Zero-Day CrowdStrike FalconFlank Bisa Memberikan Hak Akses SYSTEM di Windows

Sebuah zero-day vulnerability baru pada platform keamanan endpoint CrowdStrike Falcon diungkap oleh peneliti keamanan anonim dengan nama samaran Nightmare Eclipse. Exploit yang diberi nama FalconFlank tersebut diklaim dapat digunakan untuk melakukan privilege escalation hingga memperoleh hak akses SYSTEM pada perangkat Windows yang sudah diperbarui.
Kerentanan ini belum mendapatkan CVE ID dan disebut memengaruhi perangkat yang menjalankan versi terbaru Windows 11 serta Windows Server ketika menggunakan CrowdStrike Falcon.
Nightmare Eclipse merilis proof-of-concept (PoC) FalconFlank secara publik, sehingga meningkatkan urgensi bagi organisasi yang menggunakan Falcon untuk memperhatikan mitigasi yang disarankan CrowdStrike.
FalconFlank Memanfaatkan Fitur Remediasi Macro Berbahaya
Menurut peneliti tersebut, FalconFlank memanfaatkan fitur Office malicious macros remediation pada CrowdStrike Falcon Sensor.
Eksploitasi yang berhasil memungkinkan penyerang menjalankan Command Prompt dengan hak akses SYSTEM, yaitu tingkat privilege tertinggi pada sistem operasi Windows.
Nightmare Eclipse mengklaim exploit tersebut masih dapat bekerja pada sistem yang telah sepenuhnya diperbarui, termasuk Windows 11 25H2 dan Windows Server 2025 yang menjalankan CrowdStrike Falcon.
Dengan hak akses SYSTEM, penyerang yang sebelumnya berhasil mendapatkan pijakan di komputer dapat memperoleh kontrol yang jauh lebih besar terhadap sistem dan menjalankan berbagai aktivitas dengan privilege tinggi.
Namun, detail teknis lengkap mengenai kelemahan tersebut belum dipublikasikan secara luas oleh CrowdStrike.
CrowdStrike Sedang Menyelidiki Klaim
CrowdStrike mengatakan kepada BleepingComputer bahwa pihaknya masih melakukan investigasi terhadap klaim FalconFlank.
Sambil penyelidikan berlangsung, perusahaan merekomendasikan pelanggan untuk menonaktifkan Microsoft Office Windows policy setting yang mengaktifkan fitur File Suspicious Macro Removal.
CrowdStrike mengatakan pelanggan tetap mendapatkan perlindungan melalui pengaturan Cloud Anti-malware for Microsoft Office Files.
Perusahaan juga telah menerbitkan FalconFlank Tech Alert di portal dukungan mereka. Namun, dokumen tersebut tidak tersedia untuk publik dan hanya dapat diakses oleh pelanggan yang memiliki akun pada support portal CrowdStrike.
Hingga laporan tersebut diterbitkan, CrowdStrike belum memberikan salinan advisory tersebut kepada media maupun menjelaskan apakah FalconFlank sudah mendapatkan CVE ID.
Nightmare Eclipse Sebelumnya Merilis Zero-Day Lain
FalconFlank bukan satu-satunya zero-day yang dirilis Nightmare Eclipse dalam beberapa hari terakhir.
Peneliti tersebut juga mengungkap beberapa exploit lain yang menargetkan produk keamanan dan perangkat lunak populer.
Salah satunya adalah HardBreacher, sebuah privilege escalation zero-day untuk Kaspersky Antivirus for Endpoint. Ada pula PrettyPrague, yang menargetkan Gen Digital Avast Antivirus.
Selain itu, Nightmare Eclipse merilis GreenSection, sebuah zero-day pada produk NVIDIA yang diklaim dapat menyebabkan denial-of-service hingga membuat sistem mengalami crash.
Pakar keamanan Kevin Beaumont kemudian menyatakan bahwa exploit privilege escalation yang dirilis Nightmare Eclipse pada pekan tersebut merupakan exploit nyata dan dapat bekerja.
Sejumlah Zero-Day Microsoft Juga Diungkap
Sejak April 2026, Nightmare Eclipse juga telah mengungkap sejumlah zero-day yang menargetkan produk dan komponen Microsoft.
Beberapa exploit yang sebelumnya diberi nama oleh peneliti tersebut antara lain:
- LegacyHive
- RoguePlanet
- BlueHammer
- RedSun
- YellowKey
- GreenPlasma
- MiniPlasma
- UnDefend
Beberapa di antaranya, termasuk LegacyHive, RoguePlanet, YellowKey, GreenPlasma, dan MiniPlasma, telah diperbaiki melalui patch Microsoft.
Sementara itu, sejumlah kelemahan lainnya masih berstatus zero-day dan menunggu perbaikan resmi ketika laporan mengenai FalconFlank tersebut diterbitkan.
Microsoft Sebelumnya Memperingatkan Risiko Tindakan Hukum
Pengungkapan rangkaian zero-day oleh Nightmare Eclipse juga sebelumnya mendapatkan respons dari Microsoft.
Setelah sejumlah kerentanan pertama diungkap, Microsoft memperingatkan kemungkinan tindakan hukum terhadap pihak yang melakukan aktivitas berbahaya dan menyebabkan kerugian nyata terhadap pelanggan.
Pernyataan tersebut kemudian memunculkan spekulasi bahwa peringatan Microsoft ditujukan langsung kepada peneliti keamanan tersebut.
Kasus FalconFlank kembali menunjukkan risiko yang muncul ketika komponen keamanan endpoint justru menjadi titik yang dapat dimanfaatkan untuk melakukan privilege escalation. Karena exploit telah tersedia secara publik dan diklaim bekerja pada sistem Windows yang telah diperbarui, pengguna CrowdStrike Falcon sebaiknya mengikuti mitigasi resmi perusahaan sambil menunggu hasil investigasi dan patch lebih lanjut.
Sumber: CrowdStrike








