Security

Ukraina Tutup 94 Call Center Penipuan, Sita Uang Tunai Jutaan Dolar

Otoritas Ukraina membongkar jaringan 94 fraudulent call center yang diduga digunakan untuk menjalankan berbagai skema penipuan terhadap korban di dalam maupun luar negeri.

Operasi tersebut dilakukan pada pekan ini dan melibatkan 411 penggeledahan di berbagai lokasi. Investigasi dilakukan bersama oleh Kepolisian Nasional Ukraina, Security Service of Ukraine, Prosecutor General’s Office, serta kepolisian Jerman.

Dari penggerebekan tersebut, aparat menyita ribuan perangkat komputer dan ponsel, ribuan kartu SIM, akses cryptocurrency wallet, kendaraan, serta uang tunai dengan nilai mencapai jutaan dolar.

Sebanyak 26 orang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam penyelidikan tersebut.

Call Center Menyamar sebagai Bank dan Broker

Menurut aparat Ukraina, jaringan call center tersebut menjalankan berbagai modus untuk memperoleh uang korban atau mengambil alih akses ke rekening bank.

Salah satu modus yang digunakan adalah menyamar sebagai petugas bank.

Operator akan menghubungi calon korban dan mengklaim telah mendeteksi transaksi mencurigakan pada rekening mereka. Korban kemudian diberi tahu bahwa rekening akan diblokir apabila tidak segera melakukan pembayaran atau mengikuti instruksi tertentu.

Dalam skenario lainnya, pelaku membujuk korban untuk mengajukan pinjaman, memberikan informasi kartu pembayaran, atau memasang remote-access software pada komputer maupun smartphone.

Setelah mendapatkan akses, pelaku dapat memperoleh kendali terhadap perangkat korban dan menggunakan informasi tersebut untuk melakukan transaksi atau mengambil alih akun finansial.

Korban Dijebak Melalui Investasi Palsu

Sebagian call center menjalankan skema investment scam dengan menawarkan platform investasi atau broker palsu.

Operator terlebih dahulu mengidentifikasi orang-orang yang memang memiliki minat terhadap investasi. Target tersebut kemudian dihubungi dan diarahkan untuk memasukkan uang ke platform yang dikendalikan oleh jaringan penipu.

Korban dibuat percaya bahwa dana mereka sedang digunakan untuk aktivitas investasi dan bahkan dapat ditampilkan seolah-olah menghasilkan keuntungan.

Namun, platform tersebut sebenarnya tidak menyediakan investasi yang nyata.

Beberapa call center bahkan menargetkan warga negara asing, khususnya korban di kawasan Uni Eropa.

Pelaku menggunakan berbagai identitas palsu, termasuk menyamar sebagai broker atau profesional di bidang keuangan untuk meningkatkan kepercayaan korban.

Modus Penipuan Mengatasnamakan Bank

Dalam modus lainnya, operator call center menghubungi korban dengan mengaku sebagai perwakilan bank.

Mereka kemudian mengatakan bahwa terdapat transaksi mencurigakan pada rekening korban dan mengklaim bahwa rekening tersebut akan segera diblokir.

Korban diarahkan untuk mengikuti instruksi tertentu dengan alasan untuk mengamankan rekening.

Instruksi tersebut dapat mencakup pemberian data kartu pembayaran, credentials, atau pemasangan aplikasi remote access.

Dengan teknik social engineering tersebut, korban secara tidak sadar memberikan akses yang dibutuhkan pelaku untuk mengambil alih akun atau melakukan transaksi.

Korban Penipuan Lama Juga Menjadi Sasaran

Jaringan tersebut bahkan menggunakan modus recovery scam, yaitu menargetkan orang yang sebelumnya sudah pernah menjadi korban penipuan.

Pelaku menawarkan bantuan untuk mengembalikan dana yang sebelumnya hilang dan mengaku memiliki kemampuan untuk memulihkan uang tersebut.

