MacBook Neo Disebut Menghabiskan Siklus SSD dengan Cepat akibat Penggunaan Swap

MacBook Neo yang dipasarkan Apple sebagai laptop terjangkau mulai menghadapi sorotan terkait daya tahan SSD. Pengujian terbaru menunjukkan bahwa kapasitas RAM hanya 8 GB dapat menyebabkan sistem terlalu sering menggunakan swap pada SSD, sehingga jumlah data yang ditulis ke storage meningkat drastis.
Temuan tersebut berasal dari kanal YouTube UFD Tech, yang melakukan pengujian terhadap penggunaan SSD MacBook Neo. Hasilnya menunjukkan bahwa model dengan SSD 256 GB dapat mengalami beban penulisan yang sangat tinggi ketika laptop kehabisan RAM dan memindahkan data ke swap file.
Meski demikian, hasil pengujian tersebut bukan berarti setiap pengguna MacBook Neo akan mengalami penurunan umur SSD dalam waktu yang sama. Beban kerja, aplikasi yang digunakan, jumlah multitasking, serta pola penggunaan sangat memengaruhi jumlah data yang ditulis ke SSD.


SSD 256 GB Diperkirakan Memiliki Endurance Sekitar 414 TB
Dalam pengujian menggunakan tool untuk membebani SSD, UFD Tech menemukan bahwa model MacBook Neo 256 GB telah menghabiskan sekitar 5% dari estimasi umur SSD setelah menulis 20 TB data.
Berdasarkan angka tersebut, penguji memproyeksikan endurance drive berada di sekitar 414 TB.
Sementara model dengan kapasitas 512 GB menunjukkan hasil yang jauh lebih tinggi. Berdasarkan pengujian yang sama, endurance yang diproyeksikan mencapai sekitar 1.521 TB, atau sekitar 3,7 kali estimasi model 256 GB.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa kapasitas SSD yang lebih besar tidak hanya memberikan ruang penyimpanan tambahan, tetapi pada pengujian ini juga berkaitan dengan daya tahan tulis yang lebih tinggi.

