Security

Europol Tandai 4.340 URL untuk Dihapus dalam Operasi The Com

Europol menandai 4.340 URL untuk dihapus dalam operasi multi-minggu yang menargetkan konten online terkait “The Com”, jaringan longgar yang dikaitkan dengan kelompok nihilistic violent extremist.

Operasi tersebut dilakukan melalui Referral Action Days pada Juni hingga Juli 2026. Penyelidik dari sembilan negara ikut terlibat, yakni Belgia, Finlandia, Hungaria, Irlandia, Luksemburg, Belanda, Portugal, Spanyol, dan Swedia.

Aksi ini dikoordinasikan oleh EU Internet Referral Unit (EU IRU) Europol bersama Intelligence Centre against Terrorism and Organised Crime (CITCO) milik Spanyol. Tujuannya adalah mengganggu ekosistem online The Com, membatasi penyebaran konten ekstremisme kekerasan, serta menghasilkan lead investigasi baru bagi aparat penegak hukum.

Ribuan URL Ditandai untuk Penghapusan

Europol menyebut konten yang dirujuk dalam operasi ini mencakup materi kekerasan dan eksploitasi yang tersebar di berbagai platform online. Sebagian konten menggunakan bahasa berkode, simbol, dan emoji yang sulit dipahami orang dewasa, tetapi dapat membawa pesan berbahaya kepada pengguna muda.

Materi yang ditemukan termasuk video dan gambar yang mendorong self-harm, bunuh diri, kekerasan terhadap anak, kekejaman terhadap hewan, hingga serangan fisik. Europol juga menyoroti konten “manhunt”, pembakaran, serta panduan yang membahas grooming, pembunuhan, bahan peledak improvisasi, doxing, swatting, dan pandangan ideologis tertentu.

Dengan mekanisme referral, Europol dan lembaga nasional terkait meneruskan URL bermasalah kepada platform atau penyedia layanan online untuk ditinjau dan dihapus sesuai kebijakan serta hukum yang berlaku.

Apa Itu The Com?

The Com, singkatan dari “Community”, digambarkan Europol sebagai jaringan terdesentralisasi tanpa ideologi tunggal. Sebagian faksi di dalamnya dikaitkan dengan ekstremisme sayap kanan, accelerationist beliefs, serta kelompok yang mendorong kekerasan dan eksploitasi terhadap anak muda.

Kelompok yang berafiliasi dengan The Com disebut merekrut dan melakukan grooming melalui media sosial, aplikasi pesan, forum privat, dan platform gaming. Korban, terutama anak muda, dapat diarahkan ke ruang tertutup sebelum mengalami radikalisasi, pemerasan, atau eksploitasi.

Europol menyatakan pelaku kerap menggunakan sextortion untuk membuat korban tetap berada di bawah kendali mereka. Dalam sejumlah kasus, korban dipaksa memproduksi materi eksploitasi seksual atau melakukan tindakan yang membahayakan diri sendiri.

Berhubungan dengan Project Compass

Referral Action Days ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas melalui Project Compass, operasi sepanjang satu tahun yang diluncurkan pada Januari 2025 dan dipimpin oleh European Counter Terrorism Centre Europol.

Project Compass melibatkan aparat penegak hukum dari 28 negara. Dalam rangkaian operasi sebelumnya, aparat telah melakukan 30 penangkapan, mengidentifikasi 179 tersangka, dan menemukan 62 korban yang terkait dengan jaringan The Com.

Europol sebelumnya juga memperingatkan meningkatnya komunitas “online cult” yang secara khusus menargetkan anak muda. Fenomena ini menjadi perhatian karena penyebarannya tidak hanya berlangsung di forum gelap, tetapi juga di platform yang mudah diakses pengguna umum.

Subkelompok The Com dan Risiko Siber

The Com disebut terdiri dari beberapa subkelompok dengan fokus berbeda. Offline Com dikaitkan dengan perusakan properti, serangan fisik, dan tindakan teror. Cyber Com dikaitkan dengan intrusi jaringan dan serangan ransomware, sementara (S)extortion Com berfokus pada pemerasan seksual, eksploitasi anak, dan dorongan self-harm.

Salah satu subkelompok yang sering disorot adalah 764, jaringan yang muncul pada 2021 dan dikenal karena melakukan grooming terhadap anak muda, memaksa korban membuat materi eksplisit, lalu menggunakan materi tersebut untuk pemerasan atau dibagikan di antara anggota.

Di ranah keamanan siber, The Com juga pernah dikaitkan dengan serangan besar, termasuk insiden kasino Las Vegas pada 2023 serta gangguan terhadap perusahaan ritel Inggris pada 2025. Keterkaitan ini menunjukkan bahwa ancaman dari jaringan tersebut tidak hanya berada di ranah ekstremisme online, tetapi juga bersinggungan dengan cybercrime terorganisir.

Platform Online Tetap Jadi Jalur Rekrutmen

Operasi ini menegaskan bahwa platform publik, aplikasi chat, forum privat, dan komunitas gaming tetap menjadi jalur penting bagi kelompok ekstremis dan pelaku eksploitasi untuk mencari target baru. Konten awal sering kali dibuat terlihat ambigu, menggunakan humor gelap, simbol, atau istilah internal sebelum korban diarahkan ke ruang yang lebih tertutup.

Bagi orang tua, pendidik, dan pengelola platform, pendekatan moderasi terhadap konten seperti ini membutuhkan pemahaman konteks, bukan sekadar pencarian kata kunci. Bahasa berkode, emoji, dan pola grooming lintas platform dapat membuat aktivitas berbahaya tidak langsung terlihat.

Europol menilai referral dan koordinasi lintas negara tetap menjadi komponen penting untuk mengganggu ekosistem online tersebut. Namun, pencegahan jangka panjang juga bergantung pada pelaporan dini, edukasi keamanan digital, dan respons cepat dari platform saat menemukan konten yang mengeksploitasi atau membahayakan anak muda.

Sumber: Europol

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


Back to top button