News

Apple Dikabarkan Pertimbangkan Kembali ke Pasar Server dengan Teknologi Jaringan NVIDIA

Apple dikabarkan sedang mempertimbangkan untuk kembali memasuki pasar server, hampir dua dekade setelah perusahaan menghentikan lini Xserve. Rencana tersebut disebut berkaitan dengan pengembangan chip M-series khusus AI yang dapat menggunakan teknologi interkoneksi dari NVIDIA.

Menurut laporan yang beredar, Apple sedang mengembangkan sistem server berorientasi AI yang kemungkinan menggunakan beberapa komponen dari portofolio NVIDIA NVLink Fusion. Teknologi tersebut dapat digunakan untuk menghubungkan beberapa chip Apple secara langsung dalam satu sistem.

Jika rencana tersebut terealisasi, Apple berpotensi kembali menawarkan perangkat keras server untuk perusahaan dan pemerintah, dengan fokus pada AI inference dan workload komputasi lokal.

Produk tersebut saat ini dikabarkan ditargetkan hadir pada 2029, meskipun jadwal tersebut masih dapat berubah.

Apple Bisa Kembali ke Pasar Server Setelah Xserve

Apple memiliki sejarah di pasar server melalui Xserve, lini server rack yang pertama kali diperkenalkan pada 2002.

Produk tersebut ditujukan untuk kebutuhan server dan data center, tetapi Apple kemudian menghentikan Xserve pada 2011 dan mengalihkan fokus bisnisnya ke produk konsumen serta perangkat komputasi lainnya.

Jika rencana server AI baru benar-benar terealisasi, langkah tersebut akan menjadi kembalinya Apple ke pasar server setelah lebih dari satu dekade.

Namun, server yang sedang dipertimbangkan memiliki karakteristik berbeda dari Xserve. Fokus utamanya bukan sekadar menyediakan server general-purpose, melainkan menyediakan sistem komputasi yang dirancang khusus untuk workload artificial intelligence, terutama inference.

Salah satu bagian paling menarik dari rencana tersebut adalah kemungkinan penggunaan teknologi NVIDIA NVLink Fusion untuk interkoneksi antar-chip Apple.

Dalam salah satu konfigurasi yang disebut sedang dipertimbangkan, Apple dapat menghubungkan dua atau empat chip M8 Ultra menggunakan NVLink untuk komunikasi antar-socket.

Sementara itu, teknologi NVLink-C2C dapat digunakan untuk menangani komunikasi antar-die pada tingkat yang lebih rendah.

Dengan pendekatan tersebut, Apple dapat memanfaatkan kemampuan interkoneksi NVIDIA tanpa harus mengembangkan seluruh teknologi komunikasi antar-chip secara mandiri.

Apple dapat tetap berfokus pada pengembangan system-on-chip (SoC), sementara bagian interkoneksi berkecepatan tinggi ditangani menggunakan teknologi dari NVIDIA.

Mac Studio Sudah Digunakan untuk AI Lokal

Salah satu alasan yang disebut melatarbelakangi rencana tersebut adalah meningkatnya penggunaan Mac untuk pengembangan dan inference AI.

Mac mini dan Mac Studio telah menarik perhatian komunitas AI karena chip Apple Silicon menawarkan kombinasi CPU, GPU, dan unified memory dengan kapasitas yang relatif besar.

Sejumlah perusahaan bahkan dilaporkan membangun rack khusus berisi beberapa Mac Studio untuk menjalankan AI inference secara lokal.

Pendekatan seperti ini menunjukkan adanya permintaan terhadap sistem komputasi Apple yang dapat digunakan sebagai bagian dari infrastruktur AI tanpa harus bergantung sepenuhnya pada GPU accelerator tradisional.

Apple tampaknya melihat peluang untuk mengembangkan konsep tersebut menjadi sistem rack yang sejak awal dirancang sebagai produk server.

Target Pasarnya Perusahaan dan Pemerintah

Server AI yang sedang dipertimbangkan Apple disebut akan ditujukan terutama kepada enterprise dan institusi pemerintah.

