Security

Penyerang Sembunyikan Umpan Phishing Menggunakan Karakter Unicode Tak Terlihat

Pelaku kejahatan siber mulai memanfaatkan teknik ASCII smuggling dalam kampanye phishing untuk menghindari sistem keamanan email. Teknik ini menggunakan karakter Unicode yang tidak terlihat untuk memecah kata-kata tertentu sehingga tidak mudah dikenali oleh filter berbasis keyword.

Teknik serupa sebelumnya digunakan dalam serangan AI prompt injection, tetapi kini mulai dimanfaatkan secara langsung untuk menyamarkan konten phishing dalam jumlah besar.

Microsoft menemukan kampanye phishing berskala besar yang menggunakan metode tersebut dan sempat mencapai 2,37 juta email per hari pada puncaknya.

ASCII Smuggling Menyisipkan Karakter Tak Terlihat

ASCII smuggling memanfaatkan karakter Unicode dari Tags block, yaitu rentang U+E0000 hingga U+E007F.

Karakter-karakter tersebut tidak terlihat ketika ditampilkan kepada pengguna, tetapi tetap menjadi bagian dari string teks yang diproses oleh sistem.

Dalam kampanye yang diamati Microsoft, penyerang menyisipkan karakter Unicode tak terlihat ke dalam kata-kata yang berkaitan dengan layanan keuangan.

Sebagai contoh, kata “funding” dapat dipecah menjadi bentuk seperti:

fun[invisible character]ding

Bagi penerima email, kata tersebut terlihat seperti kata biasa. Namun bagi sistem deteksi yang mencari kata “funding” secara utuh menggunakan word list, keyword, regex, atau signature tertentu, string tersebut dapat terlihat berbeda.

Akibatnya, filter email yang hanya mengandalkan pencocokan kata dapat gagal mengenali istilah yang sebenarnya mencurigakan.

Kampanye Mencapai 2,37 Juta Email per Hari

Microsoft mengatakan kampanye tersebut mencapai fase dengan volume sangat tinggi pada sekitar 9 Februari 2026 dan berlangsung selama kurang lebih tiga bulan.

Pada puncaknya, kampanye mampu mengirim hingga 2,37 juta pesan phishing setiap hari.

Volume tersebut kemudian menurun secara bertahap dan turun tajam setelah 15 Mei 2026.

Microsoft menegaskan bahwa periode tersebut hanya menunjukkan penggunaan teknik Unicode tertentu berdasarkan telemetry mereka, bukan keseluruhan durasi kampanye. Kampanye phishing tersebut telah dimulai sebelum teknik tersebut digunakan dan tetap berlanjut setelah penggunaan teknik itu menurun.

Artinya, berkurangnya pesan yang menggunakan ASCII smuggling tidak berarti operasi phishing secara keseluruhan telah berhenti.

Menargetkan Tema Funding dan Pinjaman

Pesan-pesan phishing yang diamati Microsoft menggunakan tema yang berkaitan dengan layanan finansial, termasuk business funding, pinjaman, dan layanan kredit.

Domain pengirim yang digunakan dalam kampanye tersebut juga banyak menggunakan istilah seperti:

  • Funding
  • Capital
  • Loan
  • Advance
  • Credit

Pada 9 Februari, Microsoft mengidentifikasi sebuah cluster berisi 148 domain pengirim bertema finansial yang menjalankan kampanye tersebut.

Cluster tersebut menyumbang sekitar 96% dari seluruh pesan yang ditandai oleh logika hunting baru Defender for Office 365 berdasarkan signature Unicode Tags.

Defender Tetap Memblokir Lebih dari 99% Pesan

Meskipun teknik tersebut berhasil menghindari sejumlah pemeriksaan berbasis keyword, Microsoft mengatakan Defender for Office 365 tetap mendeteksi lebih dari 99% pesan dalam kampanye tersebut.

Deteksi dilakukan menggunakan sinyal lain yang tidak bergantung hanya pada isi teks, seperti:

  • Reputasi pengirim
  • Alamat IP
  • Domain
  • Reputation checks lainnya

Temuan ini menunjukkan bahwa ASCII smuggling lebih efektif terhadap sistem keamanan yang terlalu bergantung pada pencocokan teks secara langsung.

Dengan menggunakan beberapa sinyal deteksi sekaligus, sistem keamanan masih dapat mengidentifikasi kampanye meskipun kata-kata berbahaya telah disamarkan menggunakan karakter tak terlihat.

Email Dikirim Melalui ActiveCampaign

Microsoft menemukan bahwa pesan-pesan phishing tersebut dikirim menggunakan infrastruktur yang berkaitan dengan platform email marketing legitimate ActiveCampaign.

Setelah menerima laporan penyalahgunaan layanan dari Microsoft, ActiveCampaign mengatakan sistem moderasinya dapat mendeteksi karakter Unicode tak terlihat dengan cara yang sama seperti teks yang tidak disamarkan.

Perusahaan juga memperlakukan penggunaan karakter tak terlihat dalam jumlah besar sebagai aktivitas yang mencurigakan.

Kasus ini menunjukkan bagaimana infrastruktur layanan legitimate dapat dimanfaatkan oleh threat actor untuk meningkatkan kemampuan distribusi kampanye phishing.

Microsoft Sarankan Normalisasi Unicode

Microsoft merekomendasikan agar defender tidak langsung melakukan pemeriksaan keyword terhadap teks email yang masih dalam bentuk mentah.

Sebaliknya, karakter Unicode dari Tags block dan invisible code points lainnya sebaiknya terlebih dahulu dihapus atau dinormalisasi sebelum konten diproses menggunakan:

  • Keyword detection
  • Regular expression
  • Signature-based detection

Karakter dari Tags block yang muncul secara tidak terduga juga sebaiknya diperlakukan sebagai anomali kuat.

Pendekatan tersebut dapat membantu sistem keamanan mengenali kata-kata yang sengaja dipecah oleh penyerang menggunakan karakter Unicode yang tidak terlihat.

Risiko Juga Berlaku untuk AI Assistant

Microsoft memperingatkan bahwa masalah yang sama tidak hanya relevan terhadap filter email.

Konten email juga semakin sering diproses oleh AI assistant untuk melakukan rangkuman, klasifikasi, pencarian informasi, maupun otomatisasi berbagai pekerjaan.

Jika teks yang mengandung karakter Unicode tersembunyi langsung diberikan kepada AI tanpa normalisasi, teknik serupa berpotensi digunakan untuk menyembunyikan instruksi berbahaya dalam prompt injection.

Karena itu, Microsoft merekomendasikan penerapan normalisasi yang sama sebelum konten email diteruskan ke AI assistant.

Temuan ini memperlihatkan bagaimana teknik yang awalnya digunakan untuk menyembunyikan instruksi dalam serangan terhadap AI kini dapat berpindah ke kampanye phishing konvensional.

Dengan semakin banyaknya sistem keamanan dan AI yang memproses konten secara otomatis, kemampuan untuk mengenali serta menormalisasi karakter Unicode tak terlihat menjadi bagian penting dari pertahanan terhadap teknik penyamaran baru.

Sumber: Microsoft

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button