Data Center & HPCMotherboards

AAEON Luncurkan MAX-Q870A dan MAX-H810A, Motherboard Industrial microATX untuk Intel Core Ultra

AAEON meluncurkan dua motherboard industrial berformat microATX terbaru, yaitu MAX-Q870A dan MAX-H810A, yang dirancang untuk menjalankan prosesor Intel Core Ultra 200S Series atau Arrow Lake-S.

Kedua motherboard tersebut ditujukan untuk kebutuhan industrial dengan karakteristik yang berbeda. MAX-Q870A diposisikan sebagai solusi kelas lebih tinggi untuk aplikasi seperti AI dan machine vision, sedangkan MAX-H810A menyasar industrial automation dan Human-Machine Interface (HMI) dengan konfigurasi yang lebih ekonomis.

Perbedaan kelas tersebut terlihat dari dukungan prosesor. MAX-Q870A mendukung CPU dengan TDP hingga 125W, sementara MAX-H810A ditujukan untuk prosesor hingga 65W.

AAEON MAX-Q870A

MAX-Q870A menjadi model dengan spesifikasi lebih tinggi di antara keduanya. Motherboard ini menyediakan empat slot CU/U-DIMM yang dapat menampung hingga 256GB DDR5.

Untuk penyimpanan, tersedia dua slot M.2 M-Key dengan dukungan NVMe serta dua port SATA 6Gb/s. Konfigurasi SATA tersebut mendukung RAID 0, 1, dan 5.

Pada sisi ekspansi, MAX-Q870A menyediakan empat slot PCIe yang memungkinkan penggunaan beberapa perangkat secara bersamaan, terdiri dari:

  • 1x PCIe Gen 5 x16
  • 2x PCIe Gen 4 x4
  • 1x PCIe Gen 4 x1

Motherboard ini juga memiliki slot M.2 E-Key dengan dukungan CNVi untuk modul Wi-Fi, serta M.2 B-Key untuk modul komunikasi 5G.

Konektivitas dan Display

Panel I/O belakang MAX-Q870A menyediakan tiga port LAN, dengan dua di antaranya mendukung 2.5GbE.

Untuk konektivitas USB, tersedia enam USB 3.2 Gen 2 Type-A. Kebutuhan konektivitas perangkat industrial juga ditangani melalui satu konektor DB-9 yang mendukung RS-232/422/485.

Pada bagian display terdapat empat output video:

  • 2x HDMI 2.1
  • 2x DisplayPort 1.4a

Keempat output tersebut mampu menghasilkan resolusi hingga 4K pada 60Hz.

Konektor internal juga menyediakan co-lay 40-pin LVDS/eDP, sehingga motherboard dapat digunakan dengan berbagai panel display industrial.

AAEON turut menyediakan header tambahan untuk hingga delapan koneksi USB, box header untuk lima interface RS-232, serta 8-bit DIO.

AAEON MAX-H810A

MAX-H810A dirancang sebagai pilihan yang lebih terjangkau untuk sistem industrial automation dan HMI.

Motherboard ini tetap mendukung prosesor Intel Core Ultra 200S, tetapi ditujukan untuk CPU dengan daya hingga 65W.

Kapasitas memorinya mencapai 128GB DDR5 melalui dua slot CU/U-DIMM.

Untuk storage, tersedia dua port SATA 6Gb/s dengan dukungan RAID 0 dan RAID 1, serta satu slot M.2 M-Key untuk NVMe.

Ekspansi PCIe terdiri dari:

  • 1x PCIe Gen 5 x16
  • 1x PCIe Gen 4 x4
  • 1x PCIe Gen 4 x1

Sementara kebutuhan konektivitas wireless dapat ditangani melalui slot M.2 E-Key.

I/O untuk Sistem Industrial

Panel belakang MAX-H810A menyediakan kombinasi konektivitas yang lebih sederhana, terdiri dari:

  • 2x USB 3.2 Gen 2×1 10Gbps
  • 2x USB 3.2 Gen 1×1 5Gbps
  • 2x USB 2.0
  • 2x 2.5GbE LAN
  • 1x HDMI 2.1
  • 1x DisplayPort 1.4a
  • 1x DB-9 untuk RS-232/422/485

Motherboard ini juga menyediakan 40-pin LVDS/eDP, 8-bit DIO, dan box header untuk lima interface RS-232.

Selain itu, tersedia enam koneksi USB 2.0 tambahan melalui internal pin header.

Dirancang untuk Lingkungan Industrial

Salah satu aspek menarik dari kedua motherboard tersebut adalah rentang temperatur operasionalnya.

MAX-Q870A dan MAX-H810A mendukung temperatur operasi -20°C hingga 60°C. Rentang tersebut lebih luas pada sisi temperatur rendah dibandingkan motherboard microATX AAEON sebelumnya yang memiliki rentang 0°C hingga 60°C.

Dukungan tersebut membuat kedua motherboard lebih sesuai untuk perangkat industrial yang harus bekerja pada lingkungan dengan temperatur yang lebih bervariasi.

Untuk sistem operasi, keduanya mendukung Windows 11 serta Ubuntu 24.04.2.

Sudah Masuk Produksi Massal

AAEON menyatakan bahwa MAX-Q870A dan MAX-H810A telah memasuki tahap mass production. Sampel keduanya tersedia melalui eShop AAEON.

Harga yang tercantum di eShop adalah sekitar US$353 untuk MAX-Q870A, sementara MAX-H810A dibanderol US$294.

Dengan dukungan Intel Core Ultra 200S, DDR5 berkapasitas besar, PCIe Gen 5, konektivitas jaringan 2.5GbE, serta berbagai interface industrial seperti RS-232/422/485 dan DIO, kedua motherboard ini menawarkan platform microATX yang cukup fleksibel untuk perangkat AI edge, machine vision, industrial automation, dan HMI.

Perbedaan utama terletak pada kelas prosesor dan kapasitas ekspansi, dengan MAX-Q870A lebih diarahkan untuk workload yang membutuhkan performa tinggi, sementara MAX-H810A menawarkan pendekatan yang lebih ekonomis untuk sistem industrial dengan kebutuhan daya dan performa yang lebih moderat.

Sumber: AAEON

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button