HubsNVIDIA

Laptop NVIDIA RTX Spark ASUS dan MSI Ludes Terjual Sebelum Resmi Meluncur

Laptop berbasis NVIDIA RTX Spark dilaporkan telah habis terjual di Taiwan bahkan sebelum satu unit pun resmi dikirimkan kepada pelanggan. ASUS dan MSI disebut telah menjual seluruh alokasi produksi awal laptop yang menggunakan SoC berbasis Arm hasil pengembangan NVIDIA dan MediaTek tersebut.

Informasi dari Taiwan menyebutkan bahwa terbatasnya alokasi chip dari NVIDIA menjadi salah satu faktor yang menyebabkan stok produksi awal cepat habis. Namun, besarnya permintaan sebenarnya masih menjadi tanda tanya mengingat laptop RTX Spark diperkirakan memiliki harga awal sekitar US$3.500 di Taiwan.

ASUS dan MSI Disebut Mendapat 100.000 Chip

Menurut laporan Investor.com.tw, ASUS dan MSI mendapatkan alokasi sekitar 100.000 unit chip N1 dan/atau N1x untuk produksi awal laptop RTX Spark.

Jumlah tersebut sebenarnya tidak tergolong sangat kecil untuk sebuah platform laptop baru. Namun, belum diketahui berapa banyak chip yang dialokasikan NVIDIA kepada partner lainnya untuk periode peluncuran pertama.

Selain ASUS dan MSI, sejumlah perusahaan lain juga telah ditunjuk sebagai partner peluncuran RTX Spark, termasuk:

  • Dell
  • HP
  • Lenovo
  • Microsoft

Sementara itu, Acer dan Gigabyte disebut akan menyusul kemudian.

Dengan jumlah partner yang cukup banyak, alokasi 100.000 chip untuk ASUS dan MSI secara keseluruhan memang dapat terlihat lebih terbatas jika dibandingkan dengan potensi kebutuhan seluruh pasar.

Produksi Berikutnya Bisa Mencapai 500.000 Chip

NVIDIA disebut akan meningkatkan pasokan untuk produksi berikutnya.

Menurut laporan dari Taiwan, alokasi untuk batch selanjutnya diperkirakan berada di kisaran 300.000 hingga 500.000 chip. Peningkatan tersebut akan memberikan ruang lebih besar bagi para produsen laptop untuk meningkatkan volume produksi setelah tahap peluncuran awal.

Namun, belum diketahui secara pasti bagaimana pembagian alokasi tersebut di antara seluruh partner NVIDIA.

Jika angka tersebut benar-benar direalisasikan, NVIDIA tampaknya sedang mempersiapkan RTX Spark untuk produksi yang jauh lebih besar setelah peluncuran perdana.

Harga US$3.500 Jadi Tantangan

Di balik kabar stok produksi awal yang habis, terdapat satu faktor yang berpotensi menjadi tantangan utama bagi RTX Spark: harga.

Laptop RTX Spark diperkirakan memiliki harga awal sekitar US$3.500 di Taiwan. Harga tersebut tergolong tinggi untuk sebuah laptop berbasis Arm yang memasuki pasar PC dengan platform baru.

Karena itu, habisnya alokasi awal belum tentu berarti permintaan konsumen akhir benar-benar sangat tinggi.

Ada kemungkinan stok awal yang tersedia memang terbatas karena NVIDIA memberikan alokasi chip dalam jumlah tertentu kepada masing-masing partner. Dengan demikian, produk yang habis sebelum pengiriman bisa lebih mencerminkan keterbatasan pasokan daripada tingginya permintaan konsumen.

Tanpa data penjualan aktual atau jumlah pre-order, masih terlalu dini untuk menyimpulkan bahwa RTX Spark telah menjadi produk yang sangat diminati.

NVIDIA dan MediaTek Tantang Dominasi x86

RTX Spark sendiri merupakan salah satu upaya NVIDIA dan MediaTek memasuki pasar PC dengan SoC berbasis Arm.

Pendekatan ini berbeda dari laptop Windows konvensional yang selama ini didominasi processor berbasis x86 dari Intel dan AMD. NVIDIA membawa kemampuan GPU dan ekosistem AI-nya, sementara MediaTek berperan dalam pengembangan SoC Arm tersebut.

Platform baru ini diharapkan dapat menawarkan kombinasi performa komputasi, kemampuan AI, grafis, serta efisiensi daya dalam satu paket.

Keberhasilan RTX Spark nantinya akan sangat menarik untuk diamati karena NVIDIA dan MediaTek tidak hanya berhadapan dengan produsen processor PC tradisional, tetapi juga dengan Qualcomm yang telah lebih dahulu mendorong platform Snapdragon berbasis Arm untuk laptop Windows.

Respons Pasar Menjadi Hal yang Menarik untuk Diamati

Habisnya produksi awal ASUS dan MSI memberikan sinyal awal yang menarik menjelang peluncuran RTX Spark. Namun, angka tersebut belum cukup untuk menunjukkan tingkat permintaan sebenarnya.

Dengan harga sekitar US$3.500, RTX Spark harus menawarkan keunggulan yang cukup kuat untuk menarik pengguna dibandingkan laptop premium berbasis x86 maupun platform Arm lainnya.

Peningkatan alokasi hingga 300.000–500.000 chip pada produksi berikutnya nantinya dapat menjadi indikator yang lebih baik mengenai seberapa besar keyakinan NVIDIA dan para produsen terhadap pasar laptop RTX Spark.

Jika permintaan tetap tinggi setelah pasokan diperbesar, RTX Spark berpotensi menjadi salah satu platform yang mempercepat adopsi Arm PC di segmen laptop performa tinggi.

Sumber: Investor.com.tw dan UDN Money

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button