News

ADATA TRUSTA Pamerkan AI Scaler Extended Memory dan SSD PCIe Gen 5 untuk Infrastruktur AI

TRUSTA, merek penyimpanan dan memori enterprise di bawah ADATA, memperkenalkan sejumlah solusi untuk infrastruktur kecerdasan buatan (AI) generasi berikutnya dalam ajang AI Infra Summit 2026 di Amerika Utara.

Dalam acara yang mempertemukan sekitar 8.000 profesional dan 250 mitra industri tersebut, TRUSTA menampilkan AI Scaler Extended Memory Solution, SSD enterprise TD7P51 ECO PCIe Gen 5, serta modul memori DDR5 R-DIMM.

Mengusung tema “Scale AI Beyond GPU Limits”, TRUSTA menyoroti tantangan semakin besarnya kebutuhan memori pada model AI modern, khususnya ketika kapasitas VRAM GPU menjadi salah satu faktor pembatas sekaligus komponen mahal dalam pembangunan infrastruktur AI.

AI Scaler Extended Memory Perluas Kapasitas di Luar Memori GPU

Model generative AI dan Large Language Model (LLM) yang semakin kompleks membutuhkan kapasitas memori yang semakin besar. Ketergantungan pada GPU dengan VRAM berkapasitas tinggi dapat meningkatkan biaya pembangunan sistem AI secara signifikan.

TRUSTA mencoba mengatasi persoalan tersebut melalui AI Scaler Extended Memory Solution, yang menggunakan arsitektur hybrid untuk memperluas sumber daya memori AI di luar kapasitas GPU.

Solusi ini ditenagai AI Scaler Toolkit, yang mengintegrasikan sumber daya GPU memory, DRAM, dan SSD. Sistem tersebut dirancang untuk mengoptimalkan pemanfaatan masing-masing jenis memori dan storage berdasarkan karakteristik workload AI yang dijalankan.

Dengan pendekatan tersebut, model AI berukuran lebih besar dapat dijalankan pada sistem yang memiliki keterbatasan kapasitas memori GPU.

TRUSTA menyebut pendekatan ini dapat menurunkan biaya deployment untuk workload AI inference dan fine-tuning hingga lebih dari 50 persen dibandingkan arsitektur yang hanya mengandalkan GPU. Angka tersebut merupakan klaim dari TRUSTA dan hasil aktual dapat bergantung pada workload, konfigurasi perangkat keras, serta model AI yang digunakan.

Mendukung Berbagai Model AI Populer

AI Scaler Toolkit yang digunakan dalam solusi tersebut tersedia secara gratis dan open source. TRUSTA menyatakan toolkit ini mendukung berbagai keluarga model AI yang banyak digunakan dalam pengembangan aplikasi generative AI.

Beberapa model yang disebutkan antara lain Llama, Qwen, Mistral, GPT-OSS, DeepSeek, Phi, dan Gemma.

Selain model AI, AI Scaler Toolkit juga dirancang untuk terintegrasi dengan berbagai AI Agent, termasuk OpenClaw, NemoClaw, dan Hermes Agentic.

Dukungan tersebut ditujukan untuk memberikan fleksibilitas kepada perusahaan maupun developer dalam mengalokasikan sumber daya GPU, DRAM, dan storage berdasarkan kebutuhan aplikasi, termasuk workload berbasis agentic AI.

Pendekatan ini menjadi semakin relevan karena kebutuhan memori tidak hanya berasal dari proses training model, tetapi juga inference dan aplikasi AI agent yang dapat menjalankan proses secara berulang dan membutuhkan konteks dalam jumlah besar.

AI Scaler Raih COMPUTEX 2026 Best Choice Award

Pendekatan hardware-software yang digunakan TRUSTA pada AI Scaler Extended Memory Solution juga mendapatkan pengakuan dalam COMPUTEX 2026 Best Choice Award.

Penghargaan tersebut menyoroti pendekatan integrasi antara perangkat keras dan perangkat lunak yang digunakan TRUSTA untuk memperluas pemanfaatan sumber daya memori dalam infrastruktur AI.

Melalui arsitektur tersebut, perusahaan dapat memiliki lebih banyak pilihan ketika membangun sistem AI on-premises tanpa harus selalu meningkatkan kapasitas GPU untuk memenuhi kebutuhan memori.

TRUSTA TD7P51 ECO Hadir dengan Kapasitas hingga 15,36 TB

Selain solusi memory expansion, TRUSTA turut memperkenalkan TD7P51 ECO, SSD enterprise berbasis PCIe Gen 5 yang ditujukan untuk server, data center, serta workload AI dengan kebutuhan storage tinggi.

SSD tersebut tersedia dengan kapasitas hingga 15,36 TB dan ditawarkan dalam beberapa form factor, yakni U.2, E1.S, dan E3.S.

TD7P51 ECO juga menggunakan teknologi Flexible Data Placement (FDP). Teknologi ini dirancang untuk mengatur penempatan data secara lebih efisien sehingga dapat membantu mempertahankan konsistensi performa sekaligus meningkatkan efisiensi operasional storage.

TRUSTA menyatakan TD7P51 ECO telah divalidasi pada berbagai platform server dari produsen global. Dengan kombinasi PCIe Gen 5, kapasitas besar, dan dukungan form factor enterprise, SSD tersebut ditujukan untuk workload data center yang membutuhkan performa, reliability, serta scalability.

DDR5 R-DIMM Tawarkan Kapasitas hingga 128 GB

Portofolio yang ditampilkan TRUSTA juga mencakup DDR5 R-DIMM untuk sistem enterprise.

Modul tersebut menawarkan kecepatan hingga 6.400 MT/s dengan pilihan kapasitas mulai dari 32 GB hingga 128 GB per modul.

Kapasitas dan bandwidth tersebut ditujukan untuk berbagai kebutuhan komputasi enterprise, termasuk AI computing, virtualization, High Performance Computing (HPC), dan data center.

Dibandingkan sistem desktop konvensional, R-DIMM dirancang untuk lingkungan server yang membutuhkan kapasitas memori besar serta karakteristik reliability yang sesuai dengan workload enterprise.

Membangun Infrastruktur AI Tidak Hanya Bergantung pada GPU

Produk-produk yang ditampilkan TRUSTA menunjukkan pendekatan yang semakin berkembang dalam pembangunan infrastruktur AI, yaitu memanfaatkan seluruh hierarki memori dan storage untuk memenuhi kebutuhan workload.

GPU tetap menjadi komponen penting untuk menjalankan komputasi AI, tetapi kapasitas VRAM tidak selalu dapat ditingkatkan dengan mudah tanpa menambah atau mengganti GPU. Pada workload tertentu, penggunaan DRAM dan SSD sebagai bagian dari arsitektur memory hierarchy dapat memberikan alternatif untuk menangani kebutuhan kapasitas yang lebih besar.

Melalui AI Scaler Extended Memory, SSD TD7P51 ECO, dan DDR5 R-DIMM, TRUSTA ingin menyediakan komponen yang dapat digunakan secara bersamaan untuk membangun infrastruktur AI enterprise.

Bagi perusahaan yang ingin menjalankan AI secara on-premises, pendekatan tersebut dapat menjadi salah satu pilihan untuk mengoptimalkan pemanfaatan perangkat keras yang sudah tersedia, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap penambahan GPU berkapasitas memori besar.

Sumber: ADATA TRUSTA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button