NewsSecurity

Victoria’s Secret Pulihkan Sistem Kritis Setelah Insiden Siber Mei 2025

Victoria’s Secret telah mengembalikan semua sistem penting yang sempat dinonaktifkan akibat insiden siber pada 24 Mei 2025.


🔄 Apa yang Terjadi?

  • Pada tanggal 24 Mei, sebuah insiden keamanan mengakibatkan penonaktifan sistem internal dan situs e‑commerce pada 26 Mei, sebagai langkah pencegahan.
  • Situs kembali online pada 29 Mei, namun akses ke beberapa sistem lanjutan masih belum pulih hingga beberapa hari kemudian — hal ini juga menyebabkan penundaan pengumuman hasil kuartal pertama 2025.
  • Perusahaan mengaktifkan protokol respons darurat, menggandeng pakar eksternal dan pelapor ke SEC, memastikan langkah mitigasi dan penilaian dampak berjalan cepat.

📊 Dampak terhadap Operasional dan Keuangan

  • Menurut pernyataan, tidak ada dampak material pada laporan keuangan kuartal 1, yang mencakup penjualan sebesar US$1,35 miliar.
  • Namun, perusahaan mengantisipasi akan menanggung biaya tambahan, terutama terkait proses pemulihan sistem dan investigasi — kemungkinan berdampak ringan pada performa keuangan Q2.
  • Laporan kuartal sempat ditunda karena sistem pendukung untuk persiapan laporan belum sepenuhnya siap.

✅ Sistem dan Layanan yang Sudah Pulih

  • Semua sistem internal dan platform e‑commerce telah pulih penuh.
  • Layanan di toko fisik, termasuk merek PINK, juga sudah kembali berjalan normal.

🔐 Tren Serupa di Industri Fashion

Insiden ini bukan yang pertama — beberapa minggu belakangan, brand seperti Cartier, Dior, Adidas, hingga ritel UK seperti Marks & Spencer juga menjadi sasaran malware dan gangguan operasional.


👥 Rekomendasi untuk Brand & Konsumen

Untuk BrandUntuk Konsumen
Evaluasi protokol respons insidenWaspadai phishing pasca‑insiden
Perkuat segmentasi jaringan & sistem backupCek ulang keamanan akun pribadi
Komunikasi berkala kepada publikGunakan metode pembayaran aman online

Sumber:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button