Security

Laporan FinCEN: Geng Ransomware Raup Lebih dari $2,1 Miliar dalam 2022–2024

Financial Crimes Enforcement Network (FinCEN) merilis laporan terbaru yang mengungkapkan aktivitas ransomware mencapai puncaknya pada 2023 sebelum menurun di 2024. Penurunan ini terjadi setelah serangkaian operasi penegakan hukum yang menargetkan geng ALPHV/BlackCat dan LockBit.

Lonjakan dan Penurunan Aktivitas Ransomware

Antara Januari 2022 hingga Desember 2024, tercatat 4.194 insiden ransomware berdasarkan laporan Bank Secrecy Act. Total pembayaran tebusan mencapai lebih dari $2,1 miliar, hampir menyamai jumlah yang dilaporkan selama delapan tahun sebelumnya (2013–2021). Secara keseluruhan, dari 2013 hingga 2024, FinCEN mencatat sekitar $4,5 miliar pembayaran kepada geng ransomware.

Tahun 2023 menjadi periode paling menguntungkan bagi pelaku, dengan 1.512 insiden dan pembayaran sekitar $1,1 miliar—naik 77% dibanding 2022. Namun, pada 2024 jumlah insiden sedikit turun menjadi 1.476, sementara nilai pembayaran merosot tajam ke $734 juta. Penurunan ini diyakini akibat operasi besar terhadap BlackCat pada 2023 dan LockBit di awal 2024.

Industri Paling Terdampak

FinCEN mencatat sebagian besar pembayaran tebusan berada di bawah $250.000. Industri yang paling sering diserang antara 2022–2024 meliputi:

  • Manufaktur: 456 insiden
  • Jasa keuangan: 432 insiden
  • Kesehatan: 389 insiden
  • Ritel: 337 insiden
  • Layanan hukum: 334 insiden

Sementara itu, kerugian finansial terbesar dialami oleh:

  • Jasa keuangan: sekitar $365,6 juta
  • Kesehatan: sekitar $305,4 juta
  • Manufaktur: sekitar $284,6 juta
  • Sains dan teknologi: sekitar $186,7 juta
  • Ritel: sekitar $181,3 juta

Geng Ransomware Paling Aktif

FinCEN mengidentifikasi 267 keluarga ransomware, namun hanya sebagian kecil yang mendominasi serangan.

  • Akira: muncul dalam 376 laporan insiden
  • ALPHV/BlackCat: meraup sekitar $395 juta
  • LockBit: menghasilkan $252,4 juta

Geng lain yang tercatat aktif termasuk Black Basta, Royal, BianLian, Hive, Medusa, dan Phobos. Secara kolektif, 10 geng teratas menyumbang $1,5 miliar pembayaran tebusan dalam periode 2022–2024.

Metode Pembayaran

Sebagian besar pembayaran dilakukan melalui Bitcoin (97%), dengan sisanya menggunakan Monero, Ether, Litecoin, dan Tether. FinCEN mendorong organisasi untuk terus melaporkan serangan ke FBI serta pembayaran tebusan ke FinCEN guna membantu mengganggu aktivitas kejahatan siber.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button