Celah RNG pada Hardware Wallet COLDCARD Diduga Jadi Penyebab Pencurian Bitcoin Rp1,4 Triliun

Para peneliti keamanan menduga sebuah kerentanan pada generator angka acak (Random Number Generator/RNG) di firmware hardware wallet COLDCARD telah dimanfaatkan untuk mencuri sekitar 1.367 Bitcoin, senilai sekitar US$88,6 juta atau lebih dari Rp1,4 triliun (kurs saat ini), dari ribuan dompet kripto.
Kerentanan tersebut memungkinkan pelaku merekonstruksi seed phrase korban dan memperoleh private key untuk menguras isi dompet.
Serangan Terjadi Sebelum Kerentanan Dipublikasikan
Perusahaan riset aset digital Galaxy Research mengungkapkan bahwa gelombang pertama serangan terjadi pada 30 Juli 2026, sekitar 30 jam sebelum Coinkite, produsen COLDCARD, mengumumkan adanya kerentanan tersebut.
Dalam waktu hanya 41 menit, pelaku berhasil memindahkan sekitar:
- 1.083 Bitcoin
- Senilai sekitar US$70,2 juta
- Dari 1.196 alamat Bitcoin
Seluruh transaksi menggunakan karakteristik yang identik, antara lain:
- Biaya transaksi tetap sebesar 30 satoshi per virtual byte (sat/vB).
- Tidak terdapat output “change” pada transaksi.
- Pola transaksi menunjukkan penggunaan alat otomatis.
Galaxy Research menilai pola tersebut mengindikasikan bahwa pelaku telah memiliki seluruh private key sebelum proses pencurian dimulai.
Total Kerugian Diperkirakan Mencapai US$88,6 Juta
Pada 1 Agustus, Galaxy Research mengidentifikasi dua gelombang serangan tambahan.
Secara keseluruhan diperkirakan:
- 1.367 Bitcoin berhasil dicuri.
- Berasal dari 4.585 alamat Bitcoin.
- Bernilai sekitar US$88,6 juta.
Saat laporan diterbitkan, seluruh aset tersebut masih berada di alamat dompet yang dikuasai pelaku.
Penyerang Menargetkan Dompet Bernilai Tinggi
Perusahaan analisis blockchain Chainalysis menemukan bahwa pelaku tampaknya telah memetakan dompet korban sebelum melakukan pencurian.
Dalam sepuluh menit pertama saja, pelaku berhasil mencuri sekitar:
- US$30 juta Bitcoin.
- Salah satu korban kehilangan sekitar US$1,8 juta.
Hal tersebut menunjukkan bahwa serangan dilakukan secara terencana dan bukan sekadar pemindaian acak terhadap blockchain.
Kesalahan Integrasi pada Generator Angka Acak
Tim Bitcoin Engineering and Security dari Block ikut melakukan investigasi setelah muncul laporan mengenai pencurian massal tersebut.
Mereka menemukan bahwa sumber masalah berasal dari kesalahan integrasi pada sistem pembangkit angka acak (RNG) milik firmware COLDCARD.
Secara teori, perangkat COLDCARD telah dilengkapi dengan hardware random number generator bawaan dari mikrokontroler STM32.
Namun, akibat kesalahan pemeriksaan pada firmware, perangkat justru menggunakan generator perangkat lunak Yasmarang milik MicroPython yang bersifat deterministik.
Generator cadangan tersebut menghasilkan angka acak berdasarkan:
- Identitas mikrokontroler (microcontroller identifier).
- Informasi waktu (system timing).
Kedua sumber tersebut tidak dirancang sebagai sumber entropi yang aman secara kriptografi.
Seed Phrase Bisa Direkonstruksi Secara Offline
Karena sumber angka acak dapat diprediksi, penyerang dapat:
- Menghasilkan berbagai kemungkinan seed phrase secara offline.
- Menghitung alamat Bitcoin yang dihasilkan dari masing-masing seed.
- Membandingkannya dengan alamat yang terlihat di blockchain publik.
- Ketika ditemukan kecocokan, memperoleh private key dan menguras seluruh aset korban.
Dengan metode tersebut, pelaku tidak perlu mengakses perangkat korban secara langsung.
Versi Firmware yang Terdampak
Menurut Coinkite, firmware yang terdampak meliputi:
Mk2 dan Mk3
- Versi 4.0.1 hingga 4.1.9
Mk4 dan Mk5
- Seluruh versi sebelum 5.6.0
- Edge Release sebelum 6.6.0X
COLDCARD Q
- Seluruh versi sebelum 1.5.0Q
- Edge Release sebelum 6.6.0QX
Firmware Baru Tidak Memperbaiki Seed Lama
Coinkite telah merilis firmware terbaru yang telah memperbaiki kerentanan tersebut.
Namun perusahaan menegaskan bahwa memperbarui firmware saja tidak memperbaiki seed phrase yang telah dibuat menggunakan firmware lama.
Pengguna yang terdampak disarankan untuk:
- Memastikan backup wallet lama masih tersedia.
- Memasang firmware terbaru.
- Membuat seed phrase baru.
- Menyimpan seed baru secara aman.
- Memverifikasi alamat wallet baru pada perangkat.
- Mengirim transaksi uji dalam jumlah kecil.
- Memindahkan seluruh saldo ke wallet baru.
- Menyimpan backup lama hingga proses migrasi selesai dipastikan berhasil.
Dice Roll dan Passphrase Memberikan Perlindungan Tambahan
Coinkite menjelaskan bahwa seed yang dibuat menggunakan tambahan minimal 50 lemparan dadu acak (dice rolls) tidak dianggap rentan terhadap celah ini.
Penggunaan BIP-39 passphrase yang kuat dan unik juga membuat eksploitasi menjadi jauh lebih sulit.
Meskipun demikian, perusahaan tetap menyarankan seluruh pengguna yang terdampak untuk melakukan migrasi ke seed baru karena passphrase tidak memperbaiki kelemahan pada seed yang telah dihasilkan sebelumnya.
Produk Lain Tidak Terpengaruh
Coinkite memastikan bahwa produk berikut tidak terdampak karena menggunakan basis kode yang berbeda:
- TAPSIGNER
- OPENDIME
- SATSCARD
Selain itu, seluruh perangkat COLDCARD yang masih berada di gudang dengan firmware rentan telah dimusnahkan sebelum dikirim kepada pelanggan.
Sementara pelanggan yang telah menerima perangkat terdampak telah dihubungi melalui email beserta panduan lengkap untuk memindahkan aset mereka ke wallet yang aman.








