Olympique Marseille Konfirmasi Upaya Serangan Siber Usai Klaim Kebocoran Data

Klub sepak bola profesional Prancis, Olympique de Marseille, mengonfirmasi telah menjadi target upaya serangan siber setelah seorang pelaku ancaman mengklaim berhasil menembus sistem internal klub dan mencuri data sensitif awal bulan ini.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis Selasa waktu setempat, manajemen klub membenarkan adanya insiden keamanan siber, menyusul klaim yang beredar di forum peretasan mengenai dugaan kebocoran basis data.
Didirikan 126 tahun lalu, Olympique de Marseille merupakan salah satu klub terbesar di Prancis yang berkompetisi di Ligue 1 dan tercatat sebagai klub Prancis pertama yang menjuarai UEFA Champions League pada 1993.
Klub Sebut Situasi Sudah Terkendali
Dalam keterangannya, klub menyatakan serangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya gelombang serangan siber terhadap organisasi besar di tingkat nasional maupun internasional.
Manajemen menegaskan bahwa tim teknis internal bersama penyedia layanan spesialis segera mengambil langkah penanganan sehingga situasi dapat dikendalikan dengan cepat. Hingga saat ini, seluruh aktivitas klub disebut tetap berjalan normal dan aman.
Olympique de Marseille juga memastikan bahwa tidak ada data perbankan maupun kata sandi yang terdampak dalam insiden tersebut. Investigasi masih terus dilakukan untuk menentukan cakupan pasti dari dugaan pelanggaran keamanan.
Klaim Peretas: 400.000 Data Diduga Dicuri
Meski pihak klub belum secara eksplisit mengonfirmasi adanya kebocoran data, pelaku ancaman mengklaim telah mencuri basis data berisi informasi sekitar 400.000 individu.
Menurut klaim tersebut, data yang diduga diambil mencakup nama, alamat, informasi pemesanan, alamat email, serta nomor telepon seluler staf dan pendukung klub. Pelaku juga mempublikasikan sampel data di forum peretasan sebagai bukti.
Selain itu, disebutkan pula bahwa lebih dari 2.050 akun Drupal CMS turut terdampak, termasuk 34 akun staf dan sekitar 1.770 akun kontributor serta moderator.
Pelaku bahkan menawarkan penjualan data yang diklaim berasal dari Februari 2026 tersebut, menyebutnya sebagai dump dari klub ikonik Ligue 1 dengan basis pendukung besar di Prancis maupun internasional.
Laporan ke Otoritas dan Imbauan Waspada
Sebagai langkah respons, Olympique de Marseille telah melaporkan insiden tersebut kepada otoritas perlindungan data Prancis, CNIL, serta mengajukan pengaduan resmi.
Klub juga mengimbau para pendukung untuk tetap waspada terhadap potensi upaya phishing dan segera melaporkan aktivitas mencurigakan.
Insiden ini menambah daftar gangguan keamanan di dunia sepak bola Prancis. Pada November lalu, French Football Federation juga mengungkap pelanggaran data setelah pelaku memperoleh akses ke perangkat lunak manajemen administratif klub melalui akun yang telah dikompromikan.
Hingga berita ini diturunkan, perwakilan Olympique de Marseille belum memberikan keterangan tambahan terkait detail teknis serangan maupun validitas klaim kebocoran data yang beredar.