MacBook Neo Menulis Hampir 900 GB dalam Tiga Jam
Bagian paling mengkhawatirkan dari pengujian muncul ketika MacBook Neo digunakan dalam aktivitas sehari-hari.
UFD Tech menggunakan perangkat tersebut selama beberapa jam untuk berbagai aktivitas yang relatif umum, seperti membuka Chrome untuk melakukan riset dan membaca informasi serta menggunakan WhatsApp dan Discord untuk komunikasi.
Dalam kondisi tersebut, MacBook Neo disebut menulis hampir 900 GB data ke SSD hanya dalam waktu tiga jam.
Sebagian besar aktivitas tersebut berkaitan dengan penggunaan swap, yaitu mekanisme yang digunakan sistem operasi ketika RAM fisik tidak mencukupi. Data yang seharusnya berada di RAM untuk sementara dipindahkan ke SSD sehingga sistem tetap dapat menjalankan aplikasi.
Pada perangkat dengan RAM hanya 8 GB, mekanisme swap dapat bekerja lebih agresif ketika pengguna membuka banyak tab browser atau menjalankan beberapa aplikasi sekaligus.
Proyeksi Umur SSD Bisa Terlihat Sangat Pendek
Jika angka endurance sekitar 400–420 TB digunakan sebagai dasar perhitungan dan pola penulisan ekstrem dalam pengujian tersebut terus terjadi, UFD Tech memperkirakan SSD 256 GB dapat mencapai batas endurance dalam sekitar 1.400 jam, atau kurang lebih 58 hari penggunaan terus-menerus sebagai laptop produktivitas dasar.
Model 512 GB memberikan hasil yang jauh lebih baik. Dengan endurance yang diproyeksikan sekitar 1.521 TB, SSD tersebut diperkirakan mampu bertahan sekitar 5.000 jam dalam skenario penggunaan yang sama.
Namun, angka tersebut harus dipahami sebagai proyeksi berdasarkan pola workload tertentu, bukan prediksi bahwa SSD MacBook Neo akan benar-benar rusak setelah 58 hari penggunaan normal.
TBW Bukan Batas Mutlak Umur SSD
Perlu dicatat bahwa estimasi endurance SSD tidak otomatis menentukan kapan sebuah drive akan benar-benar gagal.
Rating endurance merupakan indikator mengenai jumlah data yang dirancang untuk ditulis selama masa penggunaan drive. SSD dapat terus bekerja setelah melewati angka tersebut, sementara kondisi sebenarnya juga dipengaruhi oleh berbagai faktor lain.
Dengan kata lain, pengguna MacBook Neo tidak perlu langsung menyimpulkan bahwa SSD mereka hanya akan bertahan beberapa minggu.
Masalah utama yang diangkat pengujian ini adalah tingginya write amplification akibat penggunaan swap, terutama pada konfigurasi dengan RAM 8 GB.
Jika pola penulisan sangat tinggi berlangsung terus-menerus selama bertahun-tahun, tentu beban terhadap NAND flash akan lebih besar dibandingkan sistem yang memiliki RAM cukup sehingga jarang melakukan swap.
SSD MacBook Neo Tidak Bisa Diganti dengan Mudah
Persoalan menjadi lebih serius karena storage pada MacBook Neo tidak dapat diganti oleh pengguna seperti SSD M.2 pada sebagian besar laptop PC.
Jika SSD internal akhirnya mengalami kerusakan setelah penggunaan jangka panjang, pengguna tidak cukup hanya membeli SSD baru dan memasangnya sendiri.
Perbaikan dapat menjadi lebih mahal dan berpotensi menimbulkan risiko kehilangan data jika tidak tersedia backup.
Kondisi ini membuat keputusan Apple menggunakan konfigurasi RAM 8 GB menjadi semakin relevan untuk diperhatikan, khususnya bagi pengguna yang berencana memakai MacBook Neo selama bertahun-tahun.
Rumor Apple Siapkan RAM 12 GB
Menariknya, kapasitas RAM memang disebut-sebut sebagai salah satu kelemahan utama MacBook Neo.
Rumor sebelumnya menyebut Apple sedang mempertimbangkan penggunaan SoC A19 Pro untuk generasi MacBook Neo berikutnya sekaligus meningkatkan kapasitas RAM dari 8 GB menjadi 12 GB.
Jika benar, tambahan RAM tersebut berpotensi mengurangi frekuensi penggunaan swap pada aktivitas multitasking dan workload yang membutuhkan banyak memori.
Namun, hingga saat ini informasi mengenai perubahan tersebut masih berada pada tahap rumor dan belum menjadi spesifikasi resmi produk.
Tidak Semua Pengguna Akan Mengalami Masalah yang Sama
Hasil pengujian UFD Tech memang menunjukkan potensi masalah pada MacBook Neo dengan RAM terbatas, tetapi dampaknya akan sangat bergantung pada cara laptop digunakan.
Pengguna yang hanya menjalankan beberapa aplikasi ringan dan tidak banyak membuka tab browser kemungkinan menghasilkan penulisan SSD yang jauh lebih rendah dibandingkan skenario pengujian ekstrem.
Sebaliknya, pengguna yang sering melakukan multitasking berat, membuka puluhan tab browser, menjalankan aplikasi berbasis Electron, atau menggunakan aplikasi yang membutuhkan banyak RAM berpotensi membuat sistem lebih sering menggunakan swap.
Karena itu, temuan ini lebih tepat dilihat sebagai peringatan mengenai trade-off konfigurasi RAM 8 GB pada MacBook Neo, bukan sebagai bukti bahwa SSD laptop tersebut pasti akan rusak dalam hitungan bulan.
Meski demikian, penggunaan SSD sebagai kompensasi atas kapasitas RAM yang terbatas tetap menjadi aspek penting untuk diperhatikan, terutama karena storage internal MacBook Neo tidak dirancang untuk mudah diganti.
Sumber: UFD Tech, Apple








