Ubisoft Batalkan DLC Tahun Kedua Assassin’s Creed Shadows, Fokus Alih ke Update Besar

Assassin’s Creed Shadows kembali menjadi sorotan. Setelah peluncuran yang diwarnai kontroversi, penundaan, hingga masalah teknis pra-rilis, Ubisoft kini dipastikan membatalkan DLC besar yang direncanakan untuk tahun kedua. Kabar ini datang langsung dari Simon Lemay Comtois, Post-Launch Director Shadows, dalam wawancara terbaru bersama YouTuber JorRaptor.
DLC Tahun Kedua Dibatalkan
Awalnya, Assassin’s Creed Shadows direncanakan memperoleh dua ekspansi besar, keduanya setara cakupannya dengan Claws of Awaji. DLC kedua ini seharusnya hadir sebagai konten berbayar jika Ubisoft merilis season pass. Namun kini, rencana itu sepenuhnya dibatalkan.
Simon menjelaskan bahwa Ubisoft tengah mengubah strategi dukungan pasca-rilis untuk tahun kedua. Alih-alih merilis update cepat dan reaktif dengan model DLC tradisional, tim kini memilih pendekatan berbeda:
Update akan lebih besar, lebih padat, dan dirancang untuk benar-benar “mengguncang” gameplay.
Hal ini menandai pergeseran signifikan dari model live-service yang selama ini diandalkan seri Assassin’s Creed sejak Odyssey.
Update Kolaborasi Attack on Titan & Perbaikan Besar
Pembatalan DLC ini diumumkan di minggu yang sama ketika Shadows menerima update besar, termasuk:
- Kolaborasi resmi Attack on Titan
- Story quest baru
- Perbaikan kualitas hidup (QoL)
- Optimalisasi performa dan stabilitas
Meski tak lagi mendapatkan DLC tahunan kedua, Ubisoft tampaknya berupaya meyakinkan pemain bahwa dukungan konten tetap berjalan melalui update yang lebih fokus.
Diluncurkan dengan Dukungan Steam Deck
Meski kontroversial di pra-rilis, Assassin’s Creed Shadows sebenarnya meluncur cukup mulus, lengkap dengan dukungan Steam Deck di hari pertama, serta beberapa konten gratis pasca-peluncuran.
Namun pembatalan konten besar ini menimbulkan pertanyaan mengenai arah jangka panjang game ini—apakah Ubisoft tengah menyesuaikan prioritas internal, atau apakah respons pemain turut memengaruhi keputusan?