Setelah korban percaya dan bersedia bekerja sama, pelaku kembali meminta pembayaran atau informasi tertentu.

Dengan demikian, korban yang telah mengalami kerugian kembali menjadi sasaran penipuan untuk kedua kalinya.

Call Center Juga Menjual Produk Kesehatan Palsu

Tidak seluruh aktivitas jaringan berkaitan dengan investasi dan perbankan.

Polisi juga menemukan bahwa beberapa call center memasarkan produk yang diklaim sebagai pengobatan untuk berbagai penyakit.

Produk tersebut dipromosikan sebagai memiliki manfaat medis, meskipun sebenarnya tidak memiliki khasiat pengobatan seperti yang dijanjikan.

Para operator menggunakan teknik penjualan melalui telepon untuk meyakinkan calon korban agar membeli produk tersebut.

Temuan ini menunjukkan bahwa jaringan call center menjalankan berbagai skema sekaligus dan menyesuaikan modus berdasarkan profil serta ketertarikan calon korban.

Ribuan Perangkat Disita

Dalam 411 penggeledahan yang dilakukan aparat, polisi menemukan dan menyita sejumlah besar perangkat yang digunakan untuk menjalankan operasi penipuan.

Barang bukti yang diamankan meliputi:

  • 1.794 workstation lengkap
  • 3.336 perangkat komputer
  • 1.346 ponsel
  • 5.200 kartu SIM
  • 90 kartu bank
  • Akses ke 20 cryptocurrency wallet
  • 22 kendaraan
  • Uang tunai sekitar US$2 juta
  • Sekitar 64.000 euro
  • Uang tunai dalam mata uang hryvnia Ukraina
  • Sekitar 1 kilogram emas, termasuk batangan dan perhiasan

Besarnya jumlah workstation, komputer, ponsel, dan kartu SIM yang ditemukan menunjukkan bahwa operasi tersebut dijalankan dengan struktur yang cukup terorganisasi dan menggunakan tenaga operator dalam jumlah besar.

Aparat Telusuri Aliran Dana dan Korban

Sebanyak 26 orang telah secara resmi diberitahukan statusnya sebagai tersangka.

Penyidik kini melakukan forensic investigation terhadap seluruh perangkat elektronik yang disita.

Analisis terhadap komputer, ponsel, kartu SIM, dan media penyimpanan diharapkan dapat membantu aparat mengidentifikasi korban serta menghitung total kerugian yang ditimbulkan.

Data tersebut juga dapat digunakan untuk menemukan bukti yang mengarah kepada penyelenggara utama jaringan.

Selain operator call center, penyidik juga berusaha mengidentifikasi pihak lain yang berperan dalam ekosistem penipuan, termasuk money mule dan pelaku money laundering.

Terancam Hukuman hingga 12 Tahun Penjara

Para tersangka dapat dijerat dengan sejumlah pasal dalam Criminal Code of Ukraine, termasuk ketentuan terkait penipuan dan pencucian hasil kejahatan.

Jika terbukti bersalah berdasarkan pasal yang diterapkan, pelaku dapat menghadapi hukuman hingga 12 tahun penjara serta penyitaan aset.

Penyitaan uang tunai, cryptocurrency wallet, kendaraan, emas, dan peralatan operasional juga berpotensi memberikan informasi penting mengenai skala finansial jaringan tersebut.

Operasi ini sekaligus menunjukkan bahwa fraudulent call center masih menjadi salah satu sarana efektif bagi kelompok kriminal untuk menjalankan social engineering dalam skala besar.

Dengan menggabungkan penyamaran sebagai bank, broker, aparat penegak hukum, layanan pemulihan dana, hingga penjual produk kesehatan, operator dapat menargetkan berbagai kelompok korban menggunakan pendekatan yang berbeda-beda.

Sumber: Kepolisian Nasional Ukraina

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button