Intel

Intel Hentikan GPU Data Center “Ponte Vecchio” dan “Arctic Sound”

Persiapan menuju era akselerator AI “Jaguar Shores” menandai berakhirnya dua arsitektur Xe generasi awal

Oktober 2025 — Intel dilaporkan mulai menghentikan secara bertahap lini GPU Data Center Ponte Vecchio (Max Series) dan Arctic Sound (Flex Series). Menurut catatan rilis terbaru Intel XPU Manager v1.3.3—alat open-source untuk memantau GPU data center Intel—kedua seri tersebut kini masuk fase deprecated, dan pengguna disarankan tetap menggunakan versi 1.2.42 agar seluruh fitur lama tetap berfungsi.

Langkah ini menandakan bahwa Intel tengah mempersiapkan transisi besar ke platform akselerator AI baru “Jaguar Shores”, meskipun GPU Flex dan Max baru berusia sekitar dua tahun di pasar.

Dua Arsitektur Ambisius, Tapi Sulit Bertahan

Ponte Vecchio, berbasis arsitektur Xe-HPC dan proses Intel 10, merupakan chip masif berukuran sekitar 1.280 mm² dengan lebih dari 100 miliar transistor. Dengan 16.384 shading units dan 1.024 tensor cores, GPU ini menawarkan performa tinggi untuk HPC dan AI, namun juga memiliki TDP hingga 600 W, menjadikannya mahal dan sulit diintegrasikan.
Model seperti Max 1100, 1350, dan 1550 (48–128 GB) awalnya dirancang untuk komputasi berat, namun adopsinya terbatas karena biaya dan kompleksitas sistem.

Sementara itu, Arctic Sound, berbasis arsitektur Xe Gen 12.5, merupakan chip lebih kecil berukuran 190 mm² dengan 8 miliar transistor dan TDP mendekati 500 W. GPU ini muncul pertama kali pada 2021 dengan versi 1T, 2T, dan M (16 GB), menyasar kebutuhan grafis dan transcoding di pusat data menengah.

Pasar yang Sulit Ditembus

Kedua GPU gagal memperoleh pangsa pasar signifikan karena menghadapi dominasi akselerator mapan seperti NVIDIA dan AMD yang memiliki ekosistem software matang. Intel harus mengembangkan perangkat keras dan ekosistem software secara bersamaan—tantangan besar yang memperlambat adopsi oleh penyedia cloud dan enterprise.

Meski begitu, Intel sempat meraih prestasi besar dengan implementasi Ponte Vecchio di superkomputer Aurora, yang membuktikan kemampuan teknisnya dalam skala ekstrem. Namun, strategi akselerator Intel yang kerap berubah arah membuat banyak vendor enggan berkomitmen secara eksklusif pada platform mereka.

Menuju “Jaguar Shores”

Generasi berikutnya, Jaguar Shores, diperkirakan akan menghadirkan silicon baru dengan HBM4 dan platform rack-scale yang lebih efisien, serta dukungan penuh dari ekosistem OneAPI yang kini lebih matang.

Langkah penghentian Ponte Vecchio dan Arctic Sound menjadi sinyal jelas bahwa Intel tengah menyusun ulang strategi akselerator datacenter-nya untuk menghadapi era AI dan komputasi intensif yang lebih kompetitif.


Sumber: Intel on GitHub, VideoCardz, Phoronix

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button