
Pengujian komunitas terhadap build DLSS 5 yang bocor menunjukkan bahwa teknologi neural rendering terbaru NVIDIA mungkin menghadapi keterbatasan pada GPU flagship GeForce RTX 5090, khususnya pada sisi suplai daya.
Pengujian yang dilakukan Tom’s Hardware menggunakan metode injection berbasis OptiScaler dan DLL DLSS 5 yang bocor. Metode tersebut bukan jalur resmi NVIDIA melalui Streamline, tetapi beban performanya disebut cukup dekat dengan angka yang dipublikasikan NVIDIA, yakni sekitar 8 ms per frame.
Hasil pengujian pada beberapa game menunjukkan bahwa peningkatan kebutuhan daya ketika DLSS 5 aktif dapat membuat RTX 5090 dengan satu konektor 12V-2×6 mencapai batas power limit-nya.
RTX 5090 Founders Edition kehilangan hingga 49% performa
Tom’s Hardware menguji DLSS 5 pada RTX 5090 Founders Edition serta MSI RTX 5090 Lightning Z dalam game seperti Cyberpunk 2077, Hogwarts Legacy, dan Control.
RTX 5090 Founders Edition hanya menggunakan satu konektor 12V-2×6 dan memiliki power limit sekitar 575 W.
Ketika DLSS 5 diaktifkan, performanya turun sekitar 42% hingga 49% pada pengujian tersebut. GPU juga secara konsisten mencapai batas daya 575 W.
Kondisi ini mengindikasikan bahwa penurunan performa bukan semata-mata disebabkan oleh keterbatasan kemampuan komputasi GPU. RTX 5090 masih memiliki compute horsepower yang besar, tetapi sistem power delivery pada kartu Founders Edition tampaknya menjadi faktor pembatas ketika workload neural rendering DLSS 5 ditambahkan.
Dengan kata lain, semakin besar kebutuhan daya workload tersebut, semakin cepat GPU menabrak batas power limit yang ditetapkan NVIDIA.



RTX 5090 Lightning Z menunjukkan hasil berbeda
Perbandingan dengan MSI RTX 5090 Lightning Z memberikan gambaran yang cukup menarik.
Kartu tersebut menggunakan dua konektor power dan memiliki power limit hingga 1.000 W. Dalam pengujian, penurunan performanya ketika DLSS 5 aktif lebih kecil dibandingkan Founders Edition dan 1% low juga cenderung lebih baik.
Namun, peningkatan konsumsi dayanya sangat signifikan.
Pada Hogwarts Legacy, konsumsi daya meningkat dari sekitar 480 W menjadi 720 W ketika neural rendering DLSS 5 diaktifkan.
Artinya, workload DLSS 5 pada pengujian tersebut membutuhkan tambahan sekitar 240 W, atau sekitar 50% lebih tinggi dibandingkan konsumsi daya sebelumnya.
Perbedaan tersebut memperkuat dugaan bahwa kartu RTX 5090 dengan power delivery yang lebih longgar dapat memberikan ruang lebih besar untuk menjalankan workload DLSS 5 tanpa langsung terbentur power limit.
Apakah konektor 12V-2×6 menjadi bottleneck?
Hasil ini menarik karena konektor 12V-2×6 pada RTX 5090 memang sudah menjadi perhatian sejak GPU flagship NVIDIA tersebut diluncurkan.
Pada Founders Edition, satu konektor digunakan untuk menyuplai daya ke GPU. Ketika workload DLSS 5 meningkatkan kebutuhan daya hingga GPU terus-menerus mencapai batas 575 W, kemampuan kartu untuk mempertahankan performa maksimal menjadi terbatas.
Namun, hasil pengujian ini belum membuktikan bahwa konektor 12V-2×6 secara fisik tidak mampu menyediakan daya yang dibutuhkan.
Bottleneck yang terlihat dalam pengujian lebih tepat dikaitkan dengan power limit dan konfigurasi power delivery kartu, bukan semata-mata kapasitas konektornya.
Hal ini juga perlu diperhatikan karena pengujian dilakukan menggunakan build DLSS 5 yang bocor dan metode injection komunitas, bukan implementasi resmi NVIDIA.
DLSS 5 menggunakan workload neural rendering yang berat
DLSS 5 membawa pendekatan baru dengan neural rendering, yang memungkinkan AI digunakan untuk menghasilkan dan meningkatkan elemen visual secara lebih kompleks dibandingkan generasi DLSS sebelumnya.
Konsekuensinya, workload tambahan tersebut dapat meningkatkan kebutuhan komputasi dan konsumsi daya GPU secara signifikan.
Pada kartu dengan power limit lebih tinggi, GPU memiliki ruang lebih besar untuk menjalankan workload tersebut. Sebaliknya, kartu dengan power limit yang lebih ketat dapat mengalami penurunan clock atau performa ketika kebutuhan daya mencapai batas yang ditentukan.
Inilah yang tampaknya terjadi pada RTX 5090 Founders Edition dalam pengujian awal tersebut.
Pengujian resmi akan menjadi penentu
DLSS 5 resmi diluncurkan pada 3 September 2026 bersama NBA 2K27 dan ditujukan untuk GPU GeForce RTX 50 Series berbasis Blackwell.
Karena pengujian yang dibahas masih menggunakan build yang bocor serta implementasi tidak resmi, hasilnya belum dapat dijadikan gambaran final mengenai performa DLSS 5.
Implementasi resmi NVIDIA melalui Streamline akan menjadi pengujian yang lebih relevan untuk mengetahui apakah RTX 5090 Founders Edition memang akan mengalami pembatasan serupa.
Jika konsumsi daya tinggi dan power limit benar-benar menjadi faktor utama, GPU RTX 5090 dengan konfigurasi power delivery lebih besar dapat memiliki keuntungan ketika menjalankan DLSS 5. Sementara itu, pengguna Founders Edition mungkin harus menunggu optimasi lebih lanjut atau bahkan generasi kartu berikutnya untuk memaksimalkan teknologi tersebut.
Untuk saat ini, hasil pengujian awal ini lebih tepat dilihat sebagai indikasi adanya potensi bottleneck power delivery, bukan bukti final bahwa satu konektor 12V-2×6 pada RTX 5090 tidak mampu menangani DLSS 5.
Sumber: Tom’s Hardware








