Security

Anggota Geng Kripto Divonis 6,5 Tahun Penjara: Perampokan ‘Hardware Wallet’ dan Pencucian Uang $230 Juta

Dunia kripto sering kali dianggap sebagai ranah kejahatan kerah putih yang canggih, namun kasus terbaru yang menjerat Marlon Ferro (20) membuktikan bahwa metode lama seperti pembongkaran rumah masih menjadi senjata ampuh bagi para penjahat siber.

Ferro, yang dikenal secara daring dengan nama alias GothFerrari, baru saja dijatuhi hukuman 78 bulan (6,5 tahun) penjara. Ia terbukti berperan sebagai “instrumen terakhir” dalam sindikat kriminal yang berhasil menggasak mata uang kripto senilai lebih dari $230 juta (sekitar Rp3,7 triliun).


Modus Operandi: Gabungan Peretasan dan Perampokan Fisik

Sindikat ini tidak hanya mengandalkan keahlian teknis. Strategi mereka sangat brutal dan terorganisir:

  1. Rekayasa Sosial: Awalnya, mereka mencoba menipu korban agar memberikan akses ke dompet digital mereka.
  2. Peretasan: Jika penipuan gagal, mereka mencoba meretas akun digital korban.
  3. Hadirnya Ferro (Opsi Terakhir): Jika korban menyimpan dana mereka di hardware wallet yang aman secara luring, Ferro akan dikirim untuk membobol rumah korban dan mencuri perangkat fisik tersebut secara langsung.

Aksi Nyata Ferro:

  • Texas (Februari 2024): Ferro membobol rumah korban dan mencuri hardware wallet berisi 100 Bitcoin (saat itu bernilai lebih dari $5 juta).
  • New Mexico (Juli 2024): Ferro memantau rumah korban selama berhari-hari sebelum memecahkan jendela dengan batu bata untuk masuk, setelah rekannya mengonfirmasi lokasi korban melalui pelacakan akun iCloud.

Gaya Hidup Mewah dari Hasil Jarahan

Hasil pencurian ini digunakan untuk mendanai gaya hidup yang sangat boros. Para anggota geng menggunakan dana tersebut untuk:

  • Hiburan Malam: Menghabiskan hingga $500.000 (sekitar Rp8 miliar) dalam satu malam di klub malam.
  • Barang Mewah: Membeli pakaian desainer senilai $255.000, jam tangan mewah, dan tas bermerek untuk pasangan mereka.
  • Properti & Transportasi: Menyewa rumah di Hamptons dan Miami dengan biaya sewa hingga $80.000 per bulan, serta mengelola armada 28 mobil mewah dan jet pribadi.

Pembersihan Log dan Penangkapan

Para pelaku sangat sadar akan jejak digital. Setelah berhasil melakukan peretasan, mereka segera melakukan pembersihan log sistem untuk menghapus pesan crash kernel dan catatan nginx guna menghindari deteksi oleh tim keamanan siber.

Namun, upaya tersebut gagal total. Ferro ditangkap pada Mei 2025 dengan membawa dua senjata api dan identitas palsu. Selain hukuman penjara, ia juga diperintahkan untuk membayar restitusi sebesar $2,5 juta.

Secara keseluruhan, ada 14 tersangka yang didakwa dalam konspirasi RICO ini. Bulan lalu, anggota lainnya, Evan Tangeman (22), juga telah dijatuhi hukuman 70 bulan penjara atas peran serupa dalam mencuci uang hasil rampokan masif ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button