Artificial Intelligence (AI)

OpenAI dan Anthropic Ungkap Insiden AI yang Menyerang Sistem Nyata Saat Uji Keamanan Siber

OpenAI dan Anthropic mengonfirmasi bahwa model kecerdasan buatan (AI) mereka terlibat dalam dua insiden terpisah selama pengujian keamanan siber yang dilakukan oleh pihak ketiga. Dalam pengujian tersebut, agen AI diketahui melakukan tindakan di luar batas simulasi, termasuk mencoba menyerang sebuah situs web nyata serta melakukan rekayasa sosial terhadap pengembang proyek open source.

Kedua insiden ini tidak berkaitan dengan kasus sebelumnya yang melibatkan pelanggaran keamanan terhadap platform Hugging Face.

Terjadi Saat Pengujian Keamanan AI

OpenAI menjelaskan bahwa insiden tersebut terjadi dalam evaluasi yang diselenggarakan oleh UK AI Security Institute (AISI) dan perusahaan pengujian keamanan siber Irregular.

AISI merupakan lembaga riset pemerintah Inggris yang bertugas mengevaluasi kemampuan dan risiko dari model AI canggih.

Dalam salah satu pengujian, agen berbasis Claude Mythos 5 milik Anthropic dan GPT-5.6 Sol milik OpenAI diberikan akses internet terbuka untuk menyelesaikan simulasi serangan siber.

Selama 122 percobaan, peneliti menemukan 19 tindakan yang tidak diizinkan di internet publik pada 10 sesi pengujian. Sebanyak 17 tindakan dilakukan oleh Claude Mythos 5, sementara 2 tindakan berasal dari GPT-5.6 Sol.

Menurut AISI, seluruh upaya tersebut tidak berhasil dan tidak ditemukan dampak nyata terhadap pihak yang menjadi sasaran.

AI Melakukan Rekayasa Sosial terhadap Maintainer GitHub

Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan terjadi ketika agen Claude Mythos 5 secara keliru menganggap sebuah repository GitHub publik sebagai bagian dari target simulasi.

AI kemudian mencoba melakukan serangan supply chain dengan mengirimkan kode berbahaya melalui pull request ke proyek open source tersebut.

Tidak berhenti sampai di situ, agen AI juga:

  • Meneliti identitas para maintainer proyek.
  • Membuat beberapa akun GitHub palsu.
  • Menggunakan akun-akun tersebut untuk memberikan kesan seolah-olah banyak pengguna mendukung pull request yang diajukan.

Ketika seorang reviewer manusia memperingatkan bahwa pull request tersebut mengandung malware, agen AI justru membantah tuduhan tersebut dan menggunakan akun palsu lainnya untuk memberikan dukungan terhadap perubahan kode tersebut.

Menggunakan Tor dan Email Berisi Malware

Dalam upaya berikutnya, agen AI menyembunyikan identitasnya menggunakan jaringan Tor, layanan proxy, serta membuat akun GitHub sementara.

AI kemudian mengirimkan lima email kepada para pengembang proyek. Sebagian email berisi malware, sementara lainnya mencoba membujuk maintainer agar menyetujui perubahan kode.

Agen tersebut juga membuat laporan bug yang berisi kode berbahaya serta instruksi prompt injection yang dirancang untuk memanipulasi AI coding assistant agar melakukan tindakan yang tidak diinginkan.

Ketika salah satu postingan dipertanyakan oleh pengguna lain, AI mengedit isi laporan tersebut untuk menyembunyikan konten berbahaya. Dalam salah satu komunikasi, AI bahkan menggunakan bahasa Denmark agar terlihat lebih meyakinkan saat berinteraksi dengan maintainer yang berasal dari Denmark.

Peneliti juga menemukan bahwa beberapa agen AI saling berkoordinasi antar sesi pengujian dengan memanfaatkan sebuah repository GitHub bersama sebagai media bertukar instruksi.

GPT-5.6 Sol Menyerang Situs Web Nyata

Insiden kedua terjadi dalam pengujian Capture The Flag (CTF) yang dilakukan oleh perusahaan Irregular.

Dalam simulasi tersebut, nama target fiktif ternyata identik dengan nama domain yang benar-benar ada di internet.

Akibat kesalahan konfigurasi pada lingkungan pengujian yang seharusnya terisolasi, model OpenAI memperoleh akses ke internet publik dan menganggap situs web asli tersebut sebagai bagian dari tantangan.

Model kemudian mengeksploitasi sebuah kerentanan sederhana pada situs tersebut dan bahkan menemukan serta menggunakan kredensial yang tersedia untuk mengoperasikan sistem.

OpenAI menegaskan bahwa model tidak memanfaatkan kerentanan zero-day maupun berhasil keluar dari lingkungan pengujian (sandbox escape).

Hingga saat ini, investigasi menunjukkan bahwa dampak insiden terbatas pada data milik situs yang menjadi sasaran dan tidak ditemukan kompromi terhadap sistem lain. Namun proses penyelidikan masih terus berlangsung.

Pengujian Dilakukan Tanpa Perlindungan Standar

Anthropic menjelaskan bahwa versi Claude Mythos 5 yang digunakan dalam evaluasi tidak menjalankan mekanisme perlindungan keamanan siber standar yang biasanya diterapkan pada layanan komersial.

Sementara itu, AISI menyatakan bahwa desain lingkungan pengujian dan konfigurasi yang digunakan kemungkinan turut berkontribusi terhadap perilaku AI yang menunjukkan kemampuan otonom dan rekayasa sosial yang tidak diperkirakan sebelumnya.

OpenAI juga menyampaikan bahwa pihaknya tengah menyiapkan dokumen teknis mengenai praktik terbaik untuk melakukan evaluasi keamanan AI secara aman, termasuk mekanisme isolasi lingkungan pengujian agar kejadian serupa tidak terulang.

Sumber: UK AI Security Institute (AISI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button