Windows Server 2022 Segera Akhiri Mainstream Support pada Oktober 2026

Microsoft mengingatkan para administrator sistem bahwa Windows Server 2022 akan mengakhiri fase mainstream support pada 13 Oktober 2026. Setelah tanggal tersebut, sistem operasi server ini akan memasuki periode extended support dan tetap menerima pembaruan keamanan hingga Oktober 2031.
Windows Server 2022 pertama kali diperkenalkan pada Maret 2021 dan mulai tersedia secara umum pada September 2021 sebagai bagian dari Long-Term Servicing Channel (LTSC). Versi LTSC tersebut dirancang dengan periode dukungan selama 10 tahun.
Microsoft menyatakan bahwa pembaruan keamanan Oktober 2026 akan menjadi pembaruan terakhir yang diberikan dalam periode mainstream support untuk Windows Server 2022.
Extended Support Berlanjut hingga 2031
Berakhirnya mainstream support bukan berarti Windows Server 2022 langsung berhenti menerima pembaruan keamanan.
Mulai setelah 13 Oktober 2026, Windows Server 2022 akan memasuki extended support. Dalam periode ini, Microsoft tetap menyediakan pembaruan keamanan tanpa biaya tambahan dan akan terus menerbitkan pembaruan keamanan bulanan hingga 14 Oktober 2031.
Dengan demikian, server yang masih menjalankan Windows Server 2022 tidak harus langsung dimigrasikan pada Oktober 2026. Namun, organisasi perlu mulai mempersiapkan strategi upgrade agar tidak bergantung pada sistem yang semakin mendekati akhir seluruh masa dukungannya.
Bagi lingkungan produksi, berakhirnya mainstream support juga menjadi momentum untuk mengevaluasi kompatibilitas aplikasi, driver, sistem virtualisasi, backup, monitoring, serta berbagai komponen infrastruktur sebelum melakukan migrasi.
Hotpatching Diperpanjang hingga Oktober 2027
Microsoft juga memperpanjang periode dukungan hotpatching untuk Windows Server 2022 hingga Oktober 2027.
Fitur tersebut berlaku untuk sistem yang menggunakan edisi Datacenter: Azure Edition. Dengan hotpatching, sejumlah pembaruan keamanan dapat diterapkan tanpa memerlukan restart server seperti pada metode pembaruan tradisional.
Perpanjangan ini memberikan tambahan waktu bagi organisasi yang menggunakan Windows Server 2022 Datacenter: Azure Edition untuk mempertahankan kemampuan hotpatching setelah berakhirnya mainstream support.
Microsoft Mendorong Migrasi ke Windows Server 2025
Microsoft merekomendasikan administrator untuk mulai merencanakan migrasi menuju Windows Server 2025, yang saat ini menjadi versi LTSC terbaru untuk Windows Server.
Windows Server 2025 mulai diperkenalkan melalui Windows Insider pada Januari 2024 dan kemudian mencapai ketersediaan umum pada November 2024.
Menurut jadwal lifecycle Microsoft, Windows Server 2025 akan menerima mainstream support hingga 13 November 2029. Setelah itu, sistem tersebut masih mendapatkan extended support selama lima tahun, hingga 14 November 2034.
Microsoft menyarankan organisasi untuk mengevaluasi pilihan upgrade dan melakukan pengujian deployment lebih awal. Langkah tersebut penting terutama pada server yang menjalankan aplikasi bisnis kritis atau memiliki ketergantungan terhadap konfigurasi dan software tertentu.
Jangan Langsung Upgrade Server Produksi
Meskipun Windows Server 2022 masih akan menerima pembaruan keamanan hingga 2031, migrasi sebaiknya tidak dilakukan secara terburu-buru pada server produksi.
Administrator dapat memulai dengan melakukan inventarisasi server yang masih menggunakan Windows Server 2022, kemudian mengidentifikasi aplikasi dan layanan yang berjalan di dalamnya.
Tahap pengujian juga penting untuk memastikan aplikasi kompatibel dengan Windows Server 2025. Beberapa lingkungan mungkin memiliki dependensi terhadap versi .NET, database, driver, software backup, antivirus, monitoring, atau aplikasi pihak ketiga tertentu.
Untuk server virtual, administrator juga dapat memanfaatkan proses migrasi atau cloning ke lingkungan pengujian terlebih dahulu sebelum melakukan perubahan pada sistem produksi.
Windows Server 2025 Tersedia untuk Pengujian Gratis
Organisasi yang ingin melakukan evaluasi sebelum deployment dapat menggunakan Windows Server 2025 trial selama 180 hari yang tersedia melalui Microsoft Evaluation Center.
Periode evaluasi tersebut dapat dimanfaatkan untuk menguji aplikasi dan konfigurasi server tanpa harus langsung melakukan perubahan pada sistem produksi.
Pengujian sebaiknya mencakup layanan utama seperti Active Directory, DNS, file server, aplikasi web, database, sistem backup, monitoring, keamanan, serta aplikasi internal yang digunakan organisasi.
Timeline Dukungan Windows Server
Berikut gambaran jadwal dukungan kedua versi Windows Server tersebut:
| Versi | Mainstream Support | Extended Support |
|---|---|---|
| Windows Server 2022 | Hingga 13 Oktober 2026 | Hingga 14 Oktober 2031 |
| Windows Server 2025 | Hingga 13 November 2029 | Hingga 14 November 2034 |
Dengan jadwal tersebut, Windows Server 2022 masih memiliki masa extended support sekitar lima tahun setelah mainstream support berakhir. Namun, Microsoft tetap mendorong organisasi untuk mulai merencanakan migrasi ke Windows Server 2025 guna mendapatkan periode mainstream support yang lebih panjang.
Bagi administrator server, waktu hingga 2031 dapat digunakan sebagai periode transisi untuk melakukan pengujian, memperbarui aplikasi, menyesuaikan konfigurasi infrastruktur, dan menjalankan migrasi secara bertahap tanpa mengganggu layanan produksi.
Sumber: Microsoft








