Gaming

Serikat Pekerja Rockstar Ajukan Pengakuan Resmi Menjelang Peluncuran GTA VI

Serikat pekerja Rockstar Game Workers Union (RSGWU) secara resmi mengajukan permohonan pengakuan serikat kepada Rockstar Games menjelang peluncuran Grand Theft Auto VI (GTA VI), yang saat ini dianggap sebagai salah satu game paling dinantikan dalam sejarah industri.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari pembentukan RSGWU pada awal 2026 yang dilakukan bersama Independent Workers’ Union of Great Britain (IWGB) Game Workers.

Berawal dari Dugaan Union Busting

Upaya pembentukan serikat pekerja ini muncul setelah terjadinya perselisihan pada 2025 yang melibatkan pemutusan hubungan kerja terhadap 31 karyawan Rockstar Games.

Perusahaan induk Rockstar, Take-Two Interactive, sebelumnya menyatakan bahwa para karyawan tersebut diberhentikan karena melanggar perjanjian kerahasiaan dengan membagikan informasi mengenai GTA VI di forum publik.

Namun, menurut IWGB, seluruh karyawan yang diberhentikan saat itu sedang dalam proses bergabung dengan serikat pekerja.

Organisasi tersebut menilai pemecatan tersebut merupakan bentuk union busting, yaitu praktik yang bertujuan menghambat pembentukan maupun aktivitas serikat pekerja.

Minta Dialog dengan Manajemen

Presiden IWGB, Alex Marshall, menilai Rockstar memiliki kemampuan finansial untuk membuka dialog dengan para pekerjanya.

Ia menyebut GTA VI dilaporkan telah menghasilkan lebih dari US$3 miliar dari pemesanan awal (pre-order), sehingga perusahaan dinilai mampu memberikan ruang bagi pekerja untuk memiliki suara yang lebih besar dalam pengambilan keputusan di tempat kerja.

Hingga saat ini, Rockstar Games belum memberikan tanggapan resmi terkait permohonan pengakuan serikat tersebut.

Kekhawatiran Terhadap PHK Setelah Peluncuran

Menurut laporan, salah satu kekhawatiran utama RSGWU adalah kemungkinan terjadinya pemutusan hubungan kerja setelah GTA VI resmi diluncurkan.

Beberapa tahun terakhir, industri game memang mengalami gelombang efisiensi dan PHK di berbagai perusahaan besar.

Situasi tersebut membuat para pekerja Rockstar menginginkan perlindungan yang lebih kuat melalui keberadaan serikat pekerja.

Industri Game Sedang Menghadapi Gelombang PHK

Permohonan pengakuan serikat ini muncul di tengah kondisi industri game yang masih bergejolak.

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah perusahaan besar dilaporkan melakukan pengurangan karyawan, termasuk:

  • Bungie, yang mengumumkan pemangkasan sebagian besar tim yang mengembangkan Destiny 2 serta sebagian tim Marathon.
  • Xbox Game Studios, yang dirumorkan tengah menyiapkan gelombang PHK di sejumlah studio internal.
  • Pekerja Ubisoft, yang melakukan aksi mogok sebagai respons terhadap kebijakan pengurangan tenaga kerja.

Selain itu, beberapa proyek game yang gagal di pasar juga memicu penutupan studio maupun pemutusan hubungan kerja.

GTA VI Jadi Proyek Terbesar Rockstar

Berbagai laporan sebelumnya menyebut pengembangan Grand Theft Auto VI menjadi salah satu proyek terbesar Rockstar Games.

Bahkan, biaya untuk gaji karyawan selama proses pengembangan disebut mencapai sekitar US$3 miliar, meskipun angka tersebut belum pernah dikonfirmasi secara resmi oleh perusahaan.

Dengan peluncuran GTA VI yang semakin dekat, proses negosiasi antara serikat pekerja dan Rockstar diperkirakan akan menjadi salah satu isu penting yang turut mendapat perhatian industri game dalam beberapa bulan mendatang.


Sumber: The Guardian

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button