daya dengan magnetic pogo pin. Pengguna dapat tetap mengenakan dan menggunakan kacamata ketika sedang diisi daya, sehingga tidak perlu melepasnya dan menyimpannya di dalam charging case.

Teknologi fast charging memungkinkan baterai mencapai sekitar 50% dalam 10 menit dan 80% dalam 23 menit.

HTC juga menyediakan aksesori VIVE Power Boost, sebuah battery bank ringan yang dapat dipasang langsung pada VIVE Eagle. Perangkat tambahan ini memiliki bobot hanya 8 gram dan dapat memberikan tambahan daya hingga sekitar 80%.

Tersedia dalam Dua Bentuk dan Beragam Lensa ZEISS

VIVE Eagle menggunakan lensa premium dari ZEISS dan tersedia dalam dua bentuk utama, yaitu Square dan Pantos.

Pilihan lensanya meliputi:

  • Clear Lens, dengan ZEISS UV400 Blue Light Blocking
  • Sun Lens, dengan perlindungan ZEISS UV400 Cat3 Sunglass
  • Adaptive Lens, menggunakan ZEISS UV380 AdaptiveSun

Pengguna juga dapat memasang lensa resep sesuai kebutuhan.

Untuk varian warna, model Square tersedia dalam Black, Coffee, dan Berry. Sementara varian Pantos tersedia dalam Charcoal Black, Clear Brown, dan Navy.

Desain transparan yang digunakan HTC pada VIVE Eagle juga telah meraih penghargaan Red Dot 2026.

Harga VIVE Eagle Mulai US$499

HTC mulai membuka pemesanan VIVE Eagle pada 3 September 2026 melalui situs resmi VIVE dan sejumlah channel penjualan.

Harga awalnya adalah:

  • US$499
  • £429
  • €469

Pengiriman di Amerika Utara dimulai segera, sementara pengiriman ke Inggris dan Eropa dijadwalkan mulai 21 September 2026.

Pembelian VIVE Eagle yang memenuhi syarat juga mendapatkan VIVE AI Plus selama dua tahun tanpa biaya tambahan.

HTC turut menjual VIVE Power Boost secara terpisah dengan harga US$49, £45, atau €49.

Dengan kombinasi AI, kamera, audio, penerjemahan real-time, serta berbagai mekanisme perlindungan privasi, VIVE Eagle menjadi upaya HTC menghadirkan perangkat wearable yang dapat menjalankan fungsi AI tanpa membuat pengguna harus terus bergantung pada layar smartphone.

Sumber: HTC VIVE

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button