Microsoft Perbaiki Masalah Sinkronisasi WSUS yang Memicu Delay dan Timeout

Microsoft mengonfirmasi adanya masalah pada Windows Server Update Services (WSUS) yang membuat proses sinkronisasi update di sebagian lingkungan enterprise mengalami delay panjang atau timeout.
WSUS digunakan administrator IT untuk mengelola distribusi update Microsoft di jaringan perusahaan melalui server lokal. Dengan pendekatan ini, endpoint tidak perlu langsung mengambil update dari server Microsoft, karena metadata dan paket update dikelola secara terpusat.
Dalam kondisi normal, WSUS melakukan sinkronisasi dengan Microsoft Update untuk mengambil metadata update terbaru. Namun pada server yang terdampak, proses sinkronisasi dapat melambat drastis atau gagal karena timeout, sehingga organisasi bisa tertunda dalam mendistribusikan update Windows melalui WSUS maupun Configuration Manager.
Menurut Microsoft, masalah ini berdampak pada platform client mulai dari Windows 10 version 1607 dan yang lebih baru, serta platform server mulai dari Windows Server 2012 dan yang lebih baru.
Dampak yang lebih besar mulai terlihat pada 13 Juli 2026. Masalah tersebut muncul tepat di periode sensitif bagi administrator, karena berdekatan dengan rilis update keamanan bulanan Juli 2026.
Microsoft telah menerapkan mitigasi pada 18 Juli 2026 untuk mencegah server WSUS baru atau server yang dibangun ulang ikut terdampak. Setelah mitigasi tersebut, proses sinkronisasi untuk instalasi WSUS baru dan rebuild disebut telah kembali berjalan normal.
Meski begitu, server WSUS yang sudah lebih dulu terdampak belum sepenuhnya pulih. Microsoft masih menyiapkan langkah mitigasi tambahan agar pelanggan dapat menghapus metadata bermasalah dari lingkungan mereka secara aman.
Belum ada workaround umum yang dapat langsung diterapkan untuk semua server lama yang terdampak. Karena itu, administrator disarankan memantau status sinkronisasi, memeriksa log WSUS, dan menunggu panduan resmi sebelum melakukan pembersihan metadata secara manual.
Gangguan sinkronisasi WSUS dapat berdampak signifikan pada siklus patching enterprise. Jika update tidak berhasil disinkronkan, organisasi bisa terlambat menguji dan mendistribusikan pembaruan keamanan ke endpoint yang dikelola.
Untuk sementara, tim IT sebaiknya mengidentifikasi server WSUS yang mengalami timeout, membedakan antara instalasi baru dan server lama yang terdampak, serta menyiapkan jalur deployment alternatif jika patch kritikal perlu didistribusikan lebih cepat.
Sumber: Microsoft Learn








