Steam Machine Kehilangan Performa Akibat RAM Single-Channel, Upgrade Dual-Channel Bisa Tingkatkan FPS

Belum lama setelah Valve meluncurkan Steam Machine, berbagai ulasan menyoroti performanya yang dinilai belum sebanding dengan harga yang ditawarkan. Kini, pengujian terbaru mengungkap salah satu penyebabnya, yaitu penggunaan konfigurasi RAM DDR5 single-channel.
Berdasarkan pengujian yang dilakukan oleh Gamers Nexus, mengganti konfigurasi memori menjadi dual-channel mampu memberikan peningkatan performa yang cukup signifikan, terutama pada beban kerja yang bergantung pada CPU.
Single-Channel Jadi Salah Satu Kompromi Desain
Menurut laporan tersebut, Valve memilih menggunakan konfigurasi RAM DDR5 single-channel untuk menekan biaya produksi Steam Machine.
Padahal, prosesor modern umumnya mampu memanfaatkan bandwidth memori yang lebih besar melalui konfigurasi dual-channel.
Akibatnya, performa sistem menjadi tidak optimal, terutama pada aplikasi dan game yang sensitif terhadap bandwidth memori.
Performa CPU Naik Hampir 20%
Dalam pengujian sintetis, Gamers Nexus mencatat peningkatan performa hingga 19,4% pada benchmark kompresi file 7-Zip setelah Steam Machine menggunakan RAM dual-channel.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa peningkatan bandwidth memori memberikan dampak besar pada berbagai beban kerja produktivitas yang lebih mengandalkan CPU.
Peningkatan serupa juga diperkirakan dapat dirasakan pada pekerjaan seperti encoding maupun decoding video, meski tidak semua aplikasi menunjukkan peningkatan yang sama.
FPS Game Juga Meningkat
Meski Steam Machine lebih sering mengalami keterbatasan pada sisi GPU, konfigurasi dual-channel tetap memberikan peningkatan performa gaming pada beberapa judul.
Beberapa hasil pengujian meliputi:
- Baldur’s Gate 3 (1080p, Low): peningkatan hingga 15,3%.
- The Outer Worlds 2 (1080p, Low): peningkatan sekitar 14,7%.
- Resident Evil 4 (mode Prioritize Performance): peningkatan sekitar 10%.
- Baldur’s Gate 3 (1080p, Ultra): peningkatan sekitar 8,7%.
Menurut Gamers Nexus, peningkatan tersebut akan lebih terasa pada game esports atau judul yang menargetkan frame rate tinggi.
Sementara itu, pada pengaturan grafis tinggi atau ultra, sebagian besar game hanya mengalami peningkatan performa sekitar 0,6% hingga 3,6% karena mulai dibatasi oleh kemampuan GPU.
Tidak Semua RAM Langsung Kompatibel
Selama proses pengujian, tim Gamers Nexus juga menemukan bahwa Steam Machine mengalami masalah stabilitas saat proses boot ketika menggunakan beberapa modul DDR5 SODIMM.
Mereka akhirnya harus menggunakan modul memori dengan spesifikasi yang sangat mirip dengan RAM bawaan Valve agar sistem dapat berjalan stabil.
Hingga saat ini, Valve belum memublikasikan daftar kompatibilitas resmi mengenai frekuensi maupun timing DDR5 yang didukung Steam Machine.
Perangkat tersebut diketahui dikirim dengan memori DDR5-5600, sehingga belum diketahui apakah penggunaan modul DDR5 berkecepatan lebih tinggi akan memberikan peningkatan performa tambahan.
Upgrade RAM Bisa Menjadi Pilihan Menarik
Hasil pengujian ini menunjukkan bahwa pengguna Steam Machine berpotensi memperoleh peningkatan performa yang cukup besar hanya dengan beralih ke konfigurasi dual-channel, terutama untuk game yang bergantung pada performa CPU maupun berbagai aplikasi produktivitas.
Namun, pengguna tetap disarankan memastikan kompatibilitas modul RAM sebelum melakukan upgrade mengingat adanya laporan mengenai masalah stabilitas pada beberapa jenis DDR5 SODIMM.
Sumber: Gamers Nexus