Target tersebut masuk akal untuk workload yang membutuhkan pemrosesan AI lokal, terutama ketika organisasi ingin menjalankan model tanpa mengirim seluruh data ke layanan cloud eksternal.

Apple juga telah mengembangkan Apple Foundation Models (AFM) untuk mendukung berbagai kemampuan AI dalam ekosistem produknya. Infrastruktur server berbasis Apple Silicon berpotensi digunakan untuk workload inference berskala lebih besar apabila Apple memutuskan menawarkan sistem tersebut kepada pelanggan enterprise.

Konsepnya berbeda dari Mac biasa karena sistem rack dapat menggabungkan beberapa SoC berperforma tinggi dan menyediakan sumber daya komputasi serta memori yang jauh lebih besar dalam satu instalasi.

Apple Juga Mengembangkan Accelerator AI Bernama Baltra

Rencana server tersebut bukan satu-satunya proyek AI khusus yang sedang dikembangkan Apple.

Perusahaan juga dikabarkan mengembangkan accelerator AI custom bersama Broadcom dengan codename “Baltra”.

Chip tersebut dilaporkan dirancang terutama untuk AI inference dan menggunakan teknologi proses 3 nm TSMC, dengan node N3E atau N3P yang disebut sebagai kandidat.

Baltra sebelumnya dikabarkan memiliki jadwal produksi atau peluncuran sekitar akhir 2026 hingga awal 2027.

Jika pengembangan tersebut berjalan sesuai rencana, Apple dapat memiliki beberapa jalur untuk menangani workload AI berskala besar. Accelerator Baltra dapat digunakan untuk kebutuhan inference Apple sendiri, sementara sistem berbasis M8 Ultra dapat dikembangkan sebagai produk server atau rack yang ditawarkan kepada pelanggan enterprise.

Namun, belum diketahui bagaimana kedua platform tersebut akan ditempatkan dalam strategi AI Apple apabila keduanya benar-benar diluncurkan.

NVIDIA Bisa Memiliki Peran di Luar GPU

Rencana tersebut juga menarik karena menunjukkan bagaimana teknologi NVIDIA dapat digunakan dalam sistem yang tidak menggunakan GPU NVIDIA sebagai komponen utama.

Melalui NVLink Fusion, NVIDIA menawarkan teknologi interkoneksi dan IP yang dapat digunakan untuk menghubungkan accelerator maupun processor dari pihak lain.

Dalam skenario Apple, teknologi tersebut dapat menjadi lapisan komunikasi antar-chip, sementara Apple tetap mengembangkan SoC dan arsitektur komputasinya sendiri.

Bagi Apple, pendekatan tersebut berpotensi mempercepat pengembangan sistem multi-chip berperforma tinggi tanpa harus mengembangkan seluruh infrastruktur interkoneksi dari awal.

Peluncuran 2029 Masih Belum Pasti

Meski rencana tersebut disebut sedang dipertimbangkan, Apple belum mengumumkan produk server AI secara resmi.

Jadwal 2029 juga masih merupakan informasi yang belum dikonfirmasi dan dapat berubah selama proses pengembangan.

Apple dikenal cukup tertutup mengenai proyek perangkat keras yang belum diumumkan. Karena itu, detail seperti konfigurasi M8 Ultra, jumlah chip per rack, kapasitas memori, performa AI, harga, maupun bentuk produk akhir masih belum diketahui.

Jika benar diluncurkan, sistem tersebut akan menjadi perubahan menarik dalam strategi perangkat keras Apple. Perusahaan tidak hanya kembali ke pasar server setelah era Xserve, tetapi juga berpotensi memasuki pasar AI infrastructure dengan pendekatan yang berbeda dari server tradisional berbasis CPU dan GPU.

Untuk saat ini, rencana tersebut masih sebatas laporan dan rumor. Perkembangan lebih lanjut akan bergantung pada keputusan akhir Apple terhadap desain server, penggunaan teknologi NVIDIA, serta strategi perusahaan dalam membangun bisnis AI untuk pelanggan enterprise.

Sumber: The Information

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button