Security

Amgen Ungkap Kebocoran Data Cloud, Informasi Pasien dan Data Proprietary Ikut Dicuri

Perusahaan farmasi Amgen mengonfirmasi mengalami insiden kebocoran data setelah pelaku ancaman berhasil mencuri data perusahaan serta informasi pasien yang tersimpan pada beberapa lingkungan cloud milik penyedia layanan pihak ketiga.

Hingga saat ini, perusahaan belum mengungkap identitas penyedia cloud yang terdampak maupun jumlah pasien atau pelanggan yang terkena dampak insiden tersebut.

Data Dicuri dari Lingkungan Cloud Pihak Ketiga

Amgen, perusahaan bioteknologi yang berbasis di California, Amerika Serikat, mengungkapkan insiden tersebut melalui dokumen Form 8-K yang diajukan kepada U.S. Securities and Exchange Commission (SEC).

Perusahaan menyatakan pertama kali mendeteksi aktivitas tidak sah pada Juli 2026 dan segera mengaktifkan prosedur respons insiden siber, menerapkan langkah-langkah mitigasi, serta menunjuk perusahaan forensik independen untuk melakukan investigasi.

Hasil penyelidikan sementara menunjukkan bahwa pelaku berhasil mengekstrak sejumlah data sensitif dari lingkungan cloud yang digunakan Amgen.

Dalam keterangannya, Amgen menyatakan bahwa data yang dicuri meliputi:

  • Data proprietary perusahaan.
  • Informasi kesehatan pasien yang dilindungi (Protected Health Information/PHI).
  • Berbagai informasi sensitif lainnya.

Masih Menyelidiki Skala Kebocoran

Selain data yang telah dipastikan dicuri, Amgen masih menyelidiki apakah pelaku juga berhasil mengakses atau mengekstrak informasi lain yang lebih sensitif, seperti:

  • Informasi bisnis rahasia.
  • Kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP).
  • Data penelitian dan pengembangan (R&D).
  • Informasi pasien lainnya.

Hingga kini investigasi masih berlangsung sehingga ruang lingkup penuh insiden belum dapat dipastikan.

Belum Ada Informasi Mengenai Pelaku

Amgen belum memberikan rincian mengenai:

  • Penyedia layanan cloud yang terdampak.
  • Metode kompromi yang digunakan pelaku.
  • Jumlah individu yang terdampak.
  • Kelompok peretas yang bertanggung jawab.

Perusahaan juga belum mengonfirmasi apakah insiden ini berkaitan dengan kelompok pemeras data tertentu.

Dinyatakan Material bagi Perusahaan

Pada 29 Juli 2026, Amgen menyatakan bahwa insiden tersebut dikategorikan sebagai material setelah mengevaluasi jumlah file yang berpotensi terdampak beserta sensitivitas informasi yang terkandung di dalamnya.

Meski demikian, perusahaan menilai bahwa hingga saat ini insiden tersebut tidak diperkirakan akan memberikan dampak material terhadap kondisi keuangan maupun hasil operasional perusahaan.

Investigasi Masih Berjalan

Amgen menyatakan akan terus bekerja sama dengan perusahaan keamanan siber independen untuk menyelesaikan investigasi.

Selain itu, perusahaan juga sedang mengevaluasi berbagai kewajiban hukum dan regulasi terkait pelaporan insiden, termasuk pemberitahuan kepada pasien yang informasinya terdampak apabila diwajibkan oleh peraturan yang berlaku.

Dugaan Kaitan dengan Serangan ShinyHunters Masih Belum Dikonfirmasi

BleepingComputer melaporkan telah meminta klarifikasi kepada Amgen mengenai kemungkinan apakah insiden ini berkaitan dengan:

  • Serangan voice phishing (vishing) terhadap akun Single Sign-On (SSO) karyawan.
  • Kompromi layanan cloud tertentu.
  • Upaya pemerasan oleh kelompok ShinyHunters.

Namun hingga berita ini diterbitkan, Amgen belum memberikan tanggapan atas pertanyaan tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button