Data Center & HPCServers

LineShine Milik Tiongkok Resmi Memulai Debut sebagai Superkomputer Tercepat di Dunia dengan Performa 2 ExaFLOPS

Berdasarkan pembaruan daftar TOP500 edisi Juni, yang melacak 500 sistem superkomputer paling bertenaga di seluruh dunia, Tiongkok berhasil merebut peringkat nomor satu melalui superkomputer terbarunya yang bernama LineShine. Sistem mutakhir ini mampu menembus performa komputasi sebesar 2,198 ExaFLOPS saat diukur menggunakan metode standarisasi High-Performance Linpack (HPL). Pencapaian tersebut menjadikan LineShine sebagai sistem komputer pertama di dunia yang berhasil melampaui ambang batas 2 ExaFLOPS dalam pemrosesan data presisi ganda (dual-precision FP64) untuk beban kerja berkelanjutan (sustained workloads).

Superkomputer LineShine tercatat memiliki teoritis performa puncak (theoretical peak performance) mencapai 2,736 ExaFLOPS, yang berarti sistem ini mampu mempertahankan sekitar 80% dari total kapasitas performa puncaknya secara konsisten. Arsitektur masif ini ditenagai sepenuhnya oleh jaringan prosesor (CPU) tradisional berskala raksasa, tanpa keterlibatan unit pengolah grafis (GPU) atau akselerator khusus lainnya untuk menghasilkan figur komputasi FP64 yang tinggi tersebut.

Di saat pusat data tradisional global mulai bergeser memanfaatkan format data 8-bit FP8 untuk kebutuhan beban kerja kecerdasan buatan (AI), sistem komputasi berkinerja tinggi (HPC) untuk penelitian ilmiah dan superkomputer justru tetap mempertahankan penggunaan format data tradisional FP64. Lewat kemampuan mempertahankan performa komputasi di atas 2 ExaFLOPS, LineShine sukses menggeser dominasi superkomputer andalan Amerika Serikat seperti El Capitan, Aurora, dan Frontier.

Arsitektur Masif Berbasis Belasan Juta Inti Prosesor ARMv9

Secara teknis, LineShine mengintegrasikan total 13,79 juta inti prosesor (cores) berbasis arsitektur ARMv9. Belasan juta inti tersebut tersebar ke dalam 20.480 simpul (nodes) dalam konfigurasi arsitektur memori Non-Uniform Memory Access (NUMA). Setiap node di dalamnya menampung dua buah unit CPU LX2, di mana masing-masing CPU dibekali dengan 304 cores serta memori High Bandwidth Memory (HBM) berkapasitas 32 GB.

Unit CPU pada LineShine memanfaatkan teknologi HBM untuk memfasilitasi akses memori berkecepatan tinggi, yang kemudian dialihkan ke memori sistem DDR dengan kapasitas sekitar 256 GB per CPU. Struktur internal CPU ini terbagi ke dalam dua die, di mana setiap die dipisahkan lagi menjadi empat domain NUMA.

Tiap domain NUMA berisi 38 cores yang berjalan pada kecepatan komputasi 1,55 GHz dan dialokasikan memori HBM sebesar 4 GB. Gabungan dari empat domain NUMA ini akan membentuk satu kesatuan die, dan masing-masing die mendapatkan alokasi memori DDR sebesar 128 GB. Meskipun belum dikonfirmasi secara mendetail, jenis memori RAM yang digunakan kemungkinan besar adalah standar DDR5 terbaru.

Efisiensi Daya dan Pengakuan Resmi Daftar TOP500

Urusan konsumsi daya, kompleks superkomputer berskala masif ini membutuhkan pasokan daya listrik sebesar 42,2 Megawatt (MW). Di balik kebutuhan dayanya yang besar, LineShine mampu mencatatkan tingkat efisiensi performa yang tinggi, yakni mencapai 52,07 GigaFLOPS per Watt.

Aspek yang paling menarik dari superkomputer ini adalah statusnya sebagai satu-satunya sistem komputer berskala Exascale di dalam daftar TOP500 yang murni mengandalkan kekuatan komputasi dari sektor CPU saja (CPU-only). Pendekatan desain serupa sebelumnya pernah diterapkan oleh superkomputer legendaris milik Jepang, Fugaku. Namun pada saat itu, Fugaku hanya mampu mencatatkan performa komputasi berkelanjutan sekitar setengah ExaFLOP saja.

Kehadiran LineShine juga membawa angin segar bagi transparansi teknologi komputasi Asia. Komite TOP500 dilaporkan telah memverifikasi secara langsung klaim performa yang diajukan oleh pengembang LineShine. Langkah ini menandai momen pertama kalinya sebuah entri komputasi berkinerja tinggi (HPC) asal Tiongkok berhasil menduduki takhta tertinggi dalam daftar TOP500 dengan status peringkat yang terverifikasi secara resmi secara internasional.

Sumber: TOP500 via HPCWire

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button